Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Potensi Produksi Gas Rumah Kaca di Tanah Gambut dan Tanah Mineral

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Tanah gambut dan mineral merupakan salah satu sumber emisi gas rumah kaca (GRK), yang berkontribusi pada peningkatan pemanasan global. Emisi GRK  dari tanah gambut dan mineral akan berbeda tergantung dari jenis dan ekosistemnya. Masing masing jenis tanah gambut dan mineral memiliki potensi produksi GRK yang berbeda pula.

Pengukuran potensi produksi  GRK ini menggunakan contoh tanah gambut ataupun tanah mineral yang ditimbang seberat 20 gram dan dimasukkan ke dalam botol inkubasi. Di dalam botol inkubasi telah di beri magnetik bar untuk mengocok tanah saat dilakukan analisa. Tanah yang telah dimasukkan dalam botol dan di beri aquadest diletakkan dalam  inkubator untuk selanjutnya diinkubasi. Contoh tanah yang diambil contoh gasnya pada T-0 dialirkan gas N2 UHP pada inlet botol inkubasi sambil di kocok selama 2 menit diatas magnetik stirrer, lalu diambil sampel gasnya dengan menggunakan syringe dan dianalisis menggunakan Gas Cromatography. Setelah inkubasi selama 24 jam, contoh gas saat T-24 diambil dan dianalisis dengan menggunakan Gas Cromatography. Pengambilan sampel gas untuk T-0 dan T-24 dilakukan setiap 1 minggu sekali dan dilakukan sampai potensi produksi GRK konstan. Konsentrasi saat T24 lebih besar dari T0. Data yang mendukung dalam pengkuran ini dan perlu diperhatikan adalah pH, EH, suhu inkubator, headspace.

Untuk menghitung potensi produksi GRK (CO2, CH4, N2O) digunakan rumus (Latin, 1995):

 

E pot =

( T24 – T0 )

x

V h

x

BM

x

273,2

W tan

VM

273,2 + T

 

Keterangan :

E Pot : Produksi CO2, CH4, N2O (mg (CO2, CH4, N2O) /gr gambut/hari)

T 24 : Konsentrasi CO2, CH4, N2O setelah 24 jam inkubasi (ppm)

T 0 : Konsentrasi CO2, CH4, N2O saat 0 jam inkubasi (ppm)

V h : Volume headspace pada tabung inkubasi (ml)

W tan : Berat gambut yang digunakan dalam inkubasi (g)

BM : Berat molekul CO2, CH4, N2O (g)

VM : Volume molekul pada kondisi STP (22,41 l)

T : Suhu di dalam inkubator (˚C)

STP : Standard temperature and pressure

 

(Anggri Hervani, SP/ Balingtan)

 

Contoh tanah