Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Peningkatan Kapasitas Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca Otomatis

Berita Balingtan - Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (BALINGTAN) telah melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan emisi GRK dan mitigasinya sejak tahun 1993 yang didukung oleh seperangkat alat otomatik yang digunakan untuk mengukur emisi CH4 baik secara otomatik maupun manual. Secara otomatik, alat ini dapat beroperasi selama 24 jam dan menghasilkan data yang akurat, sedangkan secara manual, sampel berasal dari petak-petak percobaan dianalisis di laboratorium secara manual. Pada saat sistem baru mulai beroperasi, sistem berfungsi dengan baik dan diaktifkan setiap hari selama 24 jam. Seiring dengan bertambahnya usia peralatan, komponen yang digunakan sudah tidak lagi diproduksi, sehingga banyak permasalahan yang timbul. Salah satu permasalahan yang sering timbul adalah sering macetnya relay, sehingga control valve tidak berjalan dengan benar. Komponen relay ini merupakan komponen yang sudah tidak diproduksi lagi sehingga jalan keluar yang diambil adalah dengan memperbaiki relay. Meskipun demikian, relay yang sudah diperbaiki tidak memiliki ketahanan untuk operasi lama, sehingga dalam waktu singkat, relay ini mengalami kerusakan lagi. Beberapa permasalahan lain yang timbul antara lain :

  1. Jumlah sensor temperatur terbatas dan beberapa sudah mengalami kerusakan.
  2. Data temperatur harus di entry ulang karena sistem operasi masih menggunakan DOS.
  3. Sampling Interval, breaking time dan waktu kalibrasi tidak dapat diubah karena sulitnya mengubah program pada Data Logger.
  4. Saluran pipa pneumatic sering bocor sehingga harus dilakukan perbaikan.
  5. Sistem terkadang harus dilakukan start ulang secara manual setelah selesai melakukan satu siklus sampling di semua chamber.
  6. Data Logger tidak dapat start otomatis, harus melalui komputer PC, sehingga kalau sewaktu-waktu PC rusak, Data Logger tidak dapat difungsikan.

Dampak dari permasalahan ini menjadikan perangkat GRK otomatis tidak dapat dioperasikan setiap hari, melainkan hanya satu minggu satu kali, demi menjaga agar komponen tidak cepat rusak. Untuk mengembalikan fungsi peralatan GRK otomatis inilah diperlukan modernisasi peralatan serta menambah kapasitas pengukuran.

 

Pada tahun anggaran 2013, BALINGTAN mempunyai kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca Otomatis. Kegiatan ini berupa pembangunan laboratorium lapang dengan jumlah mikroplot 24 buah yang terintegrasi dengan sistem GC/Gas Chromatography. Tujuan kegiatan ini adalah untuk:

  1. Meningkatkan produktivitas dalam hal pengukuran gas sehingga jumlah data yang dapat dianalisa bertambah seiring dengan semakin cepatnya dinamika GRK.
  2. Meningkatkan ketelitian dalam pengukuran gas sehingga data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi tinggi.
  3. Meningkatkan kinerja dalam bidang penelitian GRK sehingga produk informasi yang dihasilkan dapat dipakai sebagai acuan dalam penghitungan tingkat emisi GRK nasional di lingkup pertanian.

Dengan peralatan dan GC terbaru nanti, akan dapat diukur tiga gas sekaligus yaitu CO2, CH4 dan N2O. Disamping itu keunggulan tersebut, peneliti dapat melakukan percobaan dengan lebih banyak variasi perlakuan, misalnya untuk pengujian jenis tanah, varietas tanaman padi, bahan amelioran, pola tanam dan lain sebagainya. Salah satu persyaratan dari target atau sasaran dari kegiatan ini adalah sistem baru yang nantinya dipasang harus memiliki minimal fungsi yang sudah dimiliki oleh sistem sebelumnya. Hal ini mutlak diperlukan agar metode analisis data yang sudah biasa dipakai oleh para peneliti dapat terus diaplikasikan. Sasaran akhir kegiatan ini adalah diperolehnya data yang akurat dan dapat dipercaya yang digunakan untuk menentukan faktor emisi dari aktivitas di sektor pertanian. (Ali Pramono, SP., M. Biotech / Balingtan)