Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Pelatihan di IRRI, Phillipina

Berita Balingtan - Peneliti Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Wahyu Purbalisa mengikuti job training di International Rice Research Institute (IRRI). Sejak dua tahun terakhir Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) mendapatkan kepercayaan kembali dari IRRI untuk melaksanakan penelitian padi dengan koordinasi Balai Besar (BB) Padi Sukamandi. Penelitian yang telah dan sedang dilaksanakan di Balingtan antara lain: (1) Evaluation of days to heading (DTH) with IR64-NILs for DTH and IR64,(2)Effect of water and nutrient management on the growth and yield of rainfed rice cultivars and promising lines in Central Java Indonesia,and(3)Evaluation of nutrient use efficiency in different management practices under rainfed conditions.

Untuk meningkatkan kapasitas /pengetahuan peneliti di lapangan pada tanggal 17 Pebruari  sampai 15 Mei 2013telah dilakukan job training di IRRI.Job training meliputi teori dan praktek lapangan dengan fasilitator tenaga ahli dari IRRI. Materi tersebut meliputi:

  1. Pelatihan lapang tentang :

a. Observasi Fenologi

1)  Penentuan masa primordia bunga (Panicle Initiation/PI)

  • Umur tanaman 8-9 Minggu Setelah Tanam (MST)
  • Pilih tanaman tertinggi secara acak
  • Buang daunnya
  • Kelupas batangnya sedikit demi sedikit hingga terlihat bunga

2)  Penentuan 50% berbunga (Determination 50% Flowering)

  • Umur tanaman 11-12 MST
  • Hitung  bunga/malai yang sudah muncul, tiap rumpun tanaman minimal ada satu  bunga/malai yang sudah muncul. Apabila bunga belum muncul, jangan dihitung. Digolongkan 50 % berbunga apabila dalam 1 plot  50% ±  1 dari total rumpun yang  berbunga

3)  Penentuan Matang Fisiologi/Physiological Maturity (PM)

  • Dilakukan 2 minggu sebelum panen
  • Pengambilan sampel dilakukan untuk analisa laboratorium

b.  Teknik pengambilan sampel

  • Pengambilan sampel untuk MT, PI dan 50% Flowering diambil masing-masing 12 rumpun tanaman dari sisi yang berseberangan bisa 6 x 2 atau 3 x 4 diluar harvest area.
  • Rumpun yang diambil bukan termasuk tanaman border (4 rumpun dari tepi termasuk tanaman border)
  • Pengambilan sampel untuk PM, rumpun yang diambil yang terdekat dengan harvest area. Tiap-tiap sudut diambil masing-masing 3 rumpun.
  • Rumpun dicabut beserta akarnya kemudian dimasukkan kedalam kantung yang sudah dilabeli.

 

c.  Pencucian sampel untuk MT, PI dan 50% Flowering

  • Tanaman yang telah diambil dari lapang kemudian dicuci bersih terutama akarnya. Apabila ada daun yang rontok selama pencucian dikumpulkan. Daun yang sudah mati dimasukkan kedalam kantong death leaves dan daun hidup dimasukkan kedalam kantong plastik bening.
  • Setelah dicuci bersih dan dimasukkan kembali ke kantong plastiknya, diberi sedikit air kedalam kantongnya untuk menjaga kesegaran tanaman.

d.  Pengukuran dan Preparasi Sampel Biomas

  • Pengukuran tinggi tanaman dan jumlah anakan, khusus untuk 50% flowering dan PM dihitung pula jumlah malainya.
  • Setelah penghitungan tinggi tanaman, jumlah anakan dan malai, dilakukan pemisahan bagian-bagian tanaman seperti daun, batang dan akar khusus akar langsung dibuang, untuk batang tanaman dimasukkan kedalam kantong kertas yang sudah dilabeli.
  • Untuk bagian daun dihitung luas areanya menggunakan leaf area meter termasuk daun hidup yang lepas pada saat pencucian.
  • Setelah pengukuran leaf area selesai kemudian sampel daun dimasukkan kedalam satu kantong kertas yang sudah dilabeli.
  • Sampel dikeringanginkan selama sehari kemudian baru dioven selama 3 x 24 jam pada suhu 70oC atau sampai dicapai berat kering yang konstan.

e.  Preparasi sampel untuk PM

  • Setelah diambil dari lapang, sampel tanaman tidak dicuci tetapi langsung diukur tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah malai.
  • Setelah pengukuran baru kemudian sampel tanaman dicuci dan dipisahkan bagian-bagiannya lalu dijemur matahari baru dioven.
  • Tidak ada pengukuran leaf area

2. Pelatihan penggunaan alat:

a.  Leaf Area Meter non portable

Untuk mengukur luas area daun, alat digerakkan dengan tenaga listrik dan tidak dapat dibawa kemana-mana.

b.  Portable Leaf Area Meter

Untuk mengukur luas area daun, alat digerakkan dengan tenaga batere dan dapat dibawa kemana- mana.

c.   SPAD Meter

Untuk mengukur klorofil daun

d.  HOBO

Untuk mengukur tingkat kedalaman air dan tekanan barometrik

e.  Tensiometer

Untuk mengukur kelembaban tanah