Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
   

 Berita Balingtan - Peneliti Badan Litbang Pertanian mendapat kesempatan untuk mengunjungi School of Agriculture and Food Sciences, Queensland University, Australia selama sepekan dari tanggal 6-10 Agustus 2018. Kegiatan ini undangan khusus bagi peneliti Badan Litbang Pertanian dengan peserta 3 orang. Special Short Training tersebut diprakarsai oleh Balingtan dalam upaya pengembangan pestisida nabati (Pesnab) dalam mendukung implementasi sistim pertanian ramah lingkungan. Balingtan bertekad untuk mengangkat pestisida ramah lingkungan sebagai salah satu teknologi yang dapat berperan dalam mendukung ketahanan dan keamanan pangan.

 Dari tiga peneliti Badan Litbang yang diundang dua diantaranya peneliti Balingtan yaitu Asep Kurnia SP, M.Eng. dan Dr. Elisabeth Srihayu Harsanti, dan satu lainnya peneliti dari BPTP Sumatera Utara Dr. Evawati Sri Ulina. Ketiganya mempunyai basic science program studi entomologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) saat studi S1. Beberapa agenda kunjungan hari pertama-kedua antara lain “Induction Session” tentang keselamatan kerja di lingkungan kampus maupun laboratorium yang dijelaskan oleh Mr. John Swift, Laboratory work Place Induction oleh Mr. Lachlan Fowler sebagai Technical Officer, Pengantar tentang pesnab oleh Prof. Errol Hassan Ph.D dan kunjungan  Analytical Laboratory dan pengantar penggunaan alat dan perlengkapan ekstraksi dan purifikasi oleh Ms. Katherine Raymont.  Pada kesempatan tersebut juga dilakukan persiapan material daun mimba dan kayu putih dengan melakukan grinding. Hari ketiga dan keempat akan dilakukan praktek ekstraksi bahan pestisida nabati dan pengujian bahan tersebut dengan serangga hama. Pada hari terakhir akan dilakukan diskusi dengan Prof. Errol Hassan terkait data dan hasil uji. Selain itu peneliti Balingtan Asep Kurnia, SP., M.Eng dan tim akan diberikan kesempatan untuk melakukan presentasi tentang  State of the Art of IAERI Research. Presentasi tersebut merupakan upaya penjajagan kerjasama riset terkait pestisida nabati ke depan.

 “Short training ini bagus, kalian bisa membawa pengalaman ini untuk kalian tularkan dan implementasikan ke tempatmu” tutur Prof Errol dalam kuliah pengantarnya. Kegiatan Special short training tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan Workshop dan Seminar Internasional yang bertema Inovasi Pestisida Ramah Lingkungan untuk mendukung Swasembada Pangan yang telah terselenggara 6-7 September 2017. Pada kesempatan tersebut, Badan Litbang Pertanian telah mengundang Prof. Errol Hassan, Ph.D sebagai salah satu narasumber bidang botanical pesticide. “Meskipun hanya sepekan, pengalaman ini sangat berharga bagi saya, banyak hal baru yang diperoleh. Hal sederhana tapi menjadi bernilai karena semua dilakukan dengan dasar ilmu kuat dan SOP yang tertib” kilah Harsanti salah satu peserta training Badan Litbang Pertanian. "Yang dapat kita ambil pelajaran salah satu hal yang penting dalam pengelolaan laboratorium adalah bagaimana melengkapi sarana keamanan laboratorium dan mensosialisasikannya kepada pengguna dan pengunjung laboratorium", demikian pendapat yang dikemukakan oleh Asep Kurnia sebagai salah satu peserta training. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

  Berita Balingtan - Rapat koordinasi ini sebagai solusi percepatan luas tambah tanam (LTT) dengan harapan untuk meningkatkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) pada komersil gabah serta dapat menyerap hasil panen petani untuk menambah cadangan beras Nasional. Selain itu, juga membahas pendampingan personel TNI AD di Jateng dalam mendukung program Upaya Khusus (UPSUS) untuk meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai (Pajale).

Menurut keputusan Menteri Pertanian Nomor 1243/Kpts/OT.050/8/2018 tentang kelompok kerja upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai melalui program perbaikan jaringan irigasi dan sarana pendukungnya. Balingtan mendapatkan tugas sebagai penanggungjawab UPSUS wilayah Jepara dan Pati, Jawa Tengah.

Tujuan UPSUS mencapai target LTT dan melakukan percepatan capaian target Pajale. Permasalahn di bulan agustus adalah air. Arahan Bapak Suwandi Dirjen Hortikultura adalah agar waduk bisa mengalirkan air maka harus koordinasi dengan Komandan Distrik Militer (Dandim) untuk ketersediaan air. Yang diharapkan kreatifitas masalah air adalah membuat sumur dangkal, sistem tanaman sebagai pemanfaatan lahan-lahan yang belum berfungsi seperti galengan sawah, tanah lereng, kuburan, dll, inovasi sumur pompa menggunakan listrik lebih irit daripada solar, dan pemanfaatan sodetan. “Bila tanah masih bacek atau basah digunakan dengan sistem padi gogo,” Ujarnya. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
 
       

Berita Balingtan - Bimtek “APLP” (Aksi Peduli Lingkungan Pertanian) yang diselenggarakan oleh Balingtan mulai menciptakan petani-petani muda pengadopsi teknologi pertanian ramah lingkungan Balingtan. Sebut saja Pak Karis, peserta mandiri Bimtek yang telah mencoba membuat Urea berlapis Biochar, kemudian Pak Sudargo yang mempraktekkan biopestisida selain racikannya sendiri. Satu lagi alumni Bimtek APLP dari Banyumas (Bapak Eko Suwito) yang telah mencoba membuat tungku pembuatan arang/biochar model Balingtan serta memanfaatkan biochar dan asap cairnya.

Bapak Eko Suwito sebenarnya sudah mengembangkan pertanian organik di wilayahnya. Oleh karena itu, pada tanggal 16-17 Juli 2018 kemarin beliau mengundang Tim Balingtan untuk turut serta melakukan panen raya padi organik dan sekaligus melihat secara langsung praktek pertanian ramah lingkungan yang diaplikasikan setelah mengikuti Bimtek.

Dalam acara panen bersama, Tim Balingtan (Ir. Mulyadi dan Ika Ferry Yuniati, SP), hadir bersama Kabid. Bina Usaha dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Banyumas (Ir. Tjut Viviani Kemala, M.Si). Ibu Kabid menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Balingtan dan mohon dukungan dari Balingtan kepada penyuluh dan petani Banyumas untuk mewujudkan dan mengembangkan model pertanian ramah lingkungan seperti pertanian organik (beras organik), Sistem Integrasi Tanaman dan Ternak (SITT), pembuatan dan pemanfaatan biochar dan asap cair. 

Tim Balingtan juga diundang untuk mengunjungi Kelompok Tani Marsudi Among Tamu, Desa Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas yang sudah melakukan praktek pertanian organik selama 3 musim pada lahan seluas 5-6 ha. Warga Desa Dawuhan sangat antusias menanam padi organik, bahkan melalui Kepala Desa  (Ibu Titi Bariyah) menyampaikan permohonan kepada Balingtan untuk membantu analisa kandungan pestisida dan logam berat di Laboratorium Balingtan. Selain itu juga meminta dukungan dari Balingan untuk membantu model pertanian ramah lingkungan khususnya padi organik di Desa Dawuhan.

Tim Balingtan yang diwakili oleh Ika Ferry menyampaikan kesannya atas undangan tersebut “Petani muda di Banyumas sangat bersemangat dalam mengaplikasikan/menerapkan teknologi-teknologi pertanian ramah lingkungan yg ada di Balingtan, bahkan para petani yg kemarin belum berkesempatan mengikuti kegiatan bimtek berharap suatu saat bisa dpt berkunjung dan belajar secara langsung ke Balingtan sehingga tujuan semua petani untuk menjadikan "Dawuhan Berorganik" dapat terwujud”.  (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
   
 
 
       

 Berita Balingtan - Perkembangan pertanian ramah lingkungan mendorong 6 dosen dan 37 mahasiswa Universitas Warmadewa Bali untuk berkunjung ke Balingtan pada tanggal 23 Juli 2018. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung penerapan sistem pertanian ramah lingkungan dan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Balingtan. Selain itu, untuk menumbuhkan semangat bagi para mahasiswa dalam menggali ide mengenai sistem pertanian yang peduli lingkungan di masa depan.

Para tamu dari Bali ini dipimpin oleh Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si, dan kedatangan mereka disambut oleh Kasie Yantek Jaslit Balingtan (Rina Kartikawati, M.Agr) di ruang Harmoni, Laboratorium Terpadu. Pada sesi pertama disampaikan pengenalan Balingtan beserta teknologi-teknologinya yang disampaikan oleh peneliti Balingtan (Sukarjo, M.P.). Disela presentasi diselipkan kuis yang berkaitan dengan pertanian dan tupoksi Balingtan, bagi yang menjawab diberikan hadiah berupa kaos atau topi, mahasiswa pun sangat antusias.

“Kami sangat senang mendapatkan berbagai informasi teknologi pertanian ramah lingkungan dari Balingtan. Diharapkan ke depan dapat terjalin kerjasama penelitian ataupun kegiatan lain yang dapat memajukan pertanian” ujar salah satu dosen yang turut serta dalam rombongan.

Kunjungan lapang dengan berjalan kaki melihat-lihat apa yang ada di Balingtan didampingi oleh peneliti senior Balingtan (Sri Wahyuni, SP, M.Si.). Keberhasilan dalam mengelola lahan kering iklim kering dicapai dengan mengoptimalkan sumberdaya-sumberdaya yang tersedia, antara lain penerapan teknologi embung, pemanfaatan bahan alami sebagai pestisida, dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai agen remediasi dan perbaikan produktivitas tanah. Embung menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas dengan dukungan teknologi-teknologi yang ada di Balingtan seperti pestisida nabati, fiter inlet otlet, urea berlapis biochar/arang aktif, dan pupuk organik cair.

Dari kunjungan kali ini para tamu sangat antusias belajar mengenai biochar. Cara pembuatan biochar, manfaat bagi lahan pertanian, cara memanfaatkan biochar untuk berbagai hal sangat menarik perhatian para tamu dari Bali ini. Sangat banyak pertanyaan yang dilontarkan saat kunjungan lapang. Semoga kunjungan ini dapat membantu menyebarkan informasi mengenai hal sederhana yang dapat membantu memajukan pertanian Indonesia ke seluruh pelosok negeri. JAYALAH PERTANIAN INDONESIA !!! (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
   
 
 
   

 Berita Balingtan - Perusahaan Garudafood menaruh perhatian pada penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan dimana materi tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan), 2-6 Juli 2018.  Perusahaan tersebut berkeinginan membangun kerjasama dengan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dengan mengusung konsep pertanian ramah lingkungan. Garudafood ingin mengembangkan kemitraan dengan petani di wilayah Kabupaten Pati. Selama ini, mitra Garudafood untuk budidaya kacang tanah terdapat di wilayah Jepara-Jawa Tengah dan Tuban-Jawa Timur.  

Dinilai memberikan pengaruh positif terhadap masyarakat petani di lahan tadah hujan, Balingtan menyambut baik ajakan Garudafood untuk membuat demplot budidaya kacang tanah di Kebun Percobaan Balingtan. Garudafood sendiri dalam rangka menciptakan visi go green ingin mengembangkan produk kacang organik dengan melibatkan teknologi ramah lingkungan dari Balingtan seperti penggunaan biokompos dan biopestisida produk Balingtan.

Untuk merealisasikan konsep tersebut, Ibu Citra Dewi dan Bapak Arry dari Garudafood melalukan survei lapang pada hari Selasa, 17 Juli 2018 untuk melihat calon lahan yang akan digunakan sebagai demplot budidaya kacang tanah. Survei didampingi oleh peneliti Balingtan (Asep Kurnia, SP., M.Eng) dan Kepala Kebun Percobaan Balingtan (Edi Supraptomo, SST).

Melalui kerjasama ini diharapkan dapat terwujud sinergi pihak swasta dengan lembaga pemerintah khususnya lembaga penelitian dalam rangka mengembangkan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Pati pada khususnya. Kita tunggu hasil kacang organik dari Garudafood. (Admin Balingtan)

Halaman 1 dari 64