Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penggalian Informasi Terkait dengan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Peningkatan produksi adalah suatu keharusan. Kementerian Pertanian mempunyai target surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014. Input tinggi untuk hasil tinggi (pupuk anorganik, pengendalian OPT dengan pestisida anorganik dll) tingkat cemaran meningkat. Ancaman keberlanjutan pertanian dan keamanan pangan adalah Menurunnya kesuburan tanah, alih fungsi lahan, meningkatnya pencemaran di lahan pertanian, dan perubahan iklim. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) menerima kunjungan yaitu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BPTP NTT). Kedatangan beliau disambut langsung oleh Kasie Yantek-Jaslit beserta jajaran para peneliti. Acara kunjungan diawali dengan presentasi mengenai profil Balingtan, pengembangan model pertanian ramah lingkungan berkelanjutan dan hasil dari pertanian ramah lingkungan. Balingtan memiliki konsep pertanian ramah lingkungan dan penerapan sistem integrasi tanaman dan ternak ramah lingkungan lestari.

Balingtan mempunyai m-AP2RL2 (model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari), yang mencakup 10 unsur, yakni 1) Konservasi tanah dan air, 2) Konservasi keanekaragaman hayati, 3) Pengawasan terhadap residu pestisida dan logam berat, 4) Penerapan teknologi rendah emisi Gas Rumah Kaca (GRK), 5) Peningkatan Produktivitas tanaman, 6) Penanaman varietas padi rendah emisi GRK, 7) Penanaman varietasi yang adaptif terhadap perubahan iklim, 8) Penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), 9) Penerapan teknik irigasi yang efektif dan efisien, 10) Peningkatan produktifitas lahan melalui Sistem Integrasi Tanaman-Ternak (SITT) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pada dasarnya konsep PRL adalah memadukan dan mengintegrasikan sektor produksi, lingkungan dan sosial-ekonomi bagi petani. Pertanian Ramah Lingkungan (PRL) atau Eco-Farming merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumberdaya pertanian dan input usahatani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan serta diterima secara sosial budaya dan berisiko rendah atau tidak merusak/mengurangi fungsi lingkungan. Keberlanjutan pangan nasional perlu dijaga dengan tetap menyelaraskan lingkungan yang sehat. Pertanian ramah lingkungan adalah konsep perubahan pemikiran dalam menangani pertanian dan lingkungan (Admin Balingtan)