Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Balingtan mendapat kunjungan dari TK Dharma Wanita Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Dalam kesempatan ini, 24 siswa didampingi oleh orang tua dan guru belajar mengenal tanaman dan kegiatan pertanian di lingkungan Balingtan. Peserta dengan penuh melafal nama dan jenis tanaman yang ada di sepanjang jalan. Sesekali peserta bernyanyi dan bermain tebak-tebakan agar perjalanan tidak membosankan.

Peserta juga diajarkan untuk menyayangi binatang dengan memberi pakan sapi dan diajak berkeliling mengenal binatang yang ada di Balingtan. Alfia, salah seorang peserta dari kelas A merasa senang dapat berkunjung di Balingtan. “Senang bisa memberi makan sapi langsung. Meskipun jalan agak jauh tetapi tidak capek karena jalan bersama teman-teman yang lain” Ujar Alfia. Bu Sri Winarni, SPd, selaku pendamping siswa TK Dharma Wanita juga mengemukakan bahwa tujuan dari kunjungan ke Balingtan untuk mengenalkan lingkungan pertanian baik tanaman dan binatang. “Mengganti suasana belajar dari kelas ke luar ruangan agar anak-anak lebih leluasa belajar, didukung Balingtan memiliki area yang luas dan guide yang ramah bisa menjadi pilihan pembelajaran di luar sekolah”. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara menyelenggarakan Training of Master “Diseminasi Panca Kelola Pertanian Ramah Lingkungan” dengan menggandeng Balingtan sebagai narasumbernya (10-11/12). Kegiatan ini dilaksanakan di Sanggar Informasi Masyarakat (SIM) Kabupaten Jepara dan diikuti oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di wilayah Kabupaten Jepara. Menurut Suyudi perwakilan dari Bappeda Jepara, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya mempercepat transfer teknologi pertanian dan meningkatkan sumberdaya manusia dalam mendukung program Kementerian Pertanian, yakni Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani).

Kegiatan hari pertama diisi dengan materi tentang teknologi pertanian ramah lingkungan biokompos dan biopestisida. Materi diisi oleh Poniman, SP dan Sri Wahyuni, SP., M.Si dari Balingtan. Selain itu juga dilakukan praktek pembuatan biokompos dan biopestisida secara sederhana yang dipraktikan oleh Tim Kebun Percobaan (KP) Balingtan. Dalam diskusi tentang  materi dan praktik pembuatan biopestisida dan biokompos, para peserta terlihat sangat antusias dan ingin menerapkannya langsung.

Hari kedua materi dan praktik tentang penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) yang disampaikan oleh Aprian Aji Santoso, SP., MP  dan Dolty Mellyga W.P., SP Pada kegiatan hari kedua, para peserta masih sangat bersemangat mengikuti materi yang diberikan. Peserta juga sangat antusias dalam mempraktekkan penggunaan PUTK dan PUTS karena praktik dan langsung mengetahui hasilnya.

PUTS dan PUTK sangat berguna untuk PPL karena kegiatan yang berada di lapangan dan langsung berhadapan dengan petani. Diskusi semakin hidup, ketika PPL silih berganti menanyakan hal yang berkaitan dengan PUTS dan PUTK. Beberapa pertanyaan yang banyak dilontarkan peserta adalah tentang bagaimana pengambilan sampel tanah yang baik dan benar agar dapat mewakili daerah yang luas dan bagaimana mendapatkan perangkat tersebut. Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi oleh pengisi materi, sebelum melakukan pengambilan sampel tanah, perlu diperhatikan keseragaman dan pengelolaan lahan seperti kondisi tanaman, drainase, kemiringan lahan dll. Sampel tanah diambil secara komposit pada kedalaman 0-20 cm. (Aprian Aji Santoso - Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Ada pemandangan yang berbeda Kamis (28/11). Rombongan anak-anak berseragam Taman Kanak-Kanak (TK) berwarna merah tampak berkeliling di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Anak-anak tersebut adalah peserta kunjungan edukasi dari TK Assalafiyah. Peserta kunjungan edukasi kali ini berjumlah 30 orang yang diidampingi oleh 4 orang guru dan  orang tua masing-masing anak. Kegiatan yang dilakukan pada kunjungan ini diantaranya mengenal hewan, tanaman, alat mesin pertanian, menanam cabe dan  memberi pakan sapi.

Sebelum berkeliling, anak-anak terlebih dahulu mengatur barisan dan  diajak berkenalan dengan pendamping kunjungan. Bertugas sebagai pendamping kali ini adalah Siska Apriyani., M.Ling. Anak-anak memanggilnya Kak Siska. Saat diajak berkeliling dan diperkenalkan berbagai jenis tanaman dan hewan, anak-anak sangat antusias bahkan ada yang berlari-larian karena senang berada di alam bebas. Ada juga anak-anak yang bertanya tentang apa yang tidak dipahaminya, terutama saat pengenalan alat mesin pertanian.

Kak Siska menjelaskan pada anak-anak mulai dari nama-nama hingga cara kerjanya. Saat memasuki kegiatan memberi pakan sapi, anak-anak  semakin riang tetapi ada juga yang menangis karena takut. Sementara para orang tua sambil mengawasi buah hatinya juga asyik mengabdikan moment tersebut melalui kamera handphone untuk dijadikan kenangan. Kegiatan diakhiri dengan menanam cabe, anak-anak diajarkan bagaimana cara menanam cabe, merawat  dan memelihara tanaman tersebut dirumah.  “Edukasi hari ini sangat memberi kesan luar biasa sekali, harapannya anak-anak dapat mengenal dan menambah wawasan di dunia pertanian ramah lingkungan’’, ungkap ibu guru TK Assalafiyah. (Siska Apriyani - Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Sebanyak 35 peserta dan 5 panitia TOM melakukan kunjungan lapang ke Balingtan. Peserta merupakan Dosen, Widyaiswara, Penyuluh pertanian/KJF Provinsi, dan Penyuluh Pertanian/KJF Pusat yang berasal dari 8 provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat). Kegiatan ini merupakan serangkaian agenda TOM Climate Smart Agriculture (CSA) dari proyek SIMURP 2019.

Peserta disambut oleh Kepala Kebun Percobaan Balingtan (Edi Supraptomo, S.ST) yang mewakili manajemen Balingtan. Edi berharap kegiatan kunjungan lapang ini dapat menambah wawasan peserta TOM. Ir. Sri Rahayu, MM, perwakilan panitia menyampaikan bahwa kedatangan peserta TOM bertujuan untuk mengenal langsung penerapan CSA di Balingtan.

Kunjungan dimulai dari lahan OPAL, Laboratorium terpadu, Greenhouse, Lysimeter, demplot jangka panjang, dan Laboratorium GRK, serta praktik cara sampling gas rumah kaca (GRK), pembuatan biokompos, pembuatan kompos, dan pembuatan pestisida nabati. Selama kunjungan lapang peserta didampingi oleh para peneliti handal Balingtan, yang memberikan penjelasan terkait teknologi yang dihasilkan Balingtan, serta para teknisi berpengalaman yang membantu peserta dalam kegiatan praktik lapang.

Para peserta sangat terkesan dengan fasilitas dan teknologi yang ada di Balingtan.  “Saya tidak menyangka Kementan mempunyai balai penelitian yang fokus terhadap lingkungan pertanian. Fasilitas dan teknologinya sangat luar biasa. Masyarakat bisa memanfaatkannya” ujar Abdurrahman, salah satu peserta dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. Dia juga mengatakan bahwa Balingtan telah menghasilkan banyak teknologi yang mendukung Climate Smart Agriculture, seperti pestisida nabati yang ramah lingkungan, kemudian ada Filter Irigasi Inlet Outlet (FIO) yang berfungsi untuk menyaring air irigasi dari racun – racun berbahaya seperti cemaran logam berat dan residu pestisida dan masih banyak lagi teknologi yang lainnya.

Peserta sangat senang dan berterima kasih atas ilmu dan pengetahuan yang didapatkan selama kunjungan singkat tersebut. Saran dan harapan peserta untuk Balingtan adalah semoga teknologi di Balingtan bisa semakin inovatif, dan para peneliti harus lebih mendekat kepada petani dengan melakukan sosialisasi yang lebih instensif sehingga , setiap hasil penelitian dan semua teknologi yang dihasilkan dapat di aplikasikan oleh  petani. (Baiq NS-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - BB Biogen bekerja sama dengan Balingtan mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Komunikasi Risiko Pengujian Padi Biotek Efisien Pupuk Nitrogen di Lapangan Uji Terbatas. Acara ini diselenggarakan di balingtan dengar jumlah 48 peserta dari berbagai kalangan seperti perwakilan dari BPTP Jawa Tengah, dosen Universitas Muria Kudus, penyuluh, Kepala Desa, Ketua Kelompok Tani, Dinas Pertanian, dan mahasiswa magang.

Acara dibuka oleh KaBB Biogen, Bp. Ir. Mastur M.Si, P.hD. beliau menjelaskan bahwa BB Biogen memiliki penelitian tentang efisiensi pemupukan NPK melalui teknologi perekayasa gentika. Harapannya penelitian yang dilakukan berhasil dan dapat diaplikasikan ke petani melalui penyuluh dan perangkat desa. Sesi selanjutnya adalah materi yang diisi oleh Prof. Bahagiawati, Dr. Aniversari Aprian, dan Dr. E. Srihayu Harsanti. Prof. Bahagiawati meyakinkan bahwa setiap tanaman yang melalui proses perekayasa genetika harus dikaji keamanannya sebelum dilepas ke masyarakat, hal ini sesuai dengan PP 21/2005 Pasal 3. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya penelitian terkait perekayasa genetika.

Peserta sangat antusias dengan sosialisasi ini karena ini merupakan hal yang tak biasa di lingkungan mereka sehingga mereka menyampaikan banyak pertanyaan dan . saran. Acara ditutup oleh Bp. Sudarto, S.E selaku Ka Tata Usaha Balingtan, beliau juag berharap agar masyarakat sekitar bisa menerima dengan baik kegiatan pengujian padi yang akan dilaksanakan tahun depan di Balingtan. (Admin Balingtan)

Halaman 1 dari 94