Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Tim Pemantauan RAN RAD GRK Sektor Pertanian, BALINGTAN sebagai Referensi dalam Pengukuran GRK

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan – Isu mengenai pemanasan global dan perubahan iklim, bukan lagi menjadi sesuatu yang awam bagi masyarakat dewasa ini. Perubahan iklim merupakan tantangan serius yang kini dihadapi masyarakat dunia dan diperkirakan akan terus mengancam kehidupan di masa yang akan  datang. Fenomena alam ini diyakini akan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan. Dampak perubahan iklim antara lain tercermin dari terjadinya peningkatan suhu udara, perubahan pola hujan, peningkatan muka air laut, dan meningkatnya kejadian iklim ekstrim El-Nino dan La Nina yang meningkatkan frekuensi banjir dan kekeringan. Upaya keikutsertaan Indonesia dalam aksi global untuk pengurangan dampak perubahan iklim dilakukan dengan meratifikasi Protokol Kyoto melalui Undang-Undang Nomor 6 tahun 1994. Sepuluh tahun kemudian Indonesia meratifikasi Protokol Kyoto lewat UU No. 17 tahun 2004. Pada tahun 2007, dalam pidatonya di pertemuan G-20 di Pittsburgh, Presiden RI mengutarakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26% dengan usaha sendiri dan 41% dengan bantuan dari luar. Untuk menindaklanjuti komitmen tersebut telah terbit 2 peraturan presiden yaitu PERPRES 61 / 2011  mengenai rencana aksi nasional penurunan emisi GRK (RAN GRK) dan PERPRES 71 / 2011 mengenai inventarisasi gas rumah kaca nasional. Ada 5 sektor yang terlibat dalam penurunan ataupun inventarisasi GRK nasional, yaitu; (1) kehutanan dan lahan gambut, (2) energi, (3) industri, (4) pertanian, dan (5) limbah.

Balingtan menerima kunjungan tamu tim pemantauan RAN RAD GRK sektor pertanian yaitu dari Ditjen Horti, Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Perkebuanan, Ditjen PSP, BKP, Seketariat Balitbangtan, dan Seketariat Ditjen PKH. Kedatangan beliau disambut langsung oleh Kasubbag Tata Usaha dan para peneliti. Acara kunjungan diawali dengan presentasi mengenai profil Balingtan yang disampaikan langsung oleh Peneliti Balingtan yaitu Bapak Dr. Ir. A. Wihardjaka, M.Si. Sesuai amanat Pemerintah Republik Indonesia kepada Pemerintah Daerah yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN GRK) pada tahun 2010, khususnya pasal 8 ayat 1, yang meminta Pemerintah Provinsi untuk menyusun Rencana Aksi Daerah dalam upaya untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca yang terjadi di daerah (dokumen perencanaan RAD GRK).

Pada dasarnya, kedua dokumen ini, yaitu RAN dan RAD GRK dibutuhkan oleh kedua tingkat pemerintahan: Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi) beserta dengan para pemangku kepentingan terkait (stakeholders) untuk melaksanakan dan mengawasi kegiatan-kegiatan mitigasi emisi gas rumah kaca baik di tingkat nasional maupun ditingkat lokal dalam kurun waktu 10 tahun ke depan (2010-2020) dalam upaya mencapai target nasional pengurangan emisi sebesar 26% (dengan sumberdaya sendiri) dan tambahan target sebesar 15 % (dengan bantuan sumberdaya internasional untuk mencapai target nasional sebesar 41%) dari tingkat acuan emisi (emission baseline) yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2020. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten akan memainkan peran yang penting karena terdapat aktivitas-aktivitas yang memproduksi emisi dan berlokasi di daerah atau dibawah kewenangan daerah. Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dapat memproduksi kebijakan atau rencana aksi daerah untuk mendukung proses pengurangan emisi ini. (Admin Balingtan)