Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Jumlah pasien yang terpapar virus corona (COVID-19) di Indonesia khususnya di Kabupaten Pati Jawa Tengah semakin hari semakin bertambah. Guna mencegah hal tersebut Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) bekerjasama dengan RS Budi Agung Juwana, melaksanakan rapid test kepada seluruh pegawai Balingtan sebanyak 91 orang pada hari Senin (03/08), bertempat di Gedung Auditorium Dr. Haryono Balingtan.

Tujuan dari rapid test ini adalah mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Jadi Rapid test ini hanyalah antisipasi, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa paparan virus Corona.

Diwakili empat orang pegawai dari RS Budi Agung, sebelum dilakukan pengambilan sampel darah, peserta ditanya terlebih dahulu riwayat penyakit dan riwayat perjalanan dalam satu minggu terakhir, setelah itu pengecekan suhu badan, kemudian tahap terakhir dilakukan penyuntikan guna mengambil sampel darah.

Meskipun ada beberapa pegawai yang takut akan jarum suntik tapi mereka tetap antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka penasaran ingin mengetahui bagaimana kondisi kesehatan mereka saat ini apakah sudah siap dalam menghadapi COVID-19.

“Ketika disuntik bulu kuduk saya sampai berdiri semua, merinding” Ujar Yarpani

Untuk mencegah penyebaran covid-19 di kenormalan baru ini, diharapkan para pegawai tetap melaksanakan protokol new normal dengan cara pola hidup sehat, menggunakan masker, rutin mencuci tangan, dan berjaga jarak minimal 1,5 meter.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ir. Mas Teddy Sutriadi, M.Si selaku Kepala Balingtan agar pegawai balingtan lebih berhati-hati.

“Apabila ada pegawai yang pernah berhubungan langsung dengan pasien suspek Covid-19 maupun mengalami gejala-gejala paparan covid, diharapkan untuk segera melapor agar bisa segera dilakukan tindak lanjut”. Himbau Pak Teddy kepada pegawai Balingtan. (Isna dan Mayang - Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Siapa yang tidak tergiur dengan lezatnya kue lumpur buah naga, cupcake bayam, bika bayam merah, banana cake, brownies jagung produk unggulan Pasca Panen Balingtan ini? Hmmm Yummy...

Atau ingin melepas dahaga setelah berpanas-panasan di lapang dengan es jeruk, salad buah, asinan mentimun? Tentunya masih banyak produk hasil pengolahan Tim Pasca Panen Balingtan yang menarik perhatian dan tidak kalah saing dengan yang lain.

Tim Pasca Panen Balingtan telah mengolah berbagai hasil panen Kebun Percobaan menjadi beragam makanan yang menarik. Tentunya terjamin higienis dan tanpa menggunakan bahan pengawet. Beragam kue tersebut berbahan dasar hasil panen Kebun Percobaan Balingtan. Oleh karena itu, banyak makanan dan minuman yang berbahan dasar sayur seperti cupcake bayam dan bika bayam merah. Meski tidak lazim, Hal tersebut justru membuat konsumen penasaran dan tertarik mencoba. Seperti Sri Wahyuni, salah satu pelanggan setia produk Balingtan ini.

“Saya sering membeli berbagai produk olahan Pasca Panen. Yang paling favorit banana cupcake. Rasanya enak, harganya terjangkau, dan pastinya aman karena berbahan dasar hasil kebun percobaan” cerita perempuan yang akrab disapa Yuyun ini.

Tidak sulit menemukan gedung pasca panen di dalam komplek Balingtan. Letaknya yang berdekatan dengan kantor Kebun Percobaan Balingtan, memudahkan pengolahan hasil kebun. Sebelum pandemi covid-19, Balingtan menerima kunjungan untuk  pengolahan pasca panen. Mulai anak-anak hingga umum. Permintaannya pun beragam, menghias banana nugget, salad hingga banana cake. Ummi Mardiyah, STP selaku Koordinator Tim Pasca Panen juga mengungkapkan bahwa menerima pesanan produk Pasca Panen untuk umum.

“Iya, kami menerima pesanan dari luar. Produk yang laris dipasaran yaitu banana cake, salad buah, dan ini sedang mencoba beberapa produk berbahan baku bayam merah. Dengan kreativitas, kita dapat mengolah hasil panen kebun percobaan menjadi beragam makanan sehingga dapat meningkatkan nilai jual suatu produk. Memang semuanya butuh proses, tidak jarang gagal saat mencoba resep baru. Tapi ada kepuasan sendiri saat produknya berhasil dan dapat diterima pelanggan” terang alumni Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya ini. (Nourma-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Sudah sejak lama kiprah Balitbangtan-Kementan menginventarisasi tanaman yang potensial meningkatkan imunitas dan juga antivirus melalui Unit Kerja (UK) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT)-nya. Dari data hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) selama 40 tahun ada sekitar 50 tanaman yang diidentifikasi, dan lebih 20 yang sudah diekstraksi dan diketahui bahan aktifnya. Selanjutnya, Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) melakukan pengujian terhadap kemampuan antivirus pada virus influenza dan virus corona model (beta dan gama corona). Hasil pengujian menunjukkan beberapa ekstrak tanaman potensial sebagai antivirus pada pengujian pada telur berembrio. Dengan konsentrasi 1% minyak Eucalyptus mampu membunuh hingga 100% virus influenza maupun virus corona. Temuan Balitvet tersebut dikembangkan oleh Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian (BB Pascapanen) menjadi produk berbasis nanoteknologi dengan bahan dasar minyak Eucalyptus.

Di saat pandemic Covid-19, Balitbangtan-Kementan menunjukkan perannya untuk berkontribusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Dari Eucalyptus lahirlah produk dalam bentuk roll on, inhaler, balsam, minyak aromaterapi dan kalung aromaterapi. Saat ini IDI telah menyambut baik inovasi Balitbangtan-Kementan dan akan bekerjasama dalam uji Pra klinis dan Klinis, agar inovasi ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Menurut Daeng Muhammad Faqih, Ketua IDI bukan hal yang mustahil kalau kita Indonesia mampu membuat sebuah temuan yang menjadi obat virus corona, sehingga hasil temuan pertama ini perlu di-support terus. Fadjry Jufri, Kepala Balitbangtan berharap agar kerjasama tersebut bisa menjawab semua keraguan atas  apa yang kita sudah hasilkan meski sebatas uji laboratorium dan masih perlu uji lainnya. Semoga semua pihak dapat mendukung dan membantu pengkajian ini sehingga bisa diperoleh hasil yang menggembirakan dan dapat membantu mengatasi permasalahan wabah yang sedang melanda negeri ini. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - “Jum’at sehat” demikian sebutan para sebagian pegawai di Balingtan untuk mengekspresikan hari Jum’at ini (10/07). Setiap Jumat, Balingtan memberi kesempatan kepada pegawai untuk menyegarkan pikiran dari pekerjaan harian hingga pukul 10.00 WIB. Hal tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh pegawai Balingtan. Pasalnya hampir semua pegawai beraktivitas di luar ruangan baik untuk berolah raga atau kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. Beberapa pegawai terlihat berolahraga ringan seperti bermain bola volley, badminton, atau bersepeda keliling Kebun Percobaan untuk menghirup udara segar.

Bagi Dr. Harsanti (Ketua Kelti Evaluasi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Pertanian, EP3), Jum’at ini waktunya untuk mengajak anggota Kelti EP3 untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah kasa. “Meski kami cuma 50% yang WFO tapi kami tetap harus semangat untuk tetap kerja keras untuk tetap cantik lingkungan kita dan riset tetap berjalan” kata Dr. Harsanti penuh semangat. Begitupula Dino Laferda, mahasiswa Universitas Muria Kudus yang melakukan penelitian di Balingtan. Pagi ini, dengan semangat Dino turut serta mengikuti kerja bakti.

“Senang sekali ikut kerja bakti membersihkan lingkungan rumah kasa, saya ikut merapikan pot-pot dan sekitarnya” ujar Dino

Sama halnya dengan agenda Kebun Percobaan (KP) dan Tim Diseminasi Kreatif (Tim DK) pada hari Jum’at ini juga melakukan kerja bakti. Kali ini kolaborasi KP dan Tim DK merambah di lokasi budidaya buah-buahan (buah naga, jambu biji dan jeruk). “Kita pelihara tanaman buah-buahan supaya nanti bisa panen lagi, sudah setahun ini kita tidak panen jambu biji karena terserang lalat buah. Hari ini kita bersihkan selanjutnya akan dipasang feromon lagi” ungkap Edi Suprapotomo, S.STP selaku Kepala KP Balingtan. Hal ini diamini oleh Nourma Al Viandari (Pj. Tim DK), “selain sebagai upaya menjaga kebersihan dan melihat kondisi real lapang, kerja bakti juga sebagai media meningkatkan bonding antar anggota” tambahnya.

Di tempat yang lain, Dr. Wihardjaka, sambil bersepeda membawa pH meter stick untuk mengukur pH lahan yang dilewatinya. “Dari beberapa titik, pH berkisar 5.8-6.2” jelasnya. pH tanah menjadi salah satu acuan dalam pemberian input agar tanaman dapat tumbuh optimum.

Bukan hanya menyegarkan kembali pikiran, berbagai aktivitas di luar ruangan juga menjadi salah satu cara untuk menekan penyebaran covid-19, pandemi yang saat ini tengah melanda. Dengan bantuan sinar matahari yang dapat meningkatkan imunitas tubuh diharapkan dapat menghentikan penyebaran covid-19. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Indonesia kaya akan aneka ragam hayati, salah satunya tanaman EucalyptusEucalyptus sudah banyak dimanfaatkan dan dibudidayakan di berbagai negara sebagai bahan baku kayu, pulp, dan minyak atsiri. Kandungan metabolit dalam Eucalyptus dapat bersifat anti virus, anti bakteri, dan anti jamur pada konsentrasi tertentu. Komponen utama minyak atsiri dari Eucalyptus adalah senyawa volatil 1,8-cineole (cineole or eucalyptol), β-caryophyllene dan α-pinene yang memiliki sifat- sifat obat dan terapeutik. Lebih dari 300 spesies Eucalyptus mengandung minyak atsiri dalam daunnya dan kurang lebih 20 spesies mengandung 1,8–cineole (lebih dari 70%) yang telah digunakan secara komersil untuk produksi minyak atsiri dalma industri farmasi dan kosmetik.

Ekstrak Eucalyptus sering dimanfaatkan sebagai analgesik, anti inflamasi dan obat antipiretik untuk gejala infeksi pernapasan, seperti pilek, flu, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan infeksi dada termasuk bronchitis dan pneumonia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak Eucalyptus dengan kandungan bahan aktifnya yaitu 1,8 cineol atau eucalyptol memiliki kemampuan menghambat replikasi virus influenza (H1N1). Minyak atsiri E. globulus memiliki aktivitas antivirus terhadap H1N1 dan HSV1, kandungan 1,8-cineole dan β-caryophyllene menunjukkan aktivitas anti-HSV1 dengan menonaktifkan partikel virus secara langsung.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucalyptus memiliki kemampuan untuk dapat dijadikan agen antivirus alami. Banyaknya publikasi dari hasil penelitian serta fakta empiris terkait minyak Eucalyptus sudah digunakan secara turun-temurun sebagai pengobatan alternatif untuk flu dan gangguan pernafasan. Hal ini mendorong Kementrian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) berupaya menciptakan inovasi baru dalam memanfaatkan Eucalyptus. Hasil inovasi terbarunya menunjukkan Eucalyptus telah terbukti memiliki aksi antivirus yang kuat dengan efisiensi lebih dari 95% ketika dipaparkan selama 5-15 menit. (Admin Balingtan)

Halaman 1 dari 102

Medsos Facebook