Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Berita Terbaru

Pelatihan Pembuatan POC Ramah Lingkungan untuk Pegawai BalingtanPelatihan Pembuatan POC Ramah Lingkungan untuk Pegawai Balingtan
29 Mei 2020 06:56 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Pandemi Covid-19 saat ini tidak membatasi aktivitas dan antusias pegawai Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Bimbingan Teknis pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) untuk pegawai lingkup Balingtan. Kegiatan diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari peneliti/calon peneliti, teknisi/calon teknisi serta beberapa pegawai Balingtan. Penggunaan pupuk anorganik yang tinggi dan teraku [ ... ]

Selengkapnya...
Lebih dari 1000 peserta Tertarik Mengikuti Bimbingan Teknik Online BalingtanLebih dari 1000 peserta Tertarik Mengikuti Bimbingan Teknik Online Balingtan
28 Mei 2020 00:40 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Adanya pandemi covid-19 tidak menyurutkan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian untuk mendiseminasikan teknologi Balingtan. Pada kesempatan ini, Balingtan melalui Tim Diseminasi mengadakan Bimbingan Teknik Online #1 dengan tema Pembuatan Pestisida Nabati. Bertindak sebagai narasumber yaitu Sri Wahyuni, SP, MP, Ahli Peneliti Madya di kelompok penelitian Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (EP). Kegiatan dilaksanakan J [ ... ]

Selengkapnya...
Halal Bi Halal Online Keluarga Besar Balai Penelitian Lingkungan PertanianHalal Bi Halal Online Keluarga Besar Balai Penelitian Lingkungan Pertanian
27 Mei 2020 16:13 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Lebaran tahun 2020 ini sangat special, pasalnya dirayakan di tengah-tengah pandemi Covid-19. Namun demikian tidak menghalangi kita untuk tetap bersilaturahim dengan keluarga dan kerabat di hari yang fitri ini. Kehadiran teknologi sangat membantu untuk menjangkau tanpa terbatas jarak. Termasuk Balingtan yang mengadakan silaturahim secara daring. Selasa (26/05),  dipimpin oleh Kepala Balingtan, acara diikuti oleh staf Balingtan ba [ ... ]

Selengkapnya...
Pengambilan Contoh GRK untuk Penelitian Hibah Kerjasama Balingtan-NARO Japan
12 Mei 2020 16:19 - ADMIN BALINGTAN

    Berita Balingtan - Bagi semua pegawai tanggal 1 Mei 2020 merupakan hari libur nasional yang diperingati sebagai hari buruh internasional. Namun beberapa pegawai di Balingtan tetap melakukan aktivitas di lapang. Terlihat di lapang tim peneliti dan teknisi dari Kelti Emisi dan Absobsi Gas Rumah Kaca (EAGRK) melakukan kegiatan pengambilan contoh GRK di lokasi KP Balingtan untuk kegiatan penelitian hibah kerjasama Balingtan-NARO Japan. “Sampling sekaligus berjemur untuk [ ... ]

Selengkapnya...
Pengambilan Contoh GRK untuk Penelitian Pengelolaan JeramiPengambilan Contoh GRK untuk Penelitian Pengelolaan Jerami
05 Mei 2020 16:55 - ADMIN BALINGTAN

    Berita Balingtan - Pengambilan contoh GRK juga dilakukan di kegiatan penelitian “Pengelolaan Jerami Mendukung Panca Kelola Ramah Lingkungan” yang merupakan salah satu kegiatan Diseminasi Balingtan. Kegiatan ini dilakukan untuk menjawab permasalahan pembakaran jerami yang dilakukan oleh petani. Kegiatan dilakukan di Desa Sembatur Agung, Kec. Jakenan, Kab. Pati. Kegiatan Diseminasi lainnya yang dilakukan adalah persiapan lapang untuk Pengelolaan Pertanian Ramah Lingkun [ ... ]

Selengkapnya...
Berita yang lain.......

Info Teknologi Terbaru

Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor PertanianInventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Pertanian
11 Mar 2019 02:50 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Inventarisasi GRK merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi (source) dan penyerapnya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Ada beberapa kegiatan dalam sektor pertanian yang menjadi sumber Gas Rumah Kaca yaitu emisi gas dari lahan sawah, sendawa ternak, pengelolaan kotoran ternak, penggunaan kapur pertanian, pemupukan urea, pembakar [ ... ]

Selengkapnya...
Filtrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIOFiltrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIO
05 Des 2018 06:33 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Air yang berasal dari sungai, sawah, danau yang mengalir ke badan sungai yang nantinya akan digunakan untuk air irigasi dimungkinkan mengandung cemaran logam berat maupun residu pestisida. Air irigasi tersebut biasanya terkontaminasi cemaran logam berat dan residu pestisida akibat dari limbah industri dan pestisida di lahan pertanian intensif. Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sung [ ... ]

Selengkapnya...
“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat
09 Nov 2018 00:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah. Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman y [ ... ]

Selengkapnya...
Mengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan LysimeterMengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan Lysimeter
07 Nov 2018 23:11 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi. Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tah [ ... ]

Selengkapnya...
Gulma Babandotan: Pelapis Pupuk Lambat Urai Pembawa ManfaatGulma Babandotan: Pelapis Pupuk Lambat Urai Pembawa Manfaat
26 Okt 2018 22:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Litbang Balingtan) tengah melakukan Kerjasama Penelitian, Pengkajian, dan Pengembanagan Pertanian Strategis (K4PS). Bertempat di Laboratorium Gas Rumah Kaca, kali ini Balingtan menggunakan pemanfaatan gulma Babandotan (Ageratum conizoides) untuk bahan pelapis pada pupuk lambat urai (SRF) guna mengingatkan efisiensi pupuk nitrogen (N), meningkatkan produ [ ... ]

Selengkapnya...
Artikel yang lain.......

SDM Profesional

Layanan Publik

 

 
Bank Pengetahuan Padi Indonesia
 
 Sinar tani
 
Kalender Tanam Terpadu
 
 
WBS -Whistleblower's System
 
Sinovik
 
 
 

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi.

Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tahapan-tahapan mulai dari laboratorium, rumah kasa, Lysimeter, hingga pada akhirnya mampu diterapkan di lapangan. “Lysimeter bisa juga dikatakan sebagai lapang tetapi kita tetap bisa mengendalikan lapisan kedalamannya, sebelum pada akhirnya dibawa ke lapang yang sebenarnya”, ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) ketika ditemui di ruangannya, Selasa (6/11).

Ide awal pembuatan Lysimeter di Balingtan, mengacu pada Lysimeter yang digunakan oleh Balai Tanah. Oleh Balai Tanah, Lysimeter digunakan untuk melihat pergerakan air dan mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Lalu, ketika para peneliti Balingtan berkunjung ke Taman Bogo Lampung terdapat pula metode Lysimeter digunakan oleh peneliti Taman Bogo. Inilah yang kemudian diadopsi Balingtan untuk melihat pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah. “Jadi dimodifikasi apa yang di Lampung tidak kita samakan semua, hanya ide dasarnya kita ambil. Kemudian kita kembangkan dan gunakan di sini untuk melihat cemaran” pungkas Etik.

Ide yang dikembangkan pada akhirnya terealisasi, Lysimeter pun dibuat dan diletakkan di lahan belakang Laboratorium Balingtan dengan kondisi semi permanen. “Yang dulu belum alami kita mendatangkan tanah dari lokasi tertentu. Bentuknya berupa besi yang dibentuk kotak, lalu diisi tanah sendiri. Sekarang benar-benar alami dari tanah sini untuk mengetahui pergerakan cemaran bagaimana, jadi seperti simulasi lapang” Etik menuturkan.

Pada tahun 2014 barulah pengadaan Lysimeter secara permanen diadakan dan dipindah ke depan oleh Balingtan. “Pemimpin di sini saat itu menyarankan untuk pindah ke depan sekaligus kita akan ada pengadaan Lysimeter yang permanen dengan sistem cor” pungkas Etik. Ketua Kelti EP3 ini juga mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk penelitian, dengan meletakkan Lysimeter di depan nantinya Lysimeter ini mampu digunakan untuk visitor plot.

Dalam kesempatan ini pula Etik mengungkapkan jika metode Lysimeter memang sudah umum digunakan. Namun, yang membedakan Lysimeter secara umum dengan Lysimeter Balingtan sendiri adalah kegunaannya untuk mengetahui pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah berupa logam berat dan pestisida. “Lysimeter itu umum, tetapi belum ada yang menggunakan Lysimeter untuk penelitian seperti di Balingtan ini” ujarnya. (Admin Balingtan)

Konsep Pertanian Berkelanjutan