Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Menteri Pertanian dan Gubernur Jawa Tengah Mengapresiasi Teknologi Balitbangtan dalam Acara Gelar Promosi Agribisnis Ke-VI

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Gelar Promosi Agribisnis (GPA) VI Soropadan 2014 diselenggarakan di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani Agro Center Soropadan, Jalan Raya Magelang KM. 13 Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah pada tanggal 19-23 Juni 2014. Tema GPA VI Soropadan adalah “Bangga dan Cinta Produk Lokal Wujudkan Kedaulatan Pangan”. GPA VI Soropadan dibuka oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Suswono, M.MA. Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menekankan bahwa pertanian sebagai penggerak perekonomian nasional, maka berbagai permasalahan di tingkat petani harus diselesaikan seperti bagaimana memudahkan penjualan  produk hasil pertanian dari petani. Ke depan system pertanian bioindustri berkelanjutan selain menghasilkan bahan pangan juga bahan non pangan dari system pertanian harus diupayakan. kedepan harus tersusun sistem bioindustri. Apalagi dengan diberlakukannya pasar tunggal ASEAN dimana daya saing sektor pertanian Indonesia di ASEAN  berada pada urutan No. 6 di antara negara-negara ASEAN. Produk-produk pertanian yang ada harus berkualitas dan menarik untuk dijual sehingga mendapatkan nilai tambah. Kegiatan GPA VI ini membuka peluang bagi para pelaku bisnis yang bergerak dibidang agroindustri dan agrobisnis untuk dapat mempromosikan produk-produk pertanian yang bermutu.

Gelar Promosi Agribisnis VI Soropadan 2014 diikuti Pemerintah Provinsi Anggota Mitra Praja Utama/MPU (Jawa, Bali, Lampung dan NTB), Pemerintah Kabupaten/Kota seJawa Tengah, BUMN, BUMD dan Perusahaan Swasta Nasional, Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi, Lembaga keuangan dan Perbankan, Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian, LSM Bidang Pertanian. Kegiatan ini dapat menciptakan ajang promosi produk-produk komoditas pertanian unggulan, untuk membuka peluang pasar baru dan memperluas jejaring agribisnis. Kegiatan  GPA VI ini merupakan forum untuk mempertemukan para pelaku agribisnis, antara pihak petani/produsen dengan pengusaha agro baik lokal dan nasional, dan para stakeholder lainnya. GPA VI menggelar kegiatan pameran teknologi pertanian, pameran dan bursa komoditi pertanian unggulan, seminar sarasehan dan lokakarya, konsultasi agribisnis dan fasilitas informasi komunikasi, temu dan kontak bisnis, tour agrowisata, lomba-lomba dan pentas seni.

Produk yang ditampilkan di GPA ini antara lain: komoditas pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, kehutanan), sarana produksi pertanian (pupuk, benih, pestisida, dll.), alat mesin pertanian (alsintan), perbankan lembaga keuangan, display produk unggulan dan teknologi remediasi lahan dan air yang tercemar residu pestisida dan logam berat. Pengunjung acara ini adalah para pengusaha dibidang agro maupun non agro, para pejabat pemerintah tingkat nasional dan daerah, para investor dan pembeli, para eksekutif dan profesional, masyarakat umum, petani, kolompok tani, pelaku pasar, dan pelajar atau mahasiswa.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bersama Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) ikut berpartisipasi dalam pameran dengan menampilkan beberapa komoditas unggulan seperti tumbuhan penyerap polutan (Sansivieria sp/lidah mertua dan bambu rejeki), filter inlet outlet (FIO), asap cair hasil pirolisis untuk bahan biopestisida, berbagai bahan untuk membuat arang hayati (biochar) dan arang aktif,   kompos,  dan biokompos, serta beberapa leaflet, banner. Pada kesempatan setelah pembukaan GPA VI, Menteri pertanian didampingi Gubernur Jawa Tengah juga mengunjungi Stan Balingtan dan dijelaskan peran penting Balingtan dalam mengapresiasi dan mendukung pengembangan pertanian bioindustri berkelanjutan, antara lain:

  1. FIO, teknologi yang dapat meremediasi lahan tercemar residu pestisida, alat ini dapat memfilter air yang tercemar residu pestisida yang dipasang di saluran pemasukan air/pematang maupun saluran keluarnya air. Filter ini terbuat dari alat yang sederhana dan isinya arang aktif yang dibuat dari limbah-limbah pertanian antara lain: tongkol jagung, sekam padi, tempurung kelapa, cangkang kosong kelapa sawit.
  2. Urea berlapis arang aktif dan urea yang berlapis arang aktif yang diperkaya mikroba yang dapat menurunkan cemaran pestisida ditanah.
  3. Biokompos, dari hasil analisa biokompos mempunyai pH, C-Organik, dan KTK yang lebih tinggi dibanding kompos biasa yang diproduksi Balingtan.
  4. Asap cair dari hasil samping pembakaran biochar dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk pembuatan biopestisida, pupuk pelengkap cair (PPC), maupun sabun anti septik alami.

(Sri Wahyuni, SP/Balingtan)