Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

BALINGTAN menghadiri acara Marco Satellite International Symposium 2012 mengenai Penurunan Resiko Kontaminasi Arsen dan Kadmium pada Makanan yang diselenggarakan di Tsukuba, Jepang

Berita Balingtan - Pada Tanggal 27-31 Oktober 2012 Balai Penelitian Lingkungan Pertanian telah mengirimkan salah satu peneliti muda-nya yang bernama Asep Kurnia, SP untuk mengikuti MARCO (Monsoon Asia Agro-Environmental Research Consortium) Satellite International Symposium 2012, yang diselenggarakan oleh NIAES (National Institute for Agro-Environmental Sciences (NIAES) di Tsukuba Jepang. Tema symposium yang diambil adalah ‘Risk Alleviation Technologies for Arsenic and Cadmium Contamination of Foods in Monsoon Asia’. Negara peserta simposium yang berasal dari luar jepang antara lain Australia, Taiwan, Korea, Thailand dan Vietnam.

Tujuan diselenggarakannya symposium ini adalah untuk mengetahui kondisi pencemaran logam berat di negara-negara asia, pertukaran informasi mengenai state of the art teknologi remediasi logam berat di tiap negara, serta mendiskusikan langkah-langkah penelitian ke depan dan penguatan kolaborasi penelitian pencemaran logam berat di monsoon asia. Adapun tujuan balingtan mengikuti symposium tersebut adalah untuk memberikan kesempatan pada para peneliti muda berkiprah di dunia internasional khususnya bidang peneliti logam berat dan pencerahan kepada para peneliti muda dalam hal pengetahuan mengenai teknologi remediasi lahan tercemar logam berat, serta upaya mendesiminasikan hasil-hasil penelitian Balingtan tentang identifikasi dan teknologi remediasi logam berat.

Pada kesempatan kali ini Balai Penelitian Lingkungan Pertanian mencoba mendesiminasikan hasil-hasil penelitian identifikasi dan teknologi remediasi lahan tercemar kadmium di lahan sawah, dengan mengambil judul presentasi ‘Risk Alleviation of Cadmium Contamination on Rice in Indonesia’. Dari hasil diskusi pada simposium tersebut disepakati untuk tetap menjalin pertukaran informasi dan kemungkinan kerjasama penelitian diantara negara-negara peserta, khususnya untuk penanggulangan pencemaran arsen dan cadmium. (Asep Kurnia, SP / Balingtan)