Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Kunjungan dari Direktorat Perlindungan Hortikultura

Berita Balingtan - Balingtan menerima kunjungan tamu dari Direktorat Perlindungan Hortikultura yang berjumlah 51 orang. Kunjungan tamu diterima oleh Peneliti Balingtan Dr. Ir. A. Wihardjaka, Msi dan beserta Peneliti Balingtan lainnya. Tujuan dari Direktorat Perlindungan Hortikultura ke Balingtan adalah Kunjungan Lapangan Kepala UPT provinsi se Indonesia. Acara terdiri dari: Sambutan wakil dari Ditlin Hortikultura (Bp Irwan Adam), Sambutan Plh Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Dr. Ir. A. Wihardjaka, Msi), Penyampaian profil Balingtan oleh Ka Program, Kunjungan ke Lab GRK,  dan Lab Terpadu dan SITT.

Adapun diskusi yang dibahas dan tanya jawab bersama peneliti Balingtan. Selama ini belum ada varietas rendah emisi yang disampaikan ke petani sehingga petani takut untuk menanam dalam luasan yang besar. Walaupun pemanasan global baru sekarang ini dikaji dengan lebih mendalam tetapi sudah banyak penelitian yang dihasilkan untuk upaya mitigasi dan adaptasi pemanasan global. Tahun 2013. Balingtan bekerjasama dengan BB Padi melakukan penelitian emisi pada galur-galur tanaman padi yang belum dilepas ke petani. Sehingga dapat diketahui padi yang mempunyai oksidasi yang tinggi dan emisi yang rendah. IRRI juga akan mengembangkan padi yang ditanam secara aerobik. Selama ini penelitian yang banyak dilakukan lokasinya persawahan yang dianggap emisi GRK nya besar. Sehingga sosialisasi yang ada belum sampai ke teknisi dan praktisi. Hasil-hasil penelitian selam ini memang tidak banyak yang sampai ke petani. Balingtan hanya melakukan penelitian saja sedangkan untuk mengkaji lebih mendalam dan diseminasi merupakan tugas dari BPTP.

GC-8A digunakan untuk analisa tanaman hortikultura dengan cara pengambilan sampel gas secara manual dengan menggunakan syringe. Cara pengambilan sampel gas dengan menggunakan boxs otomatis, Sampel gas CH4 diambil tiap minggu sekali selama 1 Musim Tanam selam 10 jam setiap pengambilan sampel. Pengambilan sampel gas CO2 dan N2O menggunakan boxs yang lebih kecil karena tidak menyungkupi tanaman. Untuk CO2 dan CH4 dengan interval yang sama yaitu 3' 6' 9' 12' 15' 18' 21' dan 24' sedangkan untuk N2O dengan interval 10' 20' 30' dan 40'.

Fungsi dari alat-alat yang ada di lab terpadu seperti AAS digunakan untuk analisa unsur hara mikro, GC digunakan untuk analisa residu pestisida sedangkan Spektrofotometer digunakan untuk analisa unsur hara makro.

Aktivasi pada pembuatan arang aktif adalah pemanasan dengan suhu yang lebih tinggi mencapai 900 derajat Celcius. Kesimpulan dari kunjungan tamu dari Direktorat Perlindungan Hortikultura adalah Untuk menghadapi perubahan iklim, bidang hortikultura akan memegang peranan penting dalam penurunan emisi gas rumah kaca, namun perlu kajian / penelitian yang mendasari program-program penurunan emisi dari sektor hortikultura.