Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Upaya Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Dengan Cara Mitigasi di Lahan Sawah

Berita Balingtan - Lahan sawah mempunyai peran dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca. Sistem pengelolaan tanaman yang tepat memberi sumbangan yang positif dalam langkah mitigasi gas rumah kaca dari sektor pertanian. Penggunaan varietas padi unggul yang berumur genjah merupakan salah satu cara untuk menekan emisi CH4 dari lahan sawah; pemupukan sesuai dengan kebutuhan tanaman dengan cara menerapkan Bagan Warna Daun termasuk upaya untuk mengurangi inefisiensi penggunakan pupuk N yang memicu terbentuknya gas N2O dan yang sangat signifikan adalah penggunaan pengairan berselang, di mana ada pengaturan kondisi tergenang dan kering disesuaikan dengan kebutuhan air selama fase pertumbuhan tanaman. Berikut ini adalah teknologi mitigasi emisi GRK di lahan sawah.

  1. Memilih varietas padi yang tepat

Varietas padi mempunyai peran yang sangat penting dalam melepaskan gas CH4. Hal ini disebabkan adanya pembuluh aerenkima yang berfungsi sebagai jalur perantara lepasnya gas CH4. Melalui aerenkima oksigen dialirkan ke akar dan rhizosfer sedangkan CO2, CH4 dan C2H2 dialirkan dari tanah ke batang menuju atmosfer.

2.  Bijaksana dalam menggunakan pupuk

Budidaya padi sawah tidak terlepas dari penggunaan pupuk, terutama pupuk N. Pupuk harus digunakan secara bijaksana karena inefisiensi penggunaan pupuk N akan menjadi sumber emisi N2O. Pengelolaan pupuk yang tepat dengan menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) merupakan salah satu upaya untuk mengurangi emisi N2O dari lahan sawah.

3.  Pengaturan air

Emisi CH4 akan semakin besar apabila sawah dalam kondisi tergenang. Pada kondisi ini, bakteri pembentuk gas CH4 (bakteri metanogen) aktif melaksanakan metabolismenya yang selanjutnya membentuk gas CH4.

4.  Penggunaan Nitrifikasi Inhibitor (NI)

Upaya untuk menekan emisi N2O selain menggunakan pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman, dapat juga menggunakan penghambat nitrifikasi. Proses nitrifikasi merupakan transformasi dari amonia (NH3) menjadi nitrat (NO3-) dan nitrat inilah yang merupakan bentuk tersedia bagi tanaman.

5.   Penggunaan pupuk diperkaya Fe

Selain pemilihan varietas, efisien dalam penggunaan pupuk dan pengairan serta penggunaan nitrifikasi inhibitor, pengendalian rasio bahan organik yang mudah teroksidasi dengan Fe yang mudah tereduksi dapat menjadi salah satu upaya menekan emisi CH4 dari lahan sawah.