Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Arang Aktif Multifungsi

Berita Balingtan - Penggunaan pupuk urea selama ini ditengarai inefisiensi, dikarenakan hilang saat aplikasi dilapangan. Kehilangan ini disebabkan oleh terlarut saat hujan. Kehilangan tersebut dapat mencapai 60 % atau kerugian sekitar Rp 3,9 triliun/tahun. Selain itu, kondisi kualitas lahan pertanian kita, kian hari kian menurun akibat pencemaran yang kian hari kian meningkat. Pencemaran terjadi akibat input teknologi budidadaya pertanian seperti penggunaan pestisida yang terus meningkat. Peningkatan penggunaan pestisida, lebih dikarenakan petani sudah pesticide minded, karena khawatir gagal panen. Penggunaan pestisida di lahan hortikultura lebih tinggi (jenis dan frekuensi) dibandingkan di lahan tanaman pangan. Di lahan hortikultura bisa mencapai sekitar 15 jenis pestisida dalam sekali aplikasi (dioplos), sedangkan di lahan tanaman pangan sekitar 5 jenis pestisida. Penggunaan pestisida secara terus menerus dan berlebihan akan mengakibatkan tertinggalnya residu pestisida di lahan/lingkungan dan produk pertanian. Pencemaran lahan pertanian juga terjadi akibat bertambahnya industri di sekitar lahan pertanian. Untuk itu maka diperlukan suatu teknologi yang dapat memecahkan dua permasalahan (masalah kehilangan pupuk dan residu pestisida) tersebut sekaligus.

Limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk bahan dasar pembuatan arang aktif. Ada tiga keuntungan dengan pemanfaatan limbah pertanian ini, (1) Secara estetika keindahan dan kebersihan lingkungan terjaga karena limbah teronggok dapat diolah, (2) Lingkungan terkurangi tingkat pencemarannya, (3) Mendapatkan produk hasil olah (AA) yang berfungsi ganda (multifungsi). Beberapa limbah pertanian yang sudah dimanfaatkan oleh Balingtan antara lain: sekam padi, tempurung kelapa, tandan kosong kelapa sawit, dan tongkol jagung.

Manfaat Arang Aktif:

  1. Aplikasi arang aktif di lahan pertanaman padi dan sayuran dapat meningkatkan nilai pH (bila tanah asam), dan menurunkan nilai pH (bila tanah basa).
  2. Aplikasi arang aktif di lahan pertanaman padi dan sayuran dapat meningkatkan nilai KTK tanah.
  3. Aplikasi arang aktif di lahan padi dan sayuran dapat meningkatkan populasi mikroba pendegradasi pencemar.
  4. Aplikasi arang aktif di lahan padi dan sayuran dapat mengikat residu insektisida (organoklorin dan organofosfat) sehingga tidak terbawa aliran air permukaan (run off) dan tidak terserap masuk ke jaringan tanaman.
  5. Arang aktif yang digunakan sebagai pelapis pupuk urea dapat menjadikan pupuk urea menjadi slow release, tidak mudah menguap dan  tidak mudah larut/tercuci, sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien.
  6. Arang aktif yang digunakan pada alat filter Fio bermanfaat sebagai pengikat residu insektisida (organoklorin dan organofosfat) sehingga air outlet sawah yang masuk ke sungai akan terbebas dari pencemar residu insektisida.
  7. Urea berlapis arang aktif diperkaya mikroba konsorsia slow release, tidak mudah menguap, dan mampu menurunkan residu insektisida senyawa POPs pada tanah dan tanaman.