Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

kunjungan Wamentan RI

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
Berita Balingtan - Kunjungan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr.Ir. Bayu Krisnamurthi beserta rombongan  di Balingtan,  Kamis 11 Agustus  2011. Hadir pula dalam acara tersebut  Perwakilan dari Badan Litbang Pertanian yaitu Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), perwakilan dari Direktorat Jendral Perkebunan dan ,perwakilan dari Dinas Perkebunan Jawa Tengah.

Prof. Dr. Yusdar Hilman yang mewakili   Ka Badan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan iklim sebagai  realitas yang harus kita tanggulangi secara integral. Sistem Integrasi Tanaman Ternak merupakan sistem yang integral dimana  limbah ternak berperan sebagai  pupuk organik yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi emisi GRK. Pada Kesempatan ini Kepala Balingtan, Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. menyampaikan  presentasi tentang profil Balingtan  dan beberapa hasil penelitian  yaitu Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Ternak (SITT) dan Embung untuk Adaptasi Perubahan Iklim di Lahan Sawah  Tadah hujan “ dan “Teknologi Embung untuk Adaptasi Perubahan Iklim” Dalam presentasi tersebut Wamentan memberikan apresiasi yang positif.


Wamentan Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi dalam sambutannya menyampaikan harapannya di   tahun 2015Balingtan  yang baru berumur 5 bisa tiga kali lebih besar dari sekarang dan dapat jadi bintangnya pertanian Indonesia di masa mendatang. Karena itu Balingtan harus berkembang, harus melakukan penata diri. Paling tidak menurut beliau ada 3 aspekpenting yang harus dilakukan dalam penataan diri tersebut agar Balingtan menjadi besar yaitu :
1.       Balingtan harus punya  kemampuan untuk melakukan analisis terhadap indikator lingkungan.
2.       Harus mampu memberikan jasa konsultasi dan advokasi.
3.       Balingtan harus mampu melakukan Sertifikasi Lingkungan


Wamentan mengharapkan  Balingtan punya sistem yang  dapat ditularkan dan dilaksanakan oleh semua orang yang ada jaminan mutunya.  kalau perlu ketahanan pangan resiko minimum residu pestisida sebagai komponen dari  good environmental practices. Dalam kesempatan kembali , Wamentan mengungkapkan keinginannya  tahun depan dapat kembali berkunjung ke Balingtan dan melihat sejauh mana perubahannya dibandingkan dengan Sekarang.