Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Sosialisasi Tentang Perubahan Iklim

Berita Balingtan - Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) menerima kunjungan dari Pejabat Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI). Sosialisasi tentang perubahan iklim  ini di buka oleh Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc. Ucapan selamat datang dan paparan mengenai profil Balingtan disampaikan oleh Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc agar para tamu mengetahui dan mengenal Balingtan lebih dekat. Setelah itu, dilanjutkan paparan presentasi dari DNPI yaitu Dr. Doddy S. Sukadri (Sekretaris di DNPI) membahas tentang Global Carbon Budget, Emisi Alih Guna Lahan dan Pertanian, Negosiasi Perubahan Iklim, Tentang REDD+, Kebijakan Adaptasi Nasional, dan tentang ILUC. Alih Guna Lahan dan Kehutanan merupakan sumber emisi terbesar GRK. Lebih 80% upaya penurunan emisi GRK, menurut Perpres 61/2012 berasal dari kehutanan dan lahan gambut.

Pertanian, disisi lain, menghadapi tantangan berupa luas areal tanam yang semakin menyempit, peningkatan produksi, menurunkan emisi, mempertahankan kerentanan, dan meningkatkan kesejahteran petani miskin. Diperlukan sinergitas K/L (Kehutanan, Pertanian, DN, ESDM, PU, Bappenas dan KLH) agar tetap bisa mempertahankan food security dan food safety, dan menekan emisi GRK melalui strategi pembangunan ekonomi pertanian yang rendah emisi (Low Emission Development Strategies –LEDS). Indirect Land Use Change impacts of biofuels (ILUC) adalah emisi karbon yang berlebihan yang tidak dikehendaki akibat  alih guna lahan yang terjadi di seluruh dunia, yang dipacu oleh perluasan lahan  pertanian untuk produksi ethanol atau  biodiesel karena meningkatnya permintaan dunia terhadap biofuels.

Pembicara kedua yaitu Dr. Agus Supangat adalah peneliti di Badan Riset Kelautan dan Perikanan dan sekarang mendapat tugas sebagai Koordinator Divisi Peningkatan Kapasitas Penelitian dan Pengembangan di Dewan Nasional Perubahan Iklim. Dr. Agus Supangat bertugas membantu mengkaji dan merumuskan kebijakan baik untuk mitigasi maupun adaptasi berbasis ilmiah, menyiapkan pelatihan kesadaran publik di pusat maupun di daerah, serta menulis tulisan ilmiah populer, artikel ilmiah, dan novel dengan tujuan meningkatkan kesadaran perubahan iklim masyarakat. Diharapkan perubahan iklim yang ada dapat diantisipasi ke depannya sehingga target produksi yang ditetapkan pemerintah bisa tercapai disamping juga mutu yang bagus untuk produksi perlakuan terhadap lingkungan juga harus diperhatikan sebagai barrier terhadap produk – produk pertanian Indonesia.