Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) dari Kotoran Sapi dengan Pakan Rendah Emisi

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Sapi merupakan komoditas ternak penghasil daging di Indonesia. Jumlah populasinya terus meningkat setiap tahun. Data dari BPS dari tahun 2009 jumlah sapi potong ada 12.760.000, tahun 2010 ada 13.582.000, tahun 2011 total populasi ada 14.824.000 ekor, tahun 2012 ada 15.981.000 ekor dan di tahun 2013 jumlah populasi sapi potong sebesar 16.607.000 ekor. Kotoran ternak merupakan sumber emisi gas rumah kaca khususnya CH4 (metana) dan N2O (nitro oksida). Pemberian pakan rendah emisi merupakan salah satu cara dalam manajemen reduksi gas rumah kaca dari kotoran ternak. Pengukuran emisi GRK dari kotoran ternak dapat dilakukan dengan menimbang kotoran ternak kemudian diambil dan dimasukkan ke dalam tabung paralon yang sudah dimodifikasi kemudian diukur emisi yang keluar setiap satu minggu sekali. Pengukuran dilakukan sampai emisi yang di keluarkan per gram kotoran ternak adalah konstan atau tidak ada kenaikan fluks harian.

Data yang mendukung dalam pengkuran ini dan perlu diperhatikan adalah berat pakan dan jenis pakan yang diberikan ke ternak, bobot ternak, berat kotoran ternak yang dihasilkan per ekor per hari, nilai C dan N dari kotoran ternak, urine ternak dan pakan yang diberikan. Dengan pemberikan pakan rendah emisi, GRK yang dikeluarkan dari kotoran ternak akan menurun sebesar kurang lebih 15 % jika dibandingkan dengan pemberian pakan konvensional. Pakan rendah emisi yang diujikan di Balingtan berupa silase jerami, UMMB (Urea Molase Multinutrient Block), jerami amoniasi. Beberapa literatur menyebutkan bahwa tanaman dengan kadar tanin yang diberikan sebagai pakan juga mampu menurunkan emisi. (Anggri Hervani, SP/Balingtan)