Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan pertanian dengan target swasembada pangan dan kelestarian lingkungan. Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, telah membangkitkan potensi lahan bekas tambang timah di Bukit Kijang, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (16/12).

 Lahan bekas tambang selama ini ditujukan untuk menghijaukan kembali lahan bekas tambang ini merupakan langkah yang baik karena dengan menghijaukan kembali kita dapat mengembalikan fungsi lingkungan dari lahan.

“Dilahan ini tektur tanah berpasir dan kami analisis unsur hara yang sangat rendah, dengan teknologi Fertigasi dapat dikembangkan dengan keragaan tanaman yang baik” Ujar Dr. Made Subiksa (Peneliti Balai Penelitian Tanah, Bogor).

 Menurutnya Teknologi Fertigasi memberikan tanaman hara kepada tanaman melalui saluran irigasi menggunakan pipanisasi, untuk mensuplai hara secara berkelanjutan. Fokus pada tanaman yang berekonomi tinggi supaya memberikan hasil yang tinggi juga.

 Beberapa jenis tanaman penutup tanah yang dapat beradaptasi baik pada lahan bekas tambang timah adalah komak (Dolichos lablab), mukuna (Mucuna sp.), Arahis (Arachis pintoi), Sentro (Centrosema sp), kalopo (Calopogonium sp) dan lain-lain. Dalam penyediaan bahan organik secara in-situ diperlukan masukan berupa pupuk kandang atau kompos sebagai stater untuk pertumbuhan tanaman penutup tanah.

 Pengelolaan yang tepat dan sesuai dengan karakteristik tanah, maka secara teknis lahan-lahan bekas tambang dapat dijadikan areal pertanian yang produktif. Kuncinya adalah penambahan pupuk kandang atau pupuk kompos, pemberian pupuk, dan pemberian air atau penyiraman.

 Untuk mendapatkan bahan organik dan pupuk kandang tentunya kita perlu memproduksinya dengan menanam tanaman penutup tanah, rumput pakan dan dengan memelihara ternak. Dengan dua modal ini, selanjutnya akan dapat dikembangkan berbagai jenis tanaman pertanian. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Kementerian Pertanian meluncurkan program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani). Melalui program ini, lahan rawa akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif.

Kabupaten Banyuasin, Sumsel merupakan salah satu lokasi pelaksanaan proyek optimasi lahan rawa pasang surut dalam Program Serasi, Rabu (12/12).

"Lahan rawa diibaratkan sebagai Singa Tidur yang diartikan bahwa lahan rawa merupakan lahan yang berpotensi tinggi untuk pengembangan pertanianl," ujar Prof Dedi (Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian).

Mendukung sepenuhnya program tersebut, yang dimulai dengan perencanaan (dimulai dengan SID) di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan harus selesai pada bulan Desember 2018.  

Langkah selanjutnya adalah Pendampingan meliputi pendampingan pembukaan lahan sampai kepada pasca panen dan manajemen yang bersifat korporasi, dan pembuatan demplot (model perkembangan rawa).  

Petani di lahan rawa umumnya masih belum optimal memanfaatkan lahan rawa karena produktivitas yang masih rendah, IP 100.  Melalui Implementasi Panca Kelola Lahan Rawa diharapkan produktivitas tanaman dan indeks pertanaman dapat ditingkatkan.

Sebagai langkah awal pengembangan lahan rawa akan dilakukan penyusunan SID dan karakterisasi  sumberdaya lahan dan air untuk mendukung upaya optimalisasi lahan rawa melalui peningkatan IP dan produktivitas, diversifikasi komoditas, dan pemberdayaan petani. Peningkatan IP Padi dari 100 menjadi 200 melalui pengelolaan tata air makro dan mikro, pintu air, dan pompa serta penataan lahan.(Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Pati telah menerima kunjungan dari KB Seruni dan TK Handayani 01 Jatihadi Sumber pada Selasa (11/12). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.30 tersebut disertai antusiasme tinggi dari murid KB Seruni dan TK Handayani yang berjumlah 45 siswa beserta pendamping yang turut berpatisipasi dalam kegiatan.

Kunjungan dalam rangka tema "Tanaman" ini merupakan program kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh KB Seruni dan TK Handayani yang tahun ini memilih Balingtan sebagai lokasi kunjungan.

Kujungan kali ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak berbagai macam tanaman, cara menanam, dan merawat tanaman. "Suasananya sangat indah, selain itu juga banyak jenis tanaman di balingtan sehingga kita bisa memperkenalkan lebih jauh tentang tanaman kepada anak-anak," ujar Kepala KB Seruni, Karni.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan anak-anak bisa mengetahui lebih banyak tentang tanaman terutama di bidang pertanian. Pihak balingtan pun tak segan mempersilakan anak-anak memberi makan sapi dan menanam bibit cabai untuk di bawa pulang. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita dan berhubungan timbal balik, untuk mengenalkan lebih jauh tentang lingkungan, KB Sekararum Jaken kali ini melaksanakan kunjungan ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dengan tema "Lingkungan" Pada Rabu (12/12).

Kegiatan yang berlangsung  dari pukul 08.00 hingga 09.30 ini diikuti oleh 25 siswa, serta para wali murid yang juga ikut mendampingi."Suasana indah, sejuj, dan cukup mengesankan karena disini terdapat berbagai tanaman, sehingga anak-anak bisa lebih tau tentang tanaman",ujar salah seorang wali murid, Dian yang berkesempatan mendampingi kunjungan.

Pihak Balingtan juga mengajak anak-anak untuk berkeliling dari depan wilayah balingtan hingga wilayah belakang serta memperkenalkan hewan hewan dan tanaman yang terdapat di Sistem Integrasi Tanaman dan Ternak (SITT). Pihak Balingtan juga mempersilakan anak-anak untuk memberi makan sapi dan menanam cabai untuk dibawa pulang. Dari kunjungan ini diharapkan anak-anak jadi lebih peduli dengan alam sekitar. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Balai Penelitian Lingkungan Pertanian menerima kunjungan dari TK Dharma Wanita Ketiting Wetan. Siswa yang berjumlah 43 anak tersebut diajak untuk mengenal tentang tumbuhan dan hewan ternak yang ada di lingkungan Taman Sains Pertanian. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh tim dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian.

Para siswa diajak berkeliling sambil diperkenalkan macam-macam tumbuhan yang ada seperti pohon mangga, pohon buah naga, pohon buah maja, dan labu botol. Kemudian melihat berbagai macam hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, angsa, bebek, dan burung. Dilanjutkan dengan kegiatan memberi makan sapi merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu oleh para siswa. Selain itu mereka juga diajak untuk praktik langsung cara menanam benih cabai dan bagaimana cara merawatnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan akan menambah pengetahuan bagi siswa dan mampu memberikan kesan bahwa belajar tentang pertanian sangat menyenangkan. (Admin Balingtan)

Halaman 1 dari 72