Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Jagung Adaptif terhadap Kekeringan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Perubahan iklim global adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia khususnya sektor pertanian. Dampak perubahan iklim terhadap produktivitas (hasil panen) tanaman ternyata sangat bervariasi antar daerah. Hal ini terjadi karena produktivitas tidak saja dipengaruhi oleh perubahan iklim tersebut, tetapi juga oleh faktor lain seperti ketersediaan pupuk tepat waktu, atau sarana irigasi yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. Perakitan varietas jagung toleran kekeringan dan genangan menjadi salah satu strategi untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Cekaman kekeringan dan genangan merupakan dampak dari perubahan iklim yang pada gilirannya akan berdampak terhadap produksi jagung. Pada lahan kering beriklim kering, jagung hanya dapat diusahakan satu kali setahun. Dengan pola tanam demikian, tanaman jagung berpotensi mengalami penurunan hasil bila menghadapi curah hujan yang tidak menentu. Pada musim kemarau panjang, pilihan terbaik adalah menanam varietas toleran kekeringan. Jenis tanaman jagung yang tumbuh subur di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian yaitu jenis Pioneer (P) 27, Dekalb 85, dan Dekalb­ 95. Tantangan yang dihadapi petani jagung dari hari ke hari semakin berat. Kondisi lahan kian kritis ditambah cuaca tidak menentu belakangan ini memerlukan penerapan teknik budidaya jagung yang tepat agar tetap berhasil. Penggunaan benih unggul dengan produksi tinggi dan tahan terhadap penyakit, serta langkah pencegahan serangan penyakit sejak dini mutlak dilakukan secara tepat. (Admin Balingtan)