Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Berita Terbaru

Bermain dan Belajar ala TK Dharma Wanita Kedalon BatanganBermain dan Belajar ala TK Dharma Wanita Kedalon Batangan
17 Des 2019 16:55 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Balingtan mendapat kunjungan dari TK Dharma Wanita Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Dalam kesempatan ini, 24 siswa didampingi oleh orang tua dan guru belajar mengenal tanaman dan kegiatan pertanian di lingkungan Balingtan. Peserta dengan penuh melafal nama dan jenis tanaman yang ada di sepanjang jalan. Sesekali peserta bernyanyi dan bermain tebak-tebakan agar perjalanan tidak membosankan. Peserta juga diajarkan untuk m [ ... ]

Selengkapnya...
Training of Master Panca Kelola Pertanian Ramah Lingkungan di Bappeda JeparaTraining of Master Panca Kelola Pertanian Ramah Lingkungan di Bappeda Jepara
11 Des 2019 16:40 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara menyelenggarakan Training of Master “Diseminasi Panca Kelola Pertanian Ramah Lingkungan” dengan menggandeng Balingtan sebagai narasumbernya (10-11/12). Kegiatan ini dilaksanakan di Sanggar Informasi Masyarakat (SIM) Kabupaten Jepara dan diikuti oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di wilayah Kabupaten Jepara. Menurut Suyudi perwakilan dari Bappeda Jepara,  [ ... ]

Selengkapnya...
Kegiatan Climate Smart Agriculture (CSA), Teknologi Balingtan Unjuk GigihKegiatan Climate Smart Agriculture (CSA), Teknologi Balingtan Unjuk Gigih
02 Des 2019 16:56 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Sebanyak 35 peserta dan 5 panitia TOM melakukan kunjungan lapang ke Balingtan. Peserta merupakan Dosen, Widyaiswara, Penyuluh pertanian/KJF Provinsi, dan Penyuluh Pertanian/KJF Pusat yang berasal dari 8 provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat). Kegiatan ini merupakan serangkaian agenda TOM Climate Smart Agriculture (CSA) dari pro [ ... ]

Selengkapnya...
Kunjungan Edukasi TK Assalafiyah, Kenalkan Anak Pada Dunia Pertanian Ramah LingkunganKunjungan Edukasi TK Assalafiyah, Kenalkan Anak Pada Dunia Pertanian Ramah Lingkungan
28 Nov 2019 16:58 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Ada pemandangan yang berbeda Kamis (28/11). Rombongan anak-anak berseragam Taman Kanak-Kanak (TK) berwarna merah tampak berkeliling di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Anak-anak tersebut adalah peserta kunjungan edukasi dari TK Assalafiyah. Peserta kunjungan edukasi kali ini berjumlah 30 orang yang diidampingi oleh 4 orang guru dan  orang tua masing-masing anak. Kegiatan yang dilakukan pada kunjungan ini diantaranya mengen [ ... ]

Selengkapnya...
Berita yang lain.......

Info Teknologi Terbaru

Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor PertanianInventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Pertanian
11 Mar 2019 02:50 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Inventarisasi GRK merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi (source) dan penyerapnya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Ada beberapa kegiatan dalam sektor pertanian yang menjadi sumber Gas Rumah Kaca yaitu emisi gas dari lahan sawah, sendawa ternak, pengelolaan kotoran ternak, penggunaan kapur pertanian, pemupukan urea, pembakar [ ... ]

Selengkapnya...
Filtrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIOFiltrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIO
05 Des 2018 06:33 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Air yang berasal dari sungai, sawah, danau yang mengalir ke badan sungai yang nantinya akan digunakan untuk air irigasi dimungkinkan mengandung cemaran logam berat maupun residu pestisida. Air irigasi tersebut biasanya terkontaminasi cemaran logam berat dan residu pestisida akibat dari limbah industri dan pestisida di lahan pertanian intensif. Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sung [ ... ]

Selengkapnya...
“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat
09 Nov 2018 00:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah. Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman y [ ... ]

Selengkapnya...
Mengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan LysimeterMengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan Lysimeter
07 Nov 2018 23:11 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi. Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tah [ ... ]

Selengkapnya...
Artikel yang lain.......

SDM Profesional

Layanan Publik

 

 
Bank Pengetahuan Padi Indonesia
 
 Sinar tani
 
Kalender Tanam Terpadu
 
 
WBS -Whistleblower's System

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi.

Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tahapan-tahapan mulai dari laboratorium, rumah kasa, Lysimeter, hingga pada akhirnya mampu diterapkan di lapangan. “Lysimeter bisa juga dikatakan sebagai lapang tetapi kita tetap bisa mengendalikan lapisan kedalamannya, sebelum pada akhirnya dibawa ke lapang yang sebenarnya”, ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) ketika ditemui di ruangannya, Selasa (6/11).

Ide awal pembuatan Lysimeter di Balingtan, mengacu pada Lysimeter yang digunakan oleh Balai Tanah. Oleh Balai Tanah, Lysimeter digunakan untuk melihat pergerakan air dan mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Lalu, ketika para peneliti Balingtan berkunjung ke Taman Bogo Lampung terdapat pula metode Lysimeter digunakan oleh peneliti Taman Bogo. Inilah yang kemudian diadopsi Balingtan untuk melihat pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah. “Jadi dimodifikasi apa yang di Lampung tidak kita samakan semua, hanya ide dasarnya kita ambil. Kemudian kita kembangkan dan gunakan di sini untuk melihat cemaran” pungkas Etik.

Ide yang dikembangkan pada akhirnya terealisasi, Lysimeter pun dibuat dan diletakkan di lahan belakang Laboratorium Balingtan dengan kondisi semi permanen. “Yang dulu belum alami kita mendatangkan tanah dari lokasi tertentu. Bentuknya berupa besi yang dibentuk kotak, lalu diisi tanah sendiri. Sekarang benar-benar alami dari tanah sini untuk mengetahui pergerakan cemaran bagaimana, jadi seperti simulasi lapang” Etik menuturkan.

Pada tahun 2014 barulah pengadaan Lysimeter secara permanen diadakan dan dipindah ke depan oleh Balingtan. “Pemimpin di sini saat itu menyarankan untuk pindah ke depan sekaligus kita akan ada pengadaan Lysimeter yang permanen dengan sistem cor” pungkas Etik. Ketua Kelti EP3 ini juga mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk penelitian, dengan meletakkan Lysimeter di depan nantinya Lysimeter ini mampu digunakan untuk visitor plot.

Dalam kesempatan ini pula Etik mengungkapkan jika metode Lysimeter memang sudah umum digunakan. Namun, yang membedakan Lysimeter secara umum dengan Lysimeter Balingtan sendiri adalah kegunaannya untuk mengetahui pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah berupa logam berat dan pestisida. “Lysimeter itu umum, tetapi belum ada yang menggunakan Lysimeter untuk penelitian seperti di Balingtan ini” ujarnya. (Admin Balingtan)

Konsep Pertanian Berkelanjutan