Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Pada tahun 2015, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) telah membuat formula pestisida nabati (Pesnab) dengan bahan baku dari daun mimba (Azadirachta indica), daun mahoni (Swietenia mahagoni), urine sapi, kunyit (Curcuma longa), asap cair. Pesnab tersebut terbukti mampu meningkatkan daya tahan tanaman (ketahanan) terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) sejak umur dua minggu setelah tanam.

Tim peneliti Balingtan melakukan explorasi pemanfaatan tanaman berpotensi pesnab di daerah sekitar hutan Ronggo di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Tim Balingtan bertemu dengan pengagas pestisida nabati dari Desa Ronggo (Bapak Sudargo, 43 tahun). Menurut beliau dengan kearifan lokanya, salah satu ciri tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati adalah bau yang khas. Dari tumbuhan hutan terdapat beberapa jenis tanaman yang berfungsi sebagai bahan pestisida nabati yaitu antara lain akar tuba, brotowali, kipahit, butrowali, mimba, dan gadung. Bahan-bahan tersebut dicacah dan dicampur, lalu ditambahkan bakteri dan difermentasikan. Pestisida nabati tersebut dapat diaplikasikan pada tanaman budidaya (padi, bawang merah, cabai).

 Dari pengalaman Bapak Sudargo, pestisida nabati yang dipadukan dengan varietas tahan serta teknik budidaya tanaman yang tepat memberikan hasil yang memuaskan, yaitu produktivitas mencapai 12 ton/ha GKP. Dari pengalaman beliau tersebut, banyak petani sekitar yang berminat untuk menerapkan teknologi itu. Informasi dan pengalaman petani tersebut mendorong Balingtan dalam menderaskan inovasi pertanian ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat, antara lain dengan memasyarakatkan pestisida nabati berbasis sumberdaya lokal dan penggunaan varietas tahan OPT.  (Ria Fauriah/Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 Berita Balingtan - Sekolah merupakan lembaga formal yang berperan aktif dalam mencerdaskan anak bangsa. Mengikuti perkembangan jaman, lembaga pendidikan dituntut sesuai dinamika kemajuan jaman. Penyelengaraan pendidikan tentu saja tidak hanya dilaksanakan di dalam ruang kelas namun perlu juga dilakukan di luar kelas. Misalnya TK PGRI Tanggel, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.

Sebanyak 41 siswa TK PGRI Tanggel dengan 5 orang guru pendamping berkunjung ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) yang merupakan bagian dari program pemerintah untuk cinta lingkungan. Siswa dikenalkan dengan manfaat sumberdaya lokal seperti flora, fauna, air dimana air di lahan tadah hujan adalah emas permata.  

Melalui kunjungan ini diharapkan siswa dapat menambah pengetahuan tentang lingkungan sekitar dengan berbagai sumberdaya lokal, agar siswa bisa mencintai lingkungan di sekitarnya dan mulai memperhatikan kebersihan lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan dan memelihara makhluk hidup yang ada di sekitar mereka. (Admin Balingtan)

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

 Berita Balingtan -Acara seminar nasional bertajuk memaksimalkan peran IT dalam bidang pertanian dan bisnis yang diadakan di Universitas Muria Kudus (UMK). Seminar tersebut  hadir pemateri dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan), Likco Desvian Herindra,  yang menyampaikan wawasan tentang bagaimana kiat memaksimalkan peran IT dalam bidang pertanian. Pada dasarnya IT-preneurship bertujuan mendidik dan melatih seseorang berwirausaha dengan memaksimalkan IT dengan cerdas dan bijak baik dari segi software maupun hardware.

Penerapan Internet of Thing (IoT)  pada pertanian dapat berupa teknologi sensor untuk penggunaan air, sensor untuk mendeteksi serangan hama, dan juga sensor yang mengetahui emisi lingkungan. Dengan penerapan tersebut hasil pertanian dapat meningkat dengan pesat. Selain itu , IoT dapat mempermudah pengawasan lahan produksi melalui smartphone. Penggunaan IoT juga bisa mewujudkan pertanian presisi dan pertanian pintar. Artinya, melalui penggunaan sensor yang diterapkan di lahan pertanian memungkinkan petani mendapatkan informasi detail topografi, tingkat kesuburan, tingkat keasaman hingga suhu tanah, bahkan dapat mengukur cuaca serta memprediksi pola cuaca.

Pada saat ini, IoT real time dan akurat, dapat memberikan perubahan pada rantai pasokan pertanian dan menyediakan teknologi yang membuat pasokan logistik pertanian lancar. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Gayung bersambut!!....begitulah ibarat yang pas untuk menggambarkan jalinan awal antara Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dengan Bank Indonesia (BI) KCP Tegal. Bagaimana tidak, sejak awal BI KCP Tegal mencari partner untuk menyehatkan lahan tercemar, dan dari beberapa informasi kolega dari BI KCP Tegal mengarah kepada Balingtan yang mempunyai mandat lingkungan pertanian. Tentunya, invensi Balingtan yang berupa teknologi remediasi dapat diterapkan untuk memperbaiki lahan-lahan yang tercemar. Oleh karena itu, saat survey pengambilan sampel tanah dan tanaman di Brebes, peneliti Balingtan berkunjung ke kantor BI Tegal atas saran konsultan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PUMKM) Bapak Heru Widyatmoko.

Peneliti Balingtan diterima oleh wakil manager BI Tegal Bapak Tulus dan Konsultan PUMKM, pada kesempatan itu, peneliti Balingtan memperkenalkan Company Profile Balingtan dan Teknologi Remediasi Lahan Tercemar. Hasilnya, BI KCP Tegal dan Konsultan PUMKM sepakat untuk menjalin kerjasama dengan Balingtan. Sebagai langkah awal, Balingtan diminta untuk melakukan expose tentang bahaya pestisida, identifikasi cemaran dan teknologi yang dapat diaplikasikan. Dalam acara tersebut, BI KCP Tegal akan mengundang Dinas Pertanian Kabupaten Tegal dan Brebes, BLH dan instansi terkait. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 Berita Balingtan - Daerah Brebes mempunyai 300 komoditas diantaranya yang paling utama yaitu bawang merah, beras, telur, cabai, dll. "Pertanian bawang merah merupakan komoditas sangat mahal di wilayah brebes karena investasi cukup besar. Peran Bank Indonesia adalah untuk investasi yang lebih aman, menstabilkan harga, dan tidak terjadi inflasi," ujar Joni Marsius selaku Direktur Bank Indonesia wilayah Tegal, Rabu (14/3).

Menurut data dari Pemkab Brebes 48% sumbangan dari komoditas bawang merah sebagai komoditi strategis. Penggunaan pestisida di lahan pertanian secara berlebihan atau kurang bijaksana berpotensi tertinggalnya residu pestisida di lahan pertanian dan produk pertaniannya.

Selain itu, penggunaan pestisida masa lalu (organoklorin) sekitar tahun 1960-1970, residunya masih ditemukan hingga kini. Residu tersebut dapat mengancam kesehatan lingkungan dan manusia. "Salah satu cara penanganan residu pestisida adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian yang dirubah menjadi biochar atau arang aktif yang terbukti dapat menurunkan residu pestisida di lahan pertanian," pungkas Asep Nugraha selaku Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian.

Aplikasi biochar 5 ton/ha dapat menurunkan konsentrasi residu organoklorin  (persistant organic pollutant (POPs)), Aldrin, Dieldrin, Heptaklor, DDT namun produktifitas tetap tinggi 9-10 ton/ha.

Teknologi inovasi Balingtan diantaranya Arang aktif untuk meningkatkan populasi mikroba berguna bagi pertumbuhan tanaman pertanian dan merupakan habitat mikroba pendegradasi pestisida. Arang aktif mampu mengikat residu pestisida golongan organoklorin dan golongan organofosfat. Dari arang aktif dikembangkan inovasinya dalam bentuk FIO (Filter Inlet Outlet), Urea berlapis arang aktif, dll. Arang Aktif bisa dari sekam padi, tongkol jagung, tempurung kelapa.

"Balingtan menjadi inspirasi dalam teknologi ramah lingkungan, " menurut Bursa selaku Manager di Bank Indonesia wilayah Tegal. Tanah yang sehat menghasilkan produk pertanian yang sehat, produk pertanian yang sehat menghasilkan generasi penerus bangsa yang unggul. (Admin Balingtan)

Halaman 1 dari 61