Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
   
 
 
   

Berita Balingtan - Bulan Ramadan bukanlah kendala bagi tim pasca panen Balingtan untuk terus berkreasi. Memanfaatkan momen baik ini, tim pasca Balingtan berkreasi dengan hidangan pembuka puasa. Kejelian tim paspa untuk memanfaatkan peluang diwujudkan dengan membuat menu takjil. Beberapa menu yang ditawarkan antara lain borjona (bubur kacang hijau-nangka), es blewah, jus jambu, jusnadong (jus nata-kedondong) dan kolak pisang yang dibuat dengan sentuhan kreatif penggugah selera berbuka puasa.

Untuk saat ini, layanan pemesanan menu takjil masih terbatas dari kalangan keluarga besar Balingtan, namun tidak menutup kemungkinan melayani pesanan dari masyarakat sekitar. “Aku suka bubur kacang hijau dengan santan yang kental” ujar Danish M. Fatih siswa kelas 2 SD yang mencoba menu takjil dari Balingtan di kala berbuka puasa. Lain lagi dengan salah satu peneliti Balingtan yang punya hobi kuliner (Miranti Ariani, SP., M.Si), beliau ketagihan dengan kopi bikola yaitu kolak pisang yang dipadukan dengan kolang-kaling dan ubi jalar. “Rasanya legit, pas rasanya dan mantap manisnya…..pingin nambah lagi” katanya.

Ayoo siapa mau pesan menu takjil di paspa Balingtan, dijamin ketagihan!! Oiyaa produk-produk Paspa selain menu takjil akan kita jumpai lagi pada acara Aksi Peduli Lingkungan pada tanggal 2-6 Juli 2018. Catat tanggalnya yaaa dan jangan sampai ketinggalan di acara tersebut. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

 Berita Balingtan - Sumberdaya genetik atau lazim di singkat SDG memegang peran penting dalam pembangunan pertanian. Keanekaragaman sumberdaya genetik seperti plasma nuftah yang tinggi di Indonesia patut kita syukuri, sehingga terbuka peluang dalam memanfaatkan sumber-sumber gen penting bagi program pemuliaan dan kemajuan bioteknologi terutama untuk ketersediaan bahan pangan yang meningkat seiring dengan peningkatan laju pertambahan penduduk. Dukungan kelestarian lingkungan pertanian dapat melestarikan keberadaan sumber-sumber gen. Dampak lingkungan dan maraknya penggunaan varietas unggul baru tanpa diimbangi upaya konservasi varietas lokal dapat mempercepat terjadinya erosi genetik plasma nuftah tersebut.  

Di sela-sela kunjungannya di Balingtan, Ir. Mastur, M.Si., PhD (Kepala BB Biogen) mensosialisasikan konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik berkelanjutan kepada para peneliti. Beliau berharap terdapat sinergi penelitian sumberdaya genetik dengan penelitian di bidang lingkungan pertanian, misal potensi sumber gen tanaman untuk menghasilkan varietas baru yang ramah lingkungan a.l. rendah emisi gas rumah kaca, mengikat bahan kontaminan, dan efisien menyerap hara tertentu. Bapak Ka BB Biogen juga menjelaskan bahwa beberapa gen telah diisolisasi di bank gen sehingga apabila peneliti membutuhkan dapat memanfaatkan materi gen tersebut. Lanjutnya lagi ada peluang kerjasama dengan BB Biogen untuk menghasilkan varietas baru yang mempunyai spesifikasi tertentu. Tentu saja hal ini disambut baik oleh semua peneliti Balingtan.

Di akhir kunjungan Bapak Ka BB Biogen berpesan agar menghubungi beliau jika memerlukan diskusi lebih lanjut. Dan beliau juga berharap akan adanya suatu kerjasama penelitian suatu hari nanti. Semoga perbaikan sifat-sifat berbagai varietas tanaman dapat meningkatkan kualitas dan hasil pertanian  . JAYALAH PERTANIAN INDONESIA!!!. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

 Berita Balingtan - Berkumpul tamu-tamu kecil Balingtan dari SDIT Nurul Fikri, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Anak-anak yang masih duduk di bangku kelas satu tersebut berbaris rapi dengan 4 guru pendamping. Wajah mereka ceria dan antusias, karena jalan-jalan sembari memperoleh pengetahuan baru, yaitu ilmu pertanian di Balingtan. Belajar mengenal pertanian, dimulai dari kawasan surjan, di sana ada tumpang sari tanaman padi dan tanaman mangga. Kemudian melihat rumah kasa tempat Bapak/Ibu peneliti melakukan penelitian dan melihat sawah-sawah dengan tanaman padi berbaris berpasangan ….si jajar legowo …. Sesampainya di embung mereka sangat senang, beberapa anak berceloteh “Wahh…kolamnya sangat besar ya” dan menanyakan untuk apa kolam-kolam besar tersebut. Pendamping dari Balingtan memberikan penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh anak-anak maupun guru pendamping dari SDIT Nurul Fikri.

Saat yang paling membuat anak-anak ini sangat senang adalah saat mereka sampai di kawasan integrasi tanaman dan ternak. Di sana mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan ternak sapi. Mereka memberi makan sapi sambil tertawa dan bercanda dengan teman-teman. Dan beberapa pertanyaan spontan mereka ajukan kepada pendamping mengenai ternak sapi.

Kunjungan anak-anak SDIT Nurul Fikri ini diakhiri dengan melihat alat-alat pertanian  seperti hand tractor, alat tanam padi jarwo transplanter, combine harvester,dan lain sebagainya di gudang Alsintan (gudang alat-alat pertanian). Sambil beristirahat mereka duduk dan mengingat perjalanan yang telah dilakukan di Balingtan. Kegembiraan Kamis pagi itu semoga memberi ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak, selain menambah ilmu juga menambah ketaqwaan terhadap Tuhan YME menyadari akan segala karuniaNya. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak anak-anak usia dini yang berwisata edukasi di Balingtan. Dari sekedar mengenal aneka tanaman dan hewan ternak hingga mempraktekan tanam tanaman pangan dan sayuran sudah mereka lakukan. Kali ini giliran Kelompok Bermain Maslakul Falah dari Desa Arumanis, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Pada hari Rabu, 9 Mei 2018, 35 anak dengan didampingi orang tua dan 4 guru pendamping ke Balingtan untuk mengenal lebih dekat lingkungan pertanian. Tujuannya adalah untuk menanamkan rasa cinta pertanian dan peduli terhadap lingkungan sekitar sejak usia dini sehingga menumbuhkan cinta pertanian pada anak-anak.

Pengenalan pertanian lebih dekat pada anak-anak dimulai dengan menunjukkan berbagai jenis tanaman semusim seperti padi; tanaman tahunan seperti mangga, sukun dan kelengkeng; serta berbagai alat-alat yang digunakan dalam bercocok tanam (traktor, alat tanam, alat panen dll). Selain itu juga ditumbuhkan kecintaan terhadap hewan dengan memberi makan pada ternak sapi.

Balingtan dengan Taman Sains Pertanian-nya merupakan suatu daya tarik bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu dan teknologi pertanian serta sebagai wahana edukasi lingkungan pertanian anak-anak usia dini. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
   

 Berita Balingtan - Kepala Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Sub tropika (Balitjestro) (Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si) disertai Kepala Kebun Percobaan dan beberapa peneliti senior melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Menurut Kepala Balitjestro bahwa kunjungannya bertujuan untuk belajar dan mengetahui master plan dari Taman Sains Pertanian (TSP) yang telah dibangun di Balingtan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan TSP di Balitjestro. Kunjungan dilakukan pada berbagai objek TSP termasuk penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan seperti water storage di setiap rumah kasa dan kantor kebun, Filter Inlet Outlet (FIO) sebagai penyaring residu pestisida dari saluran air dll.

Kunjungan dari Balitjestro membawa keberuntungan tersendiri bagi Kepala Kebun Balingtan, dimana pada kesempatan tersebut Kepala Kebun Balingtan dapat berkonsultasi secara langsung dengan ahli tanaman jeruk. Seperti diketahui bahwa KP Balingtan mempunyai 250 tanaman jeruk yang sebagian sedang berbuah. Tanaman jeruk tersebut ditanam pada tahun 2015 dan bibit sebagian besar dari Balitjestro. Namun pertumbuhan sebagian tanaman jeruk kurang optimal. Sebagai contoh, tanaman kuning, tidak tumbuh dengan baik, jika berbuah tidak sampai panen karena buah jeruk pecah.

Melihat permasalahan budidaya jeruk di Balingtan tersebut, peneliti Balitjestro (Ir. Sutopo, M.Si) menyarankan untuk memperbaiki tata kelola lahan setelah melihat langsung di lapangan bahwa bukan penyakit sebagai penyebab kurang optimalnya pertumbuhan dan hasil jeruk tetapi muka air tanah yang terlalu dangkal tersebut yang mengganggu perkembangan akar tanaman jeruk. Ditekankan bahwa tanaman jeruk tidak suka kondisi tanah yang tergenang atau jenuh air. Solusi tata kelola yang dapat dilakukan adalah membuat saluran air dan membuat meninggikan tempat tumbuh tanaman seperti sistem surjan. Untuk pemasalahan jeruk terbelah ketika menjelang masak pun hampir sama, tata kelola dan pemeliharaan harus diperhatikan. Semoga perbaikan tata kelola lahan  dapat meningkakan agri wisata di Taman Sain Pertanian Balingtan dengan kelimpahan buah jeruk menguning nan ranum.  (Admin Balingtan)

Halaman 1 dari 63