Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Berita Terbaru

Rintis Adiwiyata dengan Mengenal Pertanian dan Lingkungan Hidup
15 Nov 2018 13:10 - ADMIN BALINGTANRintis Adiwiyata dengan Mengenal Pertanian dan Lingkungan Hidup

Berita Balingtan - SMP N 1 Jaken, Pati baru saja menyelesaikan Kunjungan Belajar Pertanian dan Lingkungan Hidup ke Balingtan pada, Kamis (15/11). Kegiatan ini diikuti oleh 20 siswa-siswi kelas VII dan VIII yang didaulat sebagai Duta Adiwiyata SMP N 1 Jaken. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah sebagai upaya menambah pengetahuan dan ketrampilan siswa-siswi SMP N 1 Jaken dalam bidang pertanian dan lingkungan hidup. Hal ini sejalan dengan program SMP N 1 J [ ... ]

Selengkapnya...
Tambah Wawasan Lingkungan Anak-Anak
14 Nov 2018 23:48 - ADMIN BALINGTANTambah Wawasan Lingkungan Anak-Anak

Berita Balingtan - TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kajen, Margoyoso Pati telah melaksanakan kegiatan kunjungan lapang ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (14/11). Kegiatan yang diikuti 100 siswa dan 12 guru pendamping tersebut berlangsung selama satu jam dari pukul 08.00-09.00 WIB dengan pendampingan penuh dari para peneliti Balingtan. Acara dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai lingkungan tersebut diikuti secara antusias ole [ ... ]

Selengkapnya...
Apresiasi Banyak Kalangan, Wawasan Konsep Pertanian Ramah Lingkungan
13 Nov 2018 07:47 - ADMIN BALINGTANApresiasi Banyak Kalangan, Wawasan Konsep Pertanian Ramah Lingkungan

Admin Balingtan - Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tidar Magelang telah melaksanakan kunjungan ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian pada Kamis (8/11). Diikuti 90 orang mahasiswa, kunjungan lapang tersebut diawali dengan penyambutan pihak Balingtan di Auditorium Balingtan. Kegiatan terlebih dahulu dibuka dengan sambutan dari Kepala Balingtan Mas Teddy Sutriadi sekaligus penyerahan MOU dari pihak Universitas Tidar Magelang. “Deng [ ... ]

Selengkapnya...
Berita yang lain.......

Info Teknologi Terbaru

“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat
09 Nov 2018 00:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah. Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman y [ ... ]

Selengkapnya...
Mengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan LysimeterMengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan Lysimeter
07 Nov 2018 23:11 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi. Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tah [ ... ]

Selengkapnya...
Gulma Babandotan: Pelapis Pupuk Lambat Urai Pembawa ManfaatGulma Babandotan: Pelapis Pupuk Lambat Urai Pembawa Manfaat
26 Okt 2018 22:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Litbang Balingtan) tengah melakukan Kerjasama Penelitian, Pengkajian, dan Pengembanagan Pertanian Strategis (K4PS). Bertempat di Laboratorium Gas Rumah Kaca, kali ini Balingtan menggunakan pemanfaatan gulma Babandotan (Ageratum conizoides) untuk bahan pelapis pada pupuk lambat urai (SRF) guna mengingatkan efisiensi pupuk nitrogen (N), meningkatkan produ [ ... ]

Selengkapnya...
Artikel yang lain.......

SDM Profesional

Layanan Publik

 WBS -Whistleblower's System

Bank Pengetahuan Padi Indonesia
 
 Sinar tani
 
Kalender Tanam Terpadu
 

 

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi.

Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tahapan-tahapan mulai dari laboratorium, rumah kasa, Lysimeter, hingga pada akhirnya mampu diterapkan di lapangan. “Lysimeter bisa juga dikatakan sebagai lapang tetapi kita tetap bisa mengendalikan lapisan kedalamannya, sebelum pada akhirnya dibawa ke lapang yang sebenarnya”, ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) ketika ditemui di ruangannya, Selasa (6/11).

Ide awal pembuatan Lysimeter di Balingtan, mengacu pada Lysimeter yang digunakan oleh Balai Tanah. Oleh Balai Tanah, Lysimeter digunakan untuk melihat pergerakan air dan mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Lalu, ketika para peneliti Balingtan berkunjung ke Taman Bogo Lampung terdapat pula metode Lysimeter digunakan oleh peneliti Taman Bogo. Inilah yang kemudian diadopsi Balingtan untuk melihat pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah. “Jadi dimodifikasi apa yang di Lampung tidak kita samakan semua, hanya ide dasarnya kita ambil. Kemudian kita kembangkan dan gunakan di sini untuk melihat cemaran” pungkas Etik.

Ide yang dikembangkan pada akhirnya terealisasi, Lysimeter pun dibuat dan diletakkan di lahan belakang Laboratorium Balingtan dengan kondisi semi permanen. “Yang dulu belum alami kita mendatangkan tanah dari lokasi tertentu. Bentuknya berupa besi yang dibentuk kotak, lalu diisi tanah sendiri. Sekarang benar-benar alami dari tanah sini untuk mengetahui pergerakan cemaran bagaimana, jadi seperti simulasi lapang” Etik menuturkan.

Pada tahun 2014 barulah pengadaan Lysimeter secara permanen diadakan dan dipindah ke depan oleh Balingtan. “Pemimpin di sini saat itu menyarankan untuk pindah ke depan sekaligus kita akan ada pengadaan Lysimeter yang permanen dengan sistem cor” pungkas Etik. Ketua Kelti EP3 ini juga mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk penelitian, dengan meletakkan Lysimeter di depan nantinya Lysimeter ini mampu digunakan untuk visitor plot.

Dalam kesempatan ini pula Etik mengungkapkan jika metode Lysimeter memang sudah umum digunakan. Namun, yang membedakan Lysimeter secara umum dengan Lysimeter Balingtan sendiri adalah kegunaannya untuk mengetahui pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah berupa logam berat dan pestisida. “Lysimeter itu umum, tetapi belum ada yang menggunakan Lysimeter untuk penelitian seperti di Balingtan ini” ujarnya. (Admin Balingtan)