Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Berita Terbaru

Pengumuman Tender Pascakualifikasi Secara Elektronik T.A 2021
01 Jan 2021 02:00 - BALINGTAN

PENGUMUMAN TENDER PASCA KUALIFIKASI SECARA ELEKTRONIK, BALINGTAN T.A 2021 Balai Penelitian Lingkungan Pertanian melalui Pokja Pemilihan Pengadaan, akan melaksanakan Tender Penambahan Nilai Pagar Keliling Kebun Percobaan (KP) Lanjutan. Tender akan dilaksanakan secara elektronik dengan Pascakualifikasi. Informasi dan mekanisme tender dapat diakses di website LPSE Kementerian Pertanian, www.lpse.pertanian.go.id.    

Selengkapnya...
Wamentan Harvick: Insyaa Allah, Saya Siap Bekerja, Wujudkan Ketahanan Pangan Bersama
25 Des 2020 03:55 - BALINGTAN

Koordinasi dan sinergi antar kementerian/ lembaga negara dan swasta merupakan hal penting dalam menjaga ketahanan pangan. Sebagai orkestrasi, pembangunan pertanian membutuhkan kekuatan, kesesuaian, akurasi data dan proses mitigasi permasalahan yang presisi, akurat dan cepat.  Dilantiknya Harvick Hasnul Qolbi sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu 23 Desember 2020 diyakini semakin memperkuat kepemimpinan di Kementerian Pe [ ... ]

Selengkapnya...
Kegiatan Pendampingan Kostratani di BPP Kec. Jakenan Kab. PatiKegiatan Pendampingan Kostratani di BPP Kec. Jakenan Kab. Pati
13 Okt 2020 01:55 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Balingtan melakukan pendampingan kegiatan Kostratani di BPP Kecamatan Jakenan untuk memonitor program-program Kementerian Pertanian yang tengah berjalan saat ini. Meski ditengah pandemi covid-19, Balingtan tetap berupaya untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian melalui pendampingan kegiatan Kostratani di BPP Jakenan. Kondisi di Kecamatan Jakenan saat ini, petani sudah melakukan panen dan akan memasuki musim penghujan  [ ... ]

Selengkapnya...
Kemudahan Akses Bantuan melalui Kartu TaniKemudahan Akses Bantuan melalui Kartu Tani
12 Okt 2020 16:47 - ADMIN BALINGTAN

          Berita Balingtan - Balingtan melakukan pendampingan kegiatan BPP Kostra Tani Kec Pucakwangi Kabupaten Pati. Kegiatan yang sedang dilakukan di BPP Pucakwangi yaitu pengelolaan kartu Tani. Kartu Tani merupakan salah satu program kementan dalam mengalokasikan bantuan saprodi pupuk kepada petani. Dengan menggunakan kartu tani, petani dapat membeli pupuk bersubsidi. Selain itu secara bertahap dengan kartu petani, petani dapat menjual hasil panen tanp [ ... ]

Selengkapnya...
Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak Studi Banding Agroeduwisata ke BalingtanDinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak Studi Banding Agroeduwisata ke Balingtan
01 Okt 2020 16:49 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Balingtan mendapatkan kunjungan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak. Dengan menerapkan protokol covid-19, Kepala Balingtan (Ir. Mas Teddy Sutriadi, M.Si) menerima kedatangan tamu dari Distanpangan Kab. Demak dan jajarannya. Dalam kesempatan tersebut Kepala Balingtan menyampaikan sambutan hangat dan memaparkan profil Balingtan dan TSP Balingtan. Rombongan berjumlah 11 orang tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas [ ... ]

Selengkapnya...
Berita yang lain.......

Info Teknologi Terbaru

Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor PertanianInventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Pertanian
11 Mar 2019 02:50 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Inventarisasi GRK merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi (source) dan penyerapnya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Ada beberapa kegiatan dalam sektor pertanian yang menjadi sumber Gas Rumah Kaca yaitu emisi gas dari lahan sawah, sendawa ternak, pengelolaan kotoran ternak, penggunaan kapur pertanian, pemupukan urea, pembakar [ ... ]

Selengkapnya...
Filtrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIOFiltrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIO
05 Des 2018 06:33 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Air yang berasal dari sungai, sawah, danau yang mengalir ke badan sungai yang nantinya akan digunakan untuk air irigasi dimungkinkan mengandung cemaran logam berat maupun residu pestisida. Air irigasi tersebut biasanya terkontaminasi cemaran logam berat dan residu pestisida akibat dari limbah industri dan pestisida di lahan pertanian intensif. Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sung [ ... ]

Selengkapnya...
“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat
09 Nov 2018 00:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah. Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman y [ ... ]

Selengkapnya...
Mengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan LysimeterMengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan Lysimeter
07 Nov 2018 23:11 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi. Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tah [ ... ]

Selengkapnya...
Gulma Babandotan: Pelapis Pupuk Lambat Urai Pembawa ManfaatGulma Babandotan: Pelapis Pupuk Lambat Urai Pembawa Manfaat
26 Okt 2018 22:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Litbang Balingtan) tengah melakukan Kerjasama Penelitian, Pengkajian, dan Pengembanagan Pertanian Strategis (K4PS). Bertempat di Laboratorium Gas Rumah Kaca, kali ini Balingtan menggunakan pemanfaatan gulma Babandotan (Ageratum conizoides) untuk bahan pelapis pada pupuk lambat urai (SRF) guna mengingatkan efisiensi pupuk nitrogen (N), meningkatkan produ [ ... ]

Selengkapnya...
Artikel yang lain.......

SDM Profesional

Layanan Publik

 

 
Bank Pengetahuan Padi Indonesia
 
 Sinar tani
 
Kalender Tanam Terpadu
 
 
WBS -Whistleblower's System
 
Sinovik
 
 
 

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi.

Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tahapan-tahapan mulai dari laboratorium, rumah kasa, Lysimeter, hingga pada akhirnya mampu diterapkan di lapangan. “Lysimeter bisa juga dikatakan sebagai lapang tetapi kita tetap bisa mengendalikan lapisan kedalamannya, sebelum pada akhirnya dibawa ke lapang yang sebenarnya”, ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) ketika ditemui di ruangannya, Selasa (6/11).

Ide awal pembuatan Lysimeter di Balingtan, mengacu pada Lysimeter yang digunakan oleh Balai Tanah. Oleh Balai Tanah, Lysimeter digunakan untuk melihat pergerakan air dan mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Lalu, ketika para peneliti Balingtan berkunjung ke Taman Bogo Lampung terdapat pula metode Lysimeter digunakan oleh peneliti Taman Bogo. Inilah yang kemudian diadopsi Balingtan untuk melihat pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah. “Jadi dimodifikasi apa yang di Lampung tidak kita samakan semua, hanya ide dasarnya kita ambil. Kemudian kita kembangkan dan gunakan di sini untuk melihat cemaran” pungkas Etik.

Ide yang dikembangkan pada akhirnya terealisasi, Lysimeter pun dibuat dan diletakkan di lahan belakang Laboratorium Balingtan dengan kondisi semi permanen. “Yang dulu belum alami kita mendatangkan tanah dari lokasi tertentu. Bentuknya berupa besi yang dibentuk kotak, lalu diisi tanah sendiri. Sekarang benar-benar alami dari tanah sini untuk mengetahui pergerakan cemaran bagaimana, jadi seperti simulasi lapang” Etik menuturkan.

Pada tahun 2014 barulah pengadaan Lysimeter secara permanen diadakan dan dipindah ke depan oleh Balingtan. “Pemimpin di sini saat itu menyarankan untuk pindah ke depan sekaligus kita akan ada pengadaan Lysimeter yang permanen dengan sistem cor” pungkas Etik. Ketua Kelti EP3 ini juga mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk penelitian, dengan meletakkan Lysimeter di depan nantinya Lysimeter ini mampu digunakan untuk visitor plot.

Dalam kesempatan ini pula Etik mengungkapkan jika metode Lysimeter memang sudah umum digunakan. Namun, yang membedakan Lysimeter secara umum dengan Lysimeter Balingtan sendiri adalah kegunaannya untuk mengetahui pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah berupa logam berat dan pestisida. “Lysimeter itu umum, tetapi belum ada yang menggunakan Lysimeter untuk penelitian seperti di Balingtan ini” ujarnya. (Admin Balingtan)

Konsep Pertanian Berkelanjutan

Medsos Facebook

Medsos Twitter