Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Konsep Balingtan Ramah Lingkungan Lestari dengan Tamu Kelompok Tani Lamongan

Berita Balingtan - Balingtan menerima kunjungan dari kelompok tani “Sinar Tani Mandiri” Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan. Balingtan mengadakan sosialisasi pertanian ramah lingkungan dan kunjungan lapang tentang penerapan sistem integrasi tanaman dan ternak ramah lingkungan lestari. Acara dipimpin oleh Kepala Balingtan Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M. Sc dan para peneliti. Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 13 yang terdiri dari Pemimpin kelompok tani dan anggota kelompok tani. Pertanian Ramah Lingkungan (PRL) atau Eco-Farming merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumberdaya pertanian dan input usahatani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan serta diterima secara sosial budaya dan berisiko rendah atau tidak merusak/mengurangi fungsi lingkungan.

Balingtan mempunyai m-AP2RL2 (model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari), yang mencakup 10 unsur, yakni 1) Konservasi tanah dan air, 2) Konservasi keanekaragaman hayati, 3) Pengawasan terhadap residu pestisida dan logam berat, 4) Penerapan teknologi rendah emisi Gas Rumah Kaca (GRK), 5) Peningkatan Produktivitas tanaman, 6) Penanaman varietas padi rendah emisi GRK, 7) Penanaman varietasi yang adaptif terhadap perubahan iklim, 8) Penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), 9) Penerapan teknik irigasi yang efektif dan efisien, 10) Peningkatan produktifitas lahan melalui Sistem Integrasi Tanaman-Ternak (SITT) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pada dasarnya konsep PRL adalah memadukan dan mengintegrasikan sektor produksi, lingkungan dan sosial-ekonomi bagi petani.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, menambah pengetahuan dan pengenalan pada kelompok tani Lamongan tentang pertanian ramah lingkungan melalui pengalaman kunjungan lapang secara langsung. Setelah diskusi dilanjutkan kunjungan lapang antara lain: melihat produk Balingtan, kunjungan ke tempat visitorplot SITT (Sistem Integrasi Tanaman-Ternak), Lysimeter, embung, tempat pembuatan kompos, kunjungan ke Laboratorium Terpadu, dan kunjungan ke Laboratorium GRK (Gas Rumah Kaca).

 

 

Berita Balingtan - Balingtan menerima kunjungan dari kelompok tani “Sinar Tani Mandiri” Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan. Balingtan mengadakan sosialisasi pertanian ramah lingkungan dan kunjungan lapang tentang penerapan sistem integrasi tanaman dan ternak ramah lingkungan lestari. Acara dipimpin oleh Kepala Balingtan Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M. Sc dan para peneliti. Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 13 yang terdiri dari Pemimpin kelompok tani dan anggota kelompok tani. Pertanian Ramah Lingkungan (PRL) atau Eco-Farming merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumberdaya pertanian dan input usahatani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan serta diterima secara sosial budaya dan berisiko rendah atau tidak merusak/mengurangi fungsi lingkungan.

Balingtan mempunyai m-AP2RL2 (model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari), yang mencakup 10 unsur, yakni 1) Konservasi tanah dan air, 2) Konservasi keanekaragaman hayati, 3) Pengawasan terhadap residu pestisida dan logam berat, 4) Penerapan teknologi rendah emisi Gas Rumah Kaca (GRK), 5) Peningkatan Produktivitas tanaman, 6) Penanaman varietas padi rendah emisi GRK, 7) Penanaman varietasi yang adaptif terhadap perubahan iklim, 8) Penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), 9) Penerapan teknik irigasi yang efektif dan efisien, 10) Peningkatan produktifitas lahan melalui Sistem Integrasi Tanaman-Ternak (SITT) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pada dasarnya konsep PRL adalah memadukan dan mengintegrasikan sektor produksi, lingkungan dan sosial-ekonomi bagi petani.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, menambah pengetahuan dan pengenalan pada kelompok tani Lamongan tentang pertanian ramah lingkungan melalui pengalaman kunjungan lapang secara langsung. Setelah diskusi dilanjutkan kunjungan lapang antara lain: melihat produk Balingtan, kunjungan ke tempat visitorplot SITT (Sistem Integrasi Tanaman-Ternak), Lysimeter, embung, tempat pembuatan kompos, kunjungan ke Laboratorium Terpadu, dan kunjungan ke Laboratorium GRK (Gas Rumah Kaca).