Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Berita Terbaru

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2023Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2023
25 Jan 2023 04:48 - BALINGTAN

  Kementerian Pertanian menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2023 dengan tema “Memperkuat Sektor Pertanian Sebagai Pengendali Inflasi dalam Menghadapi Krisis Pangan Dunia”. Rakernas dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC.) K. H. Ma’ruf Amin di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, (25/01/2023).   Acara ini berlangsung secara hybrid dan diikuti oleh 2800 peserta, terdiri dari seluruh pejabat eselon I, II dan seluruh UPT lingkup [ ... ]

Selengkapnya...
Studi Wisata SMPN 1 BatanganStudi Wisata SMPN 1 Batangan
19 Jan 2023 08:54 - BALINGTAN

Sekilas Info - Sebanyak 175 siswa kelas VII dari SMP Negeri 1 Batangan melakukan kunjungan ke Balingtan dalam rangka studi wisata dan belajar tentang budidaya tanaman sayuran yang yang ramah lingkungan. Siswa-siswi yang terdiri dari 5 kelas tersebut didampingi oleh Drs. Erling Pujiwanto selaku wakil Kepala Sekolah SMP negeri 1 Batangan dan juga jajaran guru kelas yang turut memdampingi siswa. Delegasi diterima secara langsung oleh Subkoordinasi Jasa Penelitian Balingtan yaitu ibu Eni Yulianing [ ... ]

Selengkapnya...
65 Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Subang Melakukan kunjungan kerja ke Balingtan dalam rangka Widya Wisata sekaligus Pengenalan Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan65 Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Subang Melakukan kunjungan kerja ke Balingtan d...
18 Jan 2023 07:13 - BALINGTAN

  Sekilas Info - Sebanyak 65 penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Subang melakukan kunjungan kerja ke Balingtan dalam rangka widya wisata sekaligus pengenalan teknologi pertanian ramah lingkungan. Rombongan didampingi oleh Ir. Asep Heryana, M.Si. selaku Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Subang dan diterima secara langsung oleh Ibu Plt. Kepala Balai Dr. Wahida Annisa Yusuf, SP., M.Sc. di Gedung Auditorium Balingtan.   Acara dilanjutkan pemaparan materi mengenai Adapta [ ... ]

Selengkapnya...
Pemeriksaan Kesehatan Seluruh Pegawai BSIP - BALINGTANPemeriksaan Kesehatan Seluruh Pegawai BSIP - BALINGTAN
16 Jan 2023 07:16 - BALINGTAN

    Sekilas Info - Di awal tahun 2023, BSIP-Balingtan mengadakan medical check-up untuk seluruh pegawai. Medical check-up merupakan suatu upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendeteksi suatu penyakit sejak dini. Dengan melakukan medical check-up secara rutin akan memastkan bahwa dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan kinerja maksimal. Adapun Pemeriksaan medical check-up meliputi: Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum, Elektrokardiografi (EKG), Radiologi (Rongent t [ ... ]

Selengkapnya...
Penyaluran Bantuan Korban Banjir oleh DWP BalingtanPenyaluran Bantuan Korban Banjir oleh DWP Balingtan
09 Jan 2023 07:18 - BALINGTAN

Sekilas Info - DWP Balingtan melakukan aksi penggalangan dana untuk bantuan korban banjir area di sekitar pati. Kemudian bantuan disalurkan untuk korban yang terkena dampak banjir berlokasi di Posko Desa Banjarsari, Kec. Gabus, Kab. Pati. Adapun bantuan yang diberikan berupa nasi bungkus, beras, mie instan, dan biskuit. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan korban yang masih terkena dampak akibat banjir di Pati, yang sampai saat ini masih melanda.   #pertanianmajumandirim [ ... ]

Selengkapnya...
Berita yang lain.......

Info Teknologi Terbaru

Pembuatan BIOCHAR Untuk Pembenah Tanah
14 Jul 2021 06:40 - BALINGTAN

Kesuburan tanah sangat perlu diperhatikan mengingat tanah berperan penting dalam penyediaan nutrisi tanaman.  Namun, ketersediaan lahan yang subur bagi tanaman kian menipis akibat peningkatan laju degradasi sumberdaya lahan, sehingga petani dituntut untuk menggunakan lahan yang kurang subur (marginal) seperti lahan masam. Lahan masam di Indonesia tercatat seluas 108,8 juta atau berkisar 76% dari total luas lahan kering (143 juta ha) (1). Tanah masam yang umumnya mempunyai nilai pH rendah (<p [ ... ]

Selengkapnya...
Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor PertanianInventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Pertanian
11 Mar 2019 02:50 - Administrator

Teknologi Balingtan - Inventarisasi GRK merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi (source) dan penyerapnya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Ada beberapa kegiatan dalam sektor pertanian yang menjadi sumber Gas Rumah Kaca yaitu emisi gas dari lahan sawah, sendawa ternak, pengelolaan kotoran ternak, penggunaan kapur pertanian, pemupukan urea, pembakar [ ... ]

Selengkapnya...
Filtrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIOFiltrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIO
05 Des 2018 06:33 - Administrator

Teknologi Balingtan - Air yang berasal dari sungai, sawah, danau yang mengalir ke badan sungai yang nantinya akan digunakan untuk air irigasi dimungkinkan mengandung cemaran logam berat maupun residu pestisida. Air irigasi tersebut biasanya terkontaminasi cemaran logam berat dan residu pestisida akibat dari limbah industri dan pestisida di lahan pertanian intensif. Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sung [ ... ]

Selengkapnya...
“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat
09 Nov 2018 00:06 - Administrator

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah. Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman y [ ... ]

Selengkapnya...
Mengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan LysimeterMengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan Lysimeter
07 Nov 2018 23:11 - Administrator

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi. Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tah [ ... ]

Selengkapnya...
Artikel yang lain.......

SDM Profesional

Layanan Publik

 

 
 
 Sinar tani
 
WBS -Whistleblower's System
 
 
 
 
 
 

 

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi.

Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tahapan-tahapan mulai dari laboratorium, rumah kasa, Lysimeter, hingga pada akhirnya mampu diterapkan di lapangan. “Lysimeter bisa juga dikatakan sebagai lapang tetapi kita tetap bisa mengendalikan lapisan kedalamannya, sebelum pada akhirnya dibawa ke lapang yang sebenarnya”, ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) ketika ditemui di ruangannya, Selasa (6/11).

Ide awal pembuatan Lysimeter di Balingtan, mengacu pada Lysimeter yang digunakan oleh Balai Tanah. Oleh Balai Tanah, Lysimeter digunakan untuk melihat pergerakan air dan mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Lalu, ketika para peneliti Balingtan berkunjung ke Taman Bogo Lampung terdapat pula metode Lysimeter digunakan oleh peneliti Taman Bogo. Inilah yang kemudian diadopsi Balingtan untuk melihat pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah. “Jadi dimodifikasi apa yang di Lampung tidak kita samakan semua, hanya ide dasarnya kita ambil. Kemudian kita kembangkan dan gunakan di sini untuk melihat cemaran” pungkas Etik.

Ide yang dikembangkan pada akhirnya terealisasi, Lysimeter pun dibuat dan diletakkan di lahan belakang Laboratorium Balingtan dengan kondisi semi permanen. “Yang dulu belum alami kita mendatangkan tanah dari lokasi tertentu. Bentuknya berupa besi yang dibentuk kotak, lalu diisi tanah sendiri. Sekarang benar-benar alami dari tanah sini untuk mengetahui pergerakan cemaran bagaimana, jadi seperti simulasi lapang” Etik menuturkan.

Pada tahun 2014 barulah pengadaan Lysimeter secara permanen diadakan dan dipindah ke depan oleh Balingtan. “Pemimpin di sini saat itu menyarankan untuk pindah ke depan sekaligus kita akan ada pengadaan Lysimeter yang permanen dengan sistem cor” pungkas Etik. Ketua Kelti EP3 ini juga mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk penelitian, dengan meletakkan Lysimeter di depan nantinya Lysimeter ini mampu digunakan untuk visitor plot.

Dalam kesempatan ini pula Etik mengungkapkan jika metode Lysimeter memang sudah umum digunakan. Namun, yang membedakan Lysimeter secara umum dengan Lysimeter Balingtan sendiri adalah kegunaannya untuk mengetahui pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah berupa logam berat dan pestisida. “Lysimeter itu umum, tetapi belum ada yang menggunakan Lysimeter untuk penelitian seperti di Balingtan ini” ujarnya. (Admin Balingtan)

Konsep Pertanian Berkelanjutan