Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Ka. Balitbangtan: Balingtan sebagai Contoh Indonesia dan Dunia tentang Konsep Pertanian Bioindustri Berkelanjutan di Lahan Sub Optimal

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bapak Dr. Ir. Haryono, MSc dalam kesempatan kunjungan kerjanya di Balai Penelitian Lingkungan (Balingtan), Jakenan, Jawa Tengah bersama Ka. Pusat lingkup Balitbangtan. Perubahan iklim saat ini sudah menjadi satu keniscayaan. Seluruh umat manusia saat ini sudah mulai merasakan dampak dari perubahan iklim. Oleh karena itu, upaya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari berbagai sektor mutlak dibutuhkan agar laju perubahan iklim akibat dari pemanasan global ini dapat dihambat. Sebagai solusi, pertanian melalui tanaman perkebunan mampu menyerap salah satu gas rumah kaca terbesar yaitu karbondioksida (CO2) melalui proses fotosintesis pada daun tanaman. Pertanian sebagai sumber emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfir salah satunya disebabkan oleh pemupukan yang tidak tepat waktu dan sasaran, serta pemberian pupuk yang berlebihan. Cara pemupukan seperti ini dapat menyebabkan meningkatkan kandungan nitrogen oksida (N2O) di atmosfer. Gas N2O ini memiliki daya pantul radiasi panas yang 310 kali lebih besar dibandingkan dengan CO2.

Dengan memperhatikan permasalahan di atas, Balitbangtan melalui Balingtan menawarkan konsep pertanian bioindustri berkelanjutan di lahan sub optimal. Konsep ini mengacu pada pendekatan ekologis yang tidak bersifat eksploitatif dan disesuaikan dengan kondisi alami. Balingtan mengembangkan dan menerapkan konsep pertanian bioindustri berkelanjutan. Beberapa konsep pertanian bioindustri berkelanjutan diyakini dapat mendukung tercapainya produktifitas tanah dan tanaman yang tinggi dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan.

Ada 10 konsep pertanian bioindustri berkelanjutan di lahan suboptimal:

  1. Meningkatnya Produktivitas
  2. Konservasi Tanah dan Air
  3. Termanfaatkannya Limbah Pertanian secara Optimal
  4. Adaptif terhadap Perubahan Iklim
  5. Diterapkannya Pengendalian Hama Terpadu
  6. Termanfaatkannya Sumber Daya Lokal
  7. Rendahnya Cemaran Logam Berat
  8. Turunnya Emisi Gas Rumah Kaca
  9. Terjaganya Biodiversitas
  10. Integrasi Tanaman-Ternak

Pertanian ramah lingkungan yang dikembangkan Balingtan diharapkan diikuti dan diterapkan masing-masing UK/UPT. Beliau sangat tertarik dengan kegiatan, kebersihan dan kerapian yang ada di Balingtan dan memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan ini. (Admin Balingtan)