Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Banjir Mengakibatkan Puso di Lahan Pertanian

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Curah hujan yang tinggi sejak hari Minggu 19 Januari hingga 30 Januari 2014 (12 hari) menyebabkan tanah tidak mampu lagi menyerap atau menyimpan air hujan. Akibatnya banjir tidak terelakan lagi. Banjir awal tahun 2014 ini merupakan banjir besar setelah tahun 1991 dan 2002. Selain merendam pemukiman, banjir menggenangi area pertanian, seperti tanaman padi sawah, tebu, jagung, tanaman tahunan jati.

Di Kabupaten Pati, banjir terjadi di beberapa kecamatan, yaitu Tayu, Juwana, Pati Kota, Jakenan, Jaken, Winong, Gabus, Batangan. Kedalaman air beragam, bahkan di beberapa tempat seperti di desa Tambah Mulyo kecamatan Winong dan Pekuwon kecamatan Juwana mencapai lebih dari 1,5 m. Di beberapa tempat, banjir menggenangi areal padi sawah dengan fase pertumbuhan keluar malai hingga menjelang panen seperti di desa Semampir kecamatan Pati Kota.

Di kecamatan Tayu, banjir mulai berkurang, sehingga tanaman padi dengan fase pertumbuhan anakan aktif tidak mengalami kerusakan yang parah, dan padi yang siap panen memungkinkan dipanen tanpa kerusakan yang tidak berarti.

Beberapa titik banjir yang dapat dipantau di Kabupaten Pati tanggal 22 Januari 2014 sebagai berikut:

  1. Kebonturi 1 : lokasi banjir jalan masuk menuju desa  Kebonturi  kecamatan Jaken Kab. Pati , titik koordinat: S 06o46’00.1”, E 111o10’99.4”, ketinggian tempat 20 m dpl, ketinggian air 15 cm di jalan diareal persawahan 50 cm. tanaman yang terkena banjir padi dan tebu. Kerusakan jalan (lubang-lubang)
  2. Kebonturi 2 : lokasi banjir jalan  dekat jembatan masuk desa Kebonturi kecamatan Jaken Kabupaten Pati,   titik koordinat: S 06o45’50.1”, E 111o11’02.0”, ketinggian tempat 14 m dpl, ketinggian air  15 cm di jalan diareal persawahan 50 cm. tanaman yang terkena banjir padi dan tebu.   Kerusakan jalan (lubang-lubang)
  3. Desa Plosojenar kecamatan Jakenan Kabupaten Pati lokasi dekat desa Kebonturi lokasi tidak terkena banjir kondisi tanaman normal. TitikKoordinat:  S 06o46’07.5”, E 111o10’30.0”, ketinggian tempat 18 m dpl.
  4. Glonggong 1 lokasi banjir Desa Glonggong kecamatan Jakenan Kabupaten Pati titik koordinat: S 06o45’26.3”, E 111o07’43.7”, ketinggian tempat 7 m dpl, ketinggian air 20 cm di jalan diareal persawahan 50 cm.
  5. Glonggong 2 lokasi banjir Desa Glonggong kecamatan Jakenan Kabupaten Pati dengan titik koordinat S06o46’23.7”, E 111o07’32.1”, ketinggian tempat 12 m dpl, ketinggian air 100 cm di jalan diareal persawahan 150 cm
  6. Desa Pekuwon Kecamatan Juwana Kabupaten Pati dengan titik koordinat S 06o43’23.9”, E 111o09’25.4”, ketinggian tempat 9 m dpl, ketinggian air 70 cm di jalan. diareal persawahan 100 cm, tanaman padi, tebu dan tambak.
  7. Desa Kauman kecamatan Juana dengan titik koordinat S 06o43’03.4”, E 111o08’38.3”, ketinggian tempat 18 m dpl, ketinggian air 70 cm di jalan dan pemukiman penduduk.
  8. Jalan Raya Juana Pati sebelah barat Juana dengan titik koordinat S 06o43’32.5”, E 111o06’54.9”, ketinggian tempat 19 m dpl, ketinggian air 15 cm di jalan raya.
  9. Desa Ngantru Kabupaten Pati dengan titik koordinat S 06o45’44.8”, E 111o03’39.2”, ketinggian tempat 28 m dpl, ketinggian air tidak sampai  di jalan raya, diareal persawahan tanaman padi umur 55 hst masih bisa diselamatkan, tambak ikan lele terkena banjir. untuk daerah sebelummya tanaman padi menjelang panen tidak kelihatan malainya.
  10. Desa Margotuwu kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati dengan titik koordinat S 06o34’49.8”, E 111o03’48.3”, ketinggian tempat 27 m dpl, ketinggian air 10 cm di jalan raya bekasnya banjir bandang  tanaman padi masih bisa panen.
  11. Desa Mbondol Tayu, Pati dengan titik koordinat S 06o33’26.6”, E 111o02’41.5”, ketinggian tempat 22 m dpl, bekasnya banjir bandang  tanaman padi masih bisa panen.

Berdasarkan pantauan 30 Januari 2014, banjir masih menggenangi areal pertanian terutama padi sawah di Pantai Utara Jawa Tengah Bagian Timur seperti Demak, Kudus, Pati, Jepara. Berdasarkan pantauan langsung dan informasi dari Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, luas areal persawahan yang terkena banjir dengan fase pertumbuhan tanaman sebagian besar  keluar malai hingga menjelang panen sebagai berikut:

Kabupaten Pati

  • 2314,81 ha di kecamatan Gabus
  • 782 ha di kecamatan Tayu
  • 575 ha di kecamatan Juana
  • 1407 ha di kecamatan Sukolilo
  • 205 ha di kecamatan Kayen
  • 1009,25 ha di kecamatan Pati
  • 1507 ha di kecamatan Jakenan
  • 210 ha di kecamatan Wedarijaksa
  • 360 ha di kecamatan Trangkil
  • 141 ha di kecamatan Batangan
  • Total luas areal persawahan terendam banjir adalah 8511,06 ha

Kabupaten Kudus

  • 257 ha di kecamatan Jati
  • 2.435 ha di kecamatan Undaan
  • 1.176 di kecamatan Mejobo
  • 1.177 ha di kecamatan Jekulo
  • 345 ha di kecamatan Kaliwungu
  • Total luasan sawah tergenang banjir 5.081 ha dengan estimasi kerugian rata-rata Rp 7.500.000 per ha

Kabupaten Jepara

  • 1502 ha di kecamatan Welahan
  • 699 ha di kecamatan Mayong
  • 348 ha di kecamatan Nalumsari
  • 781 ha di kecamatan Kaliyamatan
  • 548 ha di kecamatan Pecangangan
  • 1.379 ha di kecamatan Kedung
  • 362 ha di kecamatan Tahunan
  • 115 ha di kecamatan Batealit
  • 520 ha di kecamatan Mlonggo
  • 140 ha di kecamatan Donorojo
  • 77 ha di kecamatan Keling
  • 160 ha di kecamatan Bangsri
  • 63 ha di kecamatan Kembang
  • 138 ha di kecamatan Jepara
  • Total luas sawah terendam banjir adalah 6.832 ha

Kabupaten Demak

  • 3194 ha di kecamatan Wedung
  • 1402 ha di kecamatan Sayung
  • 443 ha di kecamatan Mijen
  • 45 ha di kecamatan Demak
  • 524 ha di kecamatan Gajah
  • 1311 ha di kecamatan Karanganyar
    • Total luas areal persawahan yang terendam banjir adalah 6919 ha selain  areal palawija yang juga terendam banjir

Total luas areal persawahan yang terkena dampak banjir di 4 Kabupaten sekitar 27.343 ha. Kerugian disebabkan disebabkan oleh lahan yang mengalami puso akibat genangan yang terlalu lama (lebih dari 12 hari). Usia tanaman padi yang mengalami puso antara 30-80 hst.

Berdasarkan hasil pantauan sementara, banjir diawal tahun 2014 ini selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi (terpantau lebih dari 100 mm di stasiun AWS Balingtan pada tanggal 21 Januari, 2014), beberapa bendungan seperti Tanggulangin di Kabupaten Demak dan Seloromo di Kabupaten Pati sudah melebihi kapasitas sehingga terpaksa pintu air harus dibuka guna mengurangi bencana yang lebih dahsyat seperti banjir bandang. Selain itu, peninggian jalan jalur pantura Pati-Juwana menyebabkan air mengalir ke arah Juwana sehingga kota kecamatan Juwana tergenang mencapai 1-1,5 m. Bencana banjir ini menyebabkan jalur Pantura terputus selama terputus sampai hari ini.