Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Kunjungan Ka Badan Litbang 2011

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

kunjungan kabadan1kunjungan kabadan2

Berita Balingtan - Di sela-sela kegiatan peninjauan lahan-lahan sawah yang kekeringan di sekitar Pati, Kudus, dan Demak, Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan).  Dalam kunjungan tersebut , beliau didampingi oleh Kepala Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi),  Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat), dan Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP). Adapun tujuan dari kunjungan ke Balingtan ini adalah untuk melihat langsung kondisi Balingtan saat ini. Lokasi-lokasi yang dikunjungi antara lain adalah Sistem Integrasi Tanaman  Ternak (SITT), Laboratorium Terpadu, embung, lokasi Penelitian Dinamika Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), dan Laboratorium Gas Rumah Kaca (GRK).


Dalam kegiatan kunjungan ke Balingtan ini, Kepala Balingtan, Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr, menjelaskan  mengenai manfaat lain dari SITT, antara lain dapat menghasilkan biogas yang bermanfat untuk penerangan, memasak dan proses pembakaran arang. Pembuatan arang tersebut dapat juga menghasilkan asap cair yang bermanfaat sebagai bahan pengawet yang relatif aman untuk kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan Pertanian memberikan masukan agar tanaman serai wangi dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pakan ternak, karena tanaman serai wangi memiliki keunggulan yaitu kadar protein yang tinggi (7%) lebih besar dari pada jerami (3%). Beliau juga berharap perlunya sarana untuk distribusi air dari embung ke lahan-lahan garapan .

Usai kunjungan lapang, acara  dilanjutkan  dengan diskusi  bersama staf Balingtan.  Kepala Badan Pertanian juga mengatakan bahwa Balingtan ini merupakan satu-satunya Balai yang memiliki kemampuan mengukur GRK. Mengingat pentingnya peranan Balingtan di kemudian hari, beliau menekankan perlunya perumusan kembali peranan Balingtan di masa mendatang.