Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Deputi V Bappenas Mendukung Agro Science Park (ASP) di Balingtan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Kunjungan Deputi V Bidang Sumberdaya dan Lingkungan Hidup Bappenas (Dr. Ir. Endah Murtiningtyas, M.Sc) yang didampingi Ir. Nono Rusono, MSi (Direktur Pangan dan Pertanian) dan tiga staf Bappenas disambut  Ka Puslitbangtan (Dr. Ir. Made Jana Mejaya, M.Sc) yang didampingi  Ka Balingtan, Ka BPTP Lampung, Kabid KSHP BBSDLP, Kabid PE Puslitbangnak, Kabid KSHP Puslitbangtan, 1 Peneliti Senior BPTP Lampung, 2 Peneliti senior BPTP Jawa Tengah, dan beberapa peneliti dan structural Balingtan. Ka Puslitbangtan menginformasikan 6 lokasi Agro Science Park (ASP) dan 16 lokasi Agro Techno Park (ATP) dimana Ka Puslitbangtan sebagai penanggung jawab ASP di Balingtan dan ATP di Jawa Tengah. ATP di Jawa Tengah akan dilaksanakan di BPP Tegal yang berlokasi di Desa  Kesumben Kecamatan Lebak Siu Kabupaten Tegal.

Ka Balingtan memaparkan kesiapan ASP agroekologi sawah tadah hujan di Kebun Percobaan Jakenan yang berkonsep high profile, cantik, unik, menarik, nyaman, informatif, berkelanjutan, mengedepankan teknologi pertanian terbaru terutama yang dihasilkan Balitbangtan. Ibu Deputi V Bappenas dalam arahannya menyatakan bahwa Balingtan untuk dikembangkan ASP lebih siap dan peran Balingtan semakin meningkat karena dalam Nawacita terdapat ASP dan ATP untuk mendesiminasikan teknologi pertanian kepada masyarakat. Menurut Beliau, belum semua teknologi sampai atau digunakan masyarakat sehingga produktivitasnya relatif masih rendah. Ibu Deputi V baru mengetahui bahwa di Kementerian Pertanian ada Balai Penelitian yang meneliti pencemaran lingkungan pertanian.

Menurut Beliau, sektor pertanian sudah dicurigai terkontaminasi bahan-bahan cemaran tertentu seperti penggunaan bahan agrokimia yang tinggi di masyarakat. Arahan Ibu Deputi V Bappenas lebih lanjut, antara lain:

  • Penelitian di lahan kering perlu ditingkatkan karena produktivitas di lahan kering umumnya lebih rendah daripada lahan yang subur, dan disarankan untuk mengembangkan komoditas atau produk-produk yang bernilai ekonomi tinggi.
  • Tanah-tanah kering diarahkan untuk pengembangan non padi seperti cantel, sorghum, dsb. yang dibudidayakan secara organic dan dikenalkan kepada petani.
  • Sebagai Balit yang bergerak di pencemaran lingkungan pertanian perlu riset dengan demplot-demplot yang meneliti status pencemaran tertentu yang diamati secara berkala, selain monitoring status cemaran setiap tiga tahun dan analisis ekonominya.
  • ASP Balingtan diharapkan dapat menyelenggarakan training of trainers (TOT) terutama untuk mendukung ATP di Tegal, Jawa Tengah, dan diharapkan ASP di Balingtan dapat direplikasi di tempat lain.

Setelah diskusi dilanjutkan kunjungan lapang untuk melihat secara langsung kesianpan pelaksana ASP Balingtan dan keunikan Balingtan yang tupoksinya meneliti emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan pertanian. (Admin Balingtan)