Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Berita Terbaru

Gerak Cepat dalam Mengatasi Olah Tanam di Musim KemarauGerak Cepat dalam Mengatasi Olah Tanam di Musim Kemarau
11 Sep 2019 15:02 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan pada tahun 2045 sebagai lumbung pangan dunia. Untuk itu Kementerian Pertanian berupaya khusus di berbagai sector pertanian untuk swasembada. Kabupaten Jepara di bulan Juni, Juli dan Agustus mengalami surplus untuk LTT. Dari Peta prediksi peluang curah hujan Provinsi Jawa Tengah untuk Kabupaten Jepara pada minggu ke 3 bulan Oktober baru akan turun hujan. Upaya pencapaian target luas tan [ ... ]

Selengkapnya...
Solusi Percepat LTT UPSUS Jawa TengahSolusi Percepat LTT UPSUS Jawa Tengah
03 Sep 2019 00:52 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Provinsi Jawa Tengah diminta melakukan percepatan luas tambah tanam pada Upaya Khusus (LTT-UPSUS) Pajale  yang menjadi program pemerintah. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Suwandi, M.Si, saat memberi arahan pada rapat kordinasi Upsus. "Semua mengalami kekeringan, tetapi luas tambah tanam tetap harus dipercepat dengan strategi tepat," kata Suwandi, Selasa (3/9). Suwandi menawarkan solusi agar LTT tidak  [ ... ]

Selengkapnya...
Farm Field Day (FFD) Panen kedelai Farm Field Day (FFD) Panen kedelai
02 Sep 2019 00:41 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Farm Field Day (FFD) panen kedelai di Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus Kabupaten Pati dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan jajarannya, Badan Pusat Statistika, Babinsa, penyuluh se Kabupaten Pati dan Gapoktan Sayuk Tani 3 Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Bogotanjung (Bapak Warsono) yang menyampaikan permasalahan budidaya tanaman yang menurun dari lu [ ... ]

Selengkapnya...
Pengairan Otomatis dengan Menggunakan Smartphone dapat Menghemat AirPengairan Otomatis dengan Menggunakan Smartphone dapat Menghemat Air
26 Agu 2019 04:37 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Lahan tadah hujan merupakan kawasan yang cukup baik dalam menopang keberhasilan swasembada pangan. Terdapat 11 juta petani Indonesia yang terlibat di sekitar 2 juta lahan tadah hujan. Namun demikian, tantangan ketersediaan air menjadi problematika yang jamak dihadapi oleh kawasan tadah hujan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) yang terletak di Kawasan tadah hujan mampu mengelola kawasan cekaman air tersebut menjad [ ... ]

Selengkapnya...
Berita yang lain.......

Info Teknologi Terbaru

Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor PertanianInventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Pertanian
11 Mar 2019 02:50 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Inventarisasi GRK merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi (source) dan penyerapnya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Ada beberapa kegiatan dalam sektor pertanian yang menjadi sumber Gas Rumah Kaca yaitu emisi gas dari lahan sawah, sendawa ternak, pengelolaan kotoran ternak, penggunaan kapur pertanian, pemupukan urea, pembakar [ ... ]

Selengkapnya...
Filtrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIOFiltrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIO
05 Des 2018 06:33 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Air yang berasal dari sungai, sawah, danau yang mengalir ke badan sungai yang nantinya akan digunakan untuk air irigasi dimungkinkan mengandung cemaran logam berat maupun residu pestisida. Air irigasi tersebut biasanya terkontaminasi cemaran logam berat dan residu pestisida akibat dari limbah industri dan pestisida di lahan pertanian intensif. Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sung [ ... ]

Selengkapnya...
“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat
09 Nov 2018 00:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah. Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman y [ ... ]

Selengkapnya...
Mengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan LysimeterMengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan Lysimeter
07 Nov 2018 23:11 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi. Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tah [ ... ]

Selengkapnya...
Artikel yang lain.......

SDM Profesional

Layanan Publik

 

 
Bank Pengetahuan Padi Indonesia
 
 Sinar tani
 
Kalender Tanam Terpadu
 
 
WBS -Whistleblower's System

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi.

Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tahapan-tahapan mulai dari laboratorium, rumah kasa, Lysimeter, hingga pada akhirnya mampu diterapkan di lapangan. “Lysimeter bisa juga dikatakan sebagai lapang tetapi kita tetap bisa mengendalikan lapisan kedalamannya, sebelum pada akhirnya dibawa ke lapang yang sebenarnya”, ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) ketika ditemui di ruangannya, Selasa (6/11).

Ide awal pembuatan Lysimeter di Balingtan, mengacu pada Lysimeter yang digunakan oleh Balai Tanah. Oleh Balai Tanah, Lysimeter digunakan untuk melihat pergerakan air dan mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Lalu, ketika para peneliti Balingtan berkunjung ke Taman Bogo Lampung terdapat pula metode Lysimeter digunakan oleh peneliti Taman Bogo. Inilah yang kemudian diadopsi Balingtan untuk melihat pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah. “Jadi dimodifikasi apa yang di Lampung tidak kita samakan semua, hanya ide dasarnya kita ambil. Kemudian kita kembangkan dan gunakan di sini untuk melihat cemaran” pungkas Etik.

Ide yang dikembangkan pada akhirnya terealisasi, Lysimeter pun dibuat dan diletakkan di lahan belakang Laboratorium Balingtan dengan kondisi semi permanen. “Yang dulu belum alami kita mendatangkan tanah dari lokasi tertentu. Bentuknya berupa besi yang dibentuk kotak, lalu diisi tanah sendiri. Sekarang benar-benar alami dari tanah sini untuk mengetahui pergerakan cemaran bagaimana, jadi seperti simulasi lapang” Etik menuturkan.

Pada tahun 2014 barulah pengadaan Lysimeter secara permanen diadakan dan dipindah ke depan oleh Balingtan. “Pemimpin di sini saat itu menyarankan untuk pindah ke depan sekaligus kita akan ada pengadaan Lysimeter yang permanen dengan sistem cor” pungkas Etik. Ketua Kelti EP3 ini juga mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk penelitian, dengan meletakkan Lysimeter di depan nantinya Lysimeter ini mampu digunakan untuk visitor plot.

Dalam kesempatan ini pula Etik mengungkapkan jika metode Lysimeter memang sudah umum digunakan. Namun, yang membedakan Lysimeter secara umum dengan Lysimeter Balingtan sendiri adalah kegunaannya untuk mengetahui pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah berupa logam berat dan pestisida. “Lysimeter itu umum, tetapi belum ada yang menggunakan Lysimeter untuk penelitian seperti di Balingtan ini” ujarnya. (Admin Balingtan)

Konsep Pertanian Berkelanjutan