Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Berita Terbaru

Balingtan Berperan Penting Mendukung Perbaikan Kualitas Lingkungan Pertanian
11 Jul 2019 12:34 - ADMIN BALINGTANBalingtan Berperan Penting Mendukung Perbaikan Kualitas Lingkungan Pertanian

        Berita Balingtan - Bapak Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev (Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan) bersama Balingtan mengikat kebahagiaan untuk memajukan pertanian yang ramah lingkungan (lingkungan pertanian yang lebih baik) 1 step, 10 step, 100 step closer untuk Balingtan menuju pertanian ramah lingkungan. Bapak Pending Dadih Permana. Atau yang akrab disapa Bapak Dadih berkunjung ke Balingtan dalam rangka misi besar untuk meningkatkan kualitas  [ ... ]

Selengkapnya...
Upaya membangunkan Raksasa Tertidur
02 Jul 2019 16:58 - ADMIN BALINGTANUpaya membangunkan Raksasa Tertidur

        Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel sebagian besar lahan Pertanian yang digunakan untuk bercocok tanam adalah Lahan Rawa Lebak. Beberapa petani di Kabupaten OKI ini rata-rata hanya bisa tanam padi satu kali dalam setahun karena pada musim penghujan (bulan Januari) lahan mereka akan tergenang air dan tidak dapat ditanami. Pada (28/6) Tim Pendamping SERASI bersama Koordinator Penyuluh melakukan kunjungan lapang ke desa Tanjung Serang, Kec. Kayu  [ ... ]

Selengkapnya...
Sosialisasi Program #SERASI di Kecamatan Gambut, Kalimantan Selatan
26 Jun 2019 02:30 - ADMIN BALINGTANSosialisasi Program #SERASI di Kecamatan Gambut, Kalimantan Selatan

        Berita Balingtan - Kecamatan Gambut merupakan salah satu calon lokasi Program#SERASI yang ada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kecamatan Gambut terdiri dari 12 Desa dan 2 Kelurahan. Sebagian besar wilayah Kec. Gambut merupakan lahan rawa pasang surut tipe C dengan komoditas dominan adalah padi lokal. Menurut Sekretaris Camat Gambut, Kec. Gambut adalah lumbung padi Kabupaten Banjar. Dalam rangka mensukseskan Program#SERASI, pada Senin 24 Ju [ ... ]

Selengkapnya...
Berita yang lain.......

Info Teknologi Terbaru

Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor PertanianInventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Pertanian
11 Mar 2019 02:50 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Inventarisasi GRK merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi (source) dan penyerapnya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Ada beberapa kegiatan dalam sektor pertanian yang menjadi sumber Gas Rumah Kaca yaitu emisi gas dari lahan sawah, sendawa ternak, pengelolaan kotoran ternak, penggunaan kapur pertanian, pemupukan urea, pembakar [ ... ]

Selengkapnya...
Filtrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIOFiltrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIO
05 Des 2018 06:33 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Air yang berasal dari sungai, sawah, danau yang mengalir ke badan sungai yang nantinya akan digunakan untuk air irigasi dimungkinkan mengandung cemaran logam berat maupun residu pestisida. Air irigasi tersebut biasanya terkontaminasi cemaran logam berat dan residu pestisida akibat dari limbah industri dan pestisida di lahan pertanian intensif. Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sung [ ... ]

Selengkapnya...
“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat
09 Nov 2018 00:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah. Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman y [ ... ]

Selengkapnya...
Artikel yang lain.......

SDM Profesional

Layanan Publik

 

 
Bank Pengetahuan Padi Indonesia
 
 Sinar tani
 
Kalender Tanam Terpadu
 
 
WBS -Whistleblower's System

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi.

Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tahapan-tahapan mulai dari laboratorium, rumah kasa, Lysimeter, hingga pada akhirnya mampu diterapkan di lapangan. “Lysimeter bisa juga dikatakan sebagai lapang tetapi kita tetap bisa mengendalikan lapisan kedalamannya, sebelum pada akhirnya dibawa ke lapang yang sebenarnya”, ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) ketika ditemui di ruangannya, Selasa (6/11).

Ide awal pembuatan Lysimeter di Balingtan, mengacu pada Lysimeter yang digunakan oleh Balai Tanah. Oleh Balai Tanah, Lysimeter digunakan untuk melihat pergerakan air dan mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Lalu, ketika para peneliti Balingtan berkunjung ke Taman Bogo Lampung terdapat pula metode Lysimeter digunakan oleh peneliti Taman Bogo. Inilah yang kemudian diadopsi Balingtan untuk melihat pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah. “Jadi dimodifikasi apa yang di Lampung tidak kita samakan semua, hanya ide dasarnya kita ambil. Kemudian kita kembangkan dan gunakan di sini untuk melihat cemaran” pungkas Etik.

Ide yang dikembangkan pada akhirnya terealisasi, Lysimeter pun dibuat dan diletakkan di lahan belakang Laboratorium Balingtan dengan kondisi semi permanen. “Yang dulu belum alami kita mendatangkan tanah dari lokasi tertentu. Bentuknya berupa besi yang dibentuk kotak, lalu diisi tanah sendiri. Sekarang benar-benar alami dari tanah sini untuk mengetahui pergerakan cemaran bagaimana, jadi seperti simulasi lapang” Etik menuturkan.

Pada tahun 2014 barulah pengadaan Lysimeter secara permanen diadakan dan dipindah ke depan oleh Balingtan. “Pemimpin di sini saat itu menyarankan untuk pindah ke depan sekaligus kita akan ada pengadaan Lysimeter yang permanen dengan sistem cor” pungkas Etik. Ketua Kelti EP3 ini juga mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk penelitian, dengan meletakkan Lysimeter di depan nantinya Lysimeter ini mampu digunakan untuk visitor plot.

Dalam kesempatan ini pula Etik mengungkapkan jika metode Lysimeter memang sudah umum digunakan. Namun, yang membedakan Lysimeter secara umum dengan Lysimeter Balingtan sendiri adalah kegunaannya untuk mengetahui pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah berupa logam berat dan pestisida. “Lysimeter itu umum, tetapi belum ada yang menggunakan Lysimeter untuk penelitian seperti di Balingtan ini” ujarnya. (Admin Balingtan)