Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Pelatihan Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca Pada Lahan Gambut Di Papua

Berita Balingtan - Kegiatan ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund) Fase ke 2 tahun 2013 di wilayah Papua dimulai dengan pelatihan tentang Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dan Mengoptimalkan Produktivitas Tanaman di Timika. Papua merupakan lokasi ICCTF terbaru pada fase ini karena pada fase 1 belum termasuk dalam lokasi pengukuran emisi GRK. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9-11 April 2013 bertempat di Hotel Grand Tembaga Timika, Papua. Peserta pelatihan terdiri dari penyuluh, pengambil kebijakan, peneliti dan dosen perguruan tinggi setempat. Beberapa materi terkait pengukuran dan perhitungan emisi GRK disampaikan oleh peneliti dari Balingtan yaitu Ali Pramono, SP, M.Biotech  dan Anggri Hervani, SP.

Setelah pembekalan materi, dilaksanakan pula praktek lapang yang bertujuan untuk melatih cara pengambilan sampel GRK di lahan gambut. Pengambilan sampel gas pertama dilakukan di gambut hutan sagu di Desa Muktipura, Naena (SP VI), Timika, Papua pada tanggal 10 April 2013. Pengambilan dilakukan dengan 5 ulangan pada jarak antar ulangan 20 meter. Sampel gas diambil menggunakan sungkup silindris tertutup berdiameter 21 cm dengan 7 interval waktu (menit ke 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21) dan kemudiian sampel gas disimpan di dalam vial. Sampel gas kemudian dianalisis di Laboratorium GRK, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Rata-rata fluks CH4 dari lahan gambut yang ditanami sagu terukur sebesar 329 mg CH4/m2/hari dan fluks CO2 sebesar 21.100 mg CO2/m2/hari. Pengambilan sampel berikutnya dilakukan setiap 3 bulan sekali. (Ali. P dan Anggri. H / Balingtan)

Gambar 1. Narasumber dan peserta pelatihan.

Gambar 2 Penyampaian materi oleh narasumber.

Gambar 3 Pengambilan sampel gas rumah kaca di lahan gambut, Timika-Papua.

Gambar 4 Diskusi dan presentasi kelompok.