Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Bapak Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev (Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan) bersama Balingtan mengikat kebahagiaan untuk memajukan pertanian yang ramah lingkungan (lingkungan pertanian yang lebih baik)

1 step, 10 step, 100 step closer untuk Balingtan menuju pertanian ramah lingkungan.

Bapak Pending Dadih Permana. Atau yang akrab disapa Bapak Dadih berkunjung ke Balingtan dalam rangka misi besar untuk meningkatkan kualitas lingkungan pertanian saat ini.

Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. kalimat ini sering kita dengar dari Bapak Menteri Pertanian. Ada 3 sumber daya yang dimana Indonesia kaya akan hal itu. Ketiga hal tersebut yaitu lahan, udara dan sumber daya air. Negara kita begitu kaya untuk membuat pertanian kita go internasional. Namun masih banyak kendala yang kita hadapi saat ini.

Akhir2 ini kita dihadapkan pada kendala lingkungan yang sangat menyita perhatian publik. Meski bernilai kecil, kita tetaplah berkontribusi pada kondisi lingkungan yang semakin tercemar dan pemanasan global saat ini. Program pemerintah terkait peningkatan produksi masih kurang di barengi dengan aspek lingkungan.

Oleh karena itu, Balingtan memiliki peran besar dalam hal ini. Balingtan melalui tupoksi nya harus membantu kementerian pertanian untuk menyusun bahan kajian sebagai rekomendasi untuk kebijakan terkait bidang lingkungan.

Di awali dengan pulau Jawa, Bapak Dadih mengajak Balingtan berkontribusi dalam memperbaiki kondisi lahan pertanian. Terkait pembiayaan Balingtan tidak sendiri, ada banyak mitra yang bersedia mendukung riset riset yang terkait dengan aspek lingkungan.

Mari kita lakukan sekarang. Tidak ada besok atau lusa, harus sekarang. Ayo Kita bersama merumuskan hal di atas untuk mendukung perbaikan kualitas lingkungan pertanian yang kita cintai ini, tutup beliau. (Admin Balingtan)

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel sebagian besar lahan Pertanian yang digunakan untuk bercocok tanam adalah Lahan Rawa Lebak. Beberapa petani di Kabupaten OKI ini rata-rata hanya bisa tanam padi satu kali dalam setahun karena pada musim penghujan (bulan Januari) lahan mereka akan tergenang air dan tidak dapat ditanami.

Pada (28/6) Tim Pendamping SERASI bersama Koordinator Penyuluh melakukan kunjungan lapang ke desa Tanjung Serang, Kec. Kayu Agung perjalanan ditempuh dengan ketek (Perahu Kecil) selama satu jam menyeberangi danau Teloko dan menyelurusuri anak Sungai. Beberapa kali perahu kami tersangkut akibat jalur perahu tertutup tumbuhan rawa yang mengharuskan pengantar kami turun ke air untuk menarik perahu.

Salah satu usulan desa Tanjung Serang pada program SERASI adalah pembuatan pintu air yang menurut Ketua Gapoktannya sangat berpengaruh terhadap pengelolaan air di lahan mereka. Saat musim hujan tiba, sawah mereka tidak dapat ditanami karena air yang terlalu tinggi. Disaat itu, petani beralih mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari. Banyak keramba-keramba yang mereka pasang di pinggir jalur perahu yang dapat mereka panen saat musim penghujan.

Semoga upaya pemerintah dalam mengoptimalkan lahan rawa melalui program SERASI ini akan sukses dan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman sehingga Petani akan sejahtera. Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani. (Elga-Balingtan)

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Seluas 1270 Ha sawah lahan rawa pasang surut dan lahan rawa lebak di Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi target program SERASI Kementerian Pertanian. Cengal, sebuah kecamatan di pesisir timur sumatera selatan dengan mayoritas pekerjaan masyarakat sebagai petani dan nelayan menyambut baik program SERASI.

SERASI – Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani atau yang biasa dikenal dengan nama OPLA - Optimasi Lahan Rawa diharapkan dapat mengatasi permasalahan pertanian lahan rawa seperti kemasaman tanah, cekaman, maupun genangan air. Dengan pengembangan lahan pertanian rawa yang baik tentunya dapat  meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi dan juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Selama dua hari, Rabu dan Kamis (19-20/06), pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura telah melakukan survey dan investigasi di empat desa di antaranya Desa Pelimbagan, Sungai Jeruju, Pantai Harapan, dan Kuala Sungai Jeruju. Survei dan investigasi dibantu oleh ketua gabungan kelompok tani dan didampingi oleh kepala desa.

Melalui survei dan investigasi, didapatkan informasi keadaan real lapangan seperti luas baku, keberadaan sumber air, analisis debit air, dan kondisi saluran. Hal tersebut penting dilakukan untuk mendukung irigasi yang baik di lahan sawah pasang surut dan lebak. Selanjutnya, informasi tersebut akan digunakan dalam penyusunan rencana anggaran biaya maupun rancang bangun yang nantinya juga digunakan dalam pembangunan maupun rehabilitasi saluran irigasi, pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan bantuan produkdi padi (benih, pupuk, herbisida, maupun dolomit). (nourma - Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Kecamatan Gambut merupakan salah satu calon lokasi Program#SERASI yang ada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kecamatan Gambut terdiri dari 12 Desa dan 2 Kelurahan. Sebagian besar wilayah Kec. Gambut merupakan lahan rawa pasang surut tipe C dengan komoditas dominan adalah padi lokal. Menurut Sekretaris Camat Gambut, Kec. Gambut adalah lumbung padi Kabupaten Banjar.

Dalam rangka mensukseskan Program#SERASI, pada Senin 24 Juni 2019 bertempat di kantor BPP Kecamatan Gambut, diadakan kegiatan sosialisasi dan rapat koordinasi Program#SERASI. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Dinas TPH Kabupaten Banjar, Danramil, Sekretaris Camat, PPL, Mantri Tani, Kepala Desa sekecamatan Gambut, Ketua Gapoktan dan UPKK serta Pendamping Serasi dari Kementerian Pertanian.

Kabid PSP Dinas TPH Kabupaten Banjar Ibu Sri Apolina menjelaskan bahwa tujuan dari Program#SERASI adalah untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas serta meningkatkan partisipasi Poktan dan Gapoktan dalam pengelolaan lahan rawa. Ibu Apolina juga meminta supaya semua pihak yang terlibat bisa bekerja sama dengan serasi sehingga Program#SERASI bisa berjalan lancar dan sukses.

Dalam acara tersebut, Mantri Tani juga menjelaskan betapa penting peran dan partisipasi petani, Poktan dan Gapoktan dalam Program#SERASI. Beliau meminta supaya petani yang biasanya menanam padi sekali dalam setahun (IP 100) untuk bersedia menanam dua kali dalam setahun (IP 200). Dengan demikian target peningkatan produktivitas dapat tercapai.

Petani yang bersedia ikut  dalam Program#SERASI akan mendapatkan bantuan berupa dana untuk perbaikan infrastruktur dan pengolahan lahan pertanian, bantuan alsintan, dan bantuan Saprodi berupa benih, dolomit, pupuk dan herbisida sesuai dengan luasan area yang dimiliki petani.

Semoga Program#SERASI berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Program#SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang bertujuan untuk memanfaatkan rawa sebagai lahan pertanian produktif. Dalam rangka akselerasi proses kegiatan Program#SERASI, Balitbangtan menugaskan (Detasering) 27 orang tenaga fungsionalnya hampir dari seluruh UPT Balitbantan, tidak ketinggalan dari Balingtan. Tenaga Detaser tersebut bertugas untuk mengawasi dan mendampingi setiap tahapan dari program SERASI di Kalimantan Selatan. Petugas detasering akan ditempatkan di 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.

Pada Selasa, 18 Juni 2019, bertempat di BPTP Kalsel, Petugas detasering mendapatkan arahan dari bapak Dr, Aidi Noor selaku penanggung jawab kegiatan SERASI terkait penempatan dan tugas – tugas yang harus dilaksanakan oleh Petugas Detasering Balitbangtan. Pada kesempatan tersebut, petugas detasering juga mendapatkan penjelasan terkait pertanian lahan rawa dan sosial budaya masyarakat Kalimantan Selatan oleh Kepala BPTP Kalsel Bapak Dr, Muhammad Yasin. MP.

Ka BPTP Kalsel berharap petugas detaser dapat beradaptasi dan bekerja sama dengan baik dengan para petani, PPL, Dinas Kabupaten, Dinas Provinsi dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan SERASI, sehingga pengembangan pemanfaatan lahan rawa melalui program SERASI bisa berjalan cepat dan target untuk meningkatkan produktivitas pertanian lahan rawa dapat tercapai. (Baiq-Balingtan)

Halaman 1 dari 86