Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Upaya Penurunan Kadar Logam Berat Dalam Proses Pengolahan Limbah Cair Elektroplating

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Pencemaran lingkungan dapat terjadi akibat aktivitas industri yang dalam prosesnya menggunakan logam berat dan senyawa berbahaya lain. Aktivitas industri di sekitar lahan pertanian seperti industri elektroplating di Tegal, Pati, dan Purbalingga berpotensi mencemari lingkungan pertanian (tanah, air, dan tanaman) dengan logam berat. Elektroplating merupakan salah satu proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam dengan menggunakan bantuan arus listrik melalui medium larutan elektrolit. Logam-logam yang biasa digunakan untuk pelapis adalah khrom (Cr), nikel (Ni), tembaga (Cu), seng (Zn) dan logam-logam sejenis. Pengolahan limbah cair yang tepat dapat dilakukan dengan teknologi yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Teknologi pengolahan limbah cair yang dimaksud adalah dengan menggunakan koagulan dan adsorben sebagai salah satu pilihan. Koagulan alami yang dimaksud adalah khitin/khitosan, biji kelor, enceng gondok dan azolla. Adsorben alami yang dapat digunakan dalam pengolahan limbah cair, antara lain adalah: zeolit, arang aktif, limbah teh dan kulit kacang. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian telah melakukan kegiatan penelitian dalam mempelajari efektifitas bahan koagulan dan adsorben  alami dalam menurunkan konsentrasi logam berat karsinogenik (Cr, Ni, Cu, dan Zn) limbah cair elektroplating untuk air irigasi.

Contoh limbah cair elektroplating diambil dari bak kontrol limbah cair yang siap dibuang ke saluran air menuju saluran irigasi. Contoh limbah cair diambil di industri rumah tangga elektroplating di Desa Langen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.  Pada Tabel 1 terlihat bahwa limbah cair tersebut mengandung logam berat Cr, Ni, Cu dan Zn yang sudah melebihi baku mutu limbah cair menurut Kepmen LH No. 51/MENLH/10/1995.

Tabel 1.  Konsentrasi logam berat dalam limbah cair elektroplating

Logam berat

Konsentrasi (ppm)

Baku mutu (ppm) menurut Kepmen LH No. 51 Th 1995

Khrom (Cr)

2.01

0.5

Nikel (Ni)

1.61

1.0

Tembaga (Cu)

1.05

0.6

Seng (Zn)

3.65

1.0

Hasil kajian dari Balingtan menunjukkan bahwa tingkat efektivitas dalam menurunkan konsentrasi logam berat berbeda antara bahan koagulan satu dengan yang lainnya (spesifik). Resin paling efektif dalam menurunkan konsentrasi logam berat Cr dan Cu; eceng gondok diaktivasi paling efektif menurunkan konsentrasi logam berat Ni dan Zn; dan khitosan paling efektif dalam menurunkan konsentrasi logam berat Cu. Seperti halnya pada bahan koagulan, tingkat efektivitas dalam menurunkan konsentrasi logam berat berbeda antara bahan adsorben satu dengan yang lainnya (spesifik). Limbah teh paling efektif dalam menurunkan konsentrasi logam berat Cr dan Ni; kulit kacang diaktivasi paling efektif menurunkan konsentrasi logam berat Cu; dan zeolit paling efektif dalam menurunkan konsentrasi logam berat Zn serta kombinasi keduanya dalam  menurunkan konsentrasi logam berat karsinogenik (Cr, Ni, Cu, dan Zn) limbah cair cukup tinggi, yaitu > 40%.

(Triyani Dewi, SP., M.Si/Balingtan)