Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Walau Kemarau Tetap Panen Padi Dengan Teknologi Embung

Berita Balingtan - Sebagaimana diketahui bersama, sistem pertanian di Balingtan merupakan lahan sawah tadah hujan. Namun dengan adanya teknologi embung, Balingtan melakukan panen padi untuk masa tanam ke-3 atau IP 300 seluas 1 Ha dengan pola tanam jajar legowo. Hasil panen padi yang menggunakan varietas inpari 17 (1/4 Ha) dan inpari 20 (3/4 Ha) diperkirakan sebanyak 6 ton. Hal ini merupakan hasil yang cukup mengembirakan karena sistem pengairannya hanya mengandalkan teknologi embung. Embung itu sendiri merupakan Water Storage atau penampung pada musim hujan dan air limpasan di lahan sawah tadah hujan yang berdrainase baik. Kegunaan dari embung itu sendiri yaitu menyediakan air untuk pengairan tanaman di musim kemarau, meningkatkan produktivitas lahan, intensitas tanam, pendapatan petani di lahan tadah hujan, mencegah / mengurangi luapan air di musim hujan, dan menekan resiko banjir. Keberadaan air di embung dapat berasal dari curah hujan langsung dan air limpahan permukaan (run-off). Jumlah air penampungan dari curah hujan sekitar 30% dan dari limpasan permukaan sekitar 70% dari kapasitas tampungan embung. Untuk mendapatkan air dari limpahasan permukaan diperlukan daerah tangkapan hujan. Luas daerah tangkapan hujan tergantung pada koefisien limpahan permukaan dan ukuran embung atau kapasitas tampungan embung. (Nurhasan, S.Si / Balingtan)