Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Perubahan iklim disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca akibat kegiatan antropogenik dan non-antropogenik. Konvensi Badan PBB untuk perubahan iklim (UNFCCC) menyatakan bahwa perubahan iklim adalah berubahnya iklim akibat aktivitas manusia secara langsung maupun tidak langsung sehingga komposisi atmosfer global berubah. Suhu global telah meningkat sebesar 0.3-0.6 °C selama 100 tahun terakhir dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut 1- 3.5 °C hingga 2100, disertai dengan perubahan curah hujan, pola badai, dan frekuensi kekeringan yang semakin sering.

Mitigasi GRK bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang berupa CH4, N2O dan CO2 serta meningkatkan penyerapan GRK atmosfer terutama CO2 dalam berbagai bentuk cadangan karbon (sink) dalam bahan organik tanah dan biomasa tanaman. Sektor pertanian berperan positif dalam membantu mengurangi CO2 di atmosfer, dengan cara menyerap dan menyimpan karbon dalam vegetasi tanaman, dan dengan meningkatkan kandungan karbon dalam tanah dalam bahan organik tanah. Budidaya konservasi dapat menambah lebih banyak karbon yang dikembalikan ke lahan dan memperlambat laju proses konversi karbon dalam bahan organik menjadi gas CO2.

Tanaman perkebunan mempunyai posisi sangat strategis dalam rencana aksi nasional di sektor pertanian, karena memiliki kemampuan besar dalam menyerap CO2. Pengukuran cadangan karbon dan emisi GRK (terutama CO2 dan N2O) dari input budidaya di sebuah perkebunan menjadi sangat penting untuk diketahui nilai cadangan karbon dan emisi yang dihasilkan, sehingga dapat dilakukan perbaikan teknik budidaya guna mempertahankan maupun meningkatkan cadangan karbon yang sudah ada dan juga untuk menurunkan GRK yang diemisikan. Suatu kegiatan kerjasama antara Balingtan dan PT Nestle bertujuan untuk mendapatkan informasi emisi GRK dan menentukan cadangan karbon pada sistem perkebunan kopi pada program intercropping tanaman kopi, integrated farming kopi, penanaman pohon dan pertanaman kopi konvensional di Lampung Selatan.

Manfaat kegiatan ini adalah mencari peluang untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman dengan menerapkan inovasi teknologi yang berkelanjutan. Di samping itu, teknologi tersebut harus mudah dan murah sehingga petani tidak sulit untuk mengadopsinya dengan cepat. (Ali Pramono)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
wonosobo_mentan
 

Balingtan 18 November 2021. Di kawasan Food Estate Hortikultura di Desa Lamuk Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo, Menteri Pertanian Dr H Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH berhujan-hujan meninjau kawasan tersebut. Dalam kunjungan kerja ini, Beliau didampingi oleh Bupati Wonosobo, Dirjen Hortikultura, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kapolres Wonosobo, Dandim Wonosobo, Staf Khusus Menteri Pertanian, dan Dinas Pertanian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Mentan pun mengunjungi gelar teknologi dari BB Mekanisasi Pertanian, Dinas Pertanian dan kelompok tani Muji Rahayu.

Dalam acara ini Dirjen Hortikultura Dr Prihasto Setyanto menyampaikan peningkatan produktivitas hortikultura di kabupaten Wonosobo berapa. Mentan dengan antusias tertarik pada inovasi Balitbangtan di lahan food estate hortikultura yang merupakan kolaborasi antara Balai Penelitian Lingkungan Pertanian dan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian tentang alat irigasi otomatis berbasis sitem akar (internet of things) yang mempunyai keunggulan: (1) Manajemen irigasi untuk mengefisienkan penggunaan air, (2) Soil sensor multiparameter dengan Piezometer, Temperature, Humidity, Soil Moisture, Weather, (3) Ramah Lingkungan dengan menggunakan energi Surya (solar cell) dan (4) Pengaturan dan monitoring secara realtime dari jarak jauh (remote sensing).