Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Sosialisasi Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) Wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Bertempat di Korem 081/Dhirotsaha Jaya diadakan acara sosialisasi gerakan peningkan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K). Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Bulog, Kementan, Petrokimia Gresik, seluruh Dandim di wilayah Korem 081, gapoktan, penyuluh, distributor maupun pengecer pupuk. Acara dibuka oleh Danrem 081 Kolonel Reza dan dilanjutkan dengan paparan dari ketua team posko GP3K PT Petrokimia Gresik Bp Arief Karsanto yang menyampaikan bahwa Inpres No. 5 Tahun 2011 tentang  “Pengamanan Produksi beras Nasional dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrim”  dimana BUMN ikut berperan aktif dalam memperkuat pengadaan dan pengelolaan cadangan gabah/beras pemerintah. GP3K bertujuan untuk (1) Mendukung program swasembada beras Kementerian Pertanian, (2) Meningkatkan produktivitas lahan pertanian padi dan kesejahteraan petani dan (3) Mendukung penyediaan stok gabah/beras nasional untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. Selain itu GP3K juga bermanfaat untuk  (1) Petani memperoleh kebutuhan pupuk tepat waktu dan Jumlah sesuai yang diperlukan petani, sepanjang tercantum dalam RDKK, (2) Harga pupuk maksimal HET di lini IV (Kios/Pengecer), (3) Hasil panen meningkat rata-rata 1 ton/Ha (GKP) dan (4) Mendapat kawalan Brigade Hama PT Petrosida Gresik mulai dari olah lahan hingga pasca panen.

Dr Achmad Rachman menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian mempunyai upaya khusus (upsus) pada tahun 2015 ini untuk mendukung swasembada padi, jagung dan kedelai dalam waktu 3 tahun yang akan datang. Kementerian Pertanian mendukung pelaksanaan program optimasi lahan serta perbaikan jaringan irigasi, untuk mendukung pelaksanaan peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai minimal 10% dari capaian produksi tahun sebelumnya. Target produksi padi 73,40 juta ton dengan pertumbuhan 2,21% per tahun, target produksi jagung 20,33 juta ton dengan pertumbuhan 5,57% per tahun dan target produksi kedelai 1,50 juta ton deengan petumbuhan 60,81% per tahun.

Perwakilan dari Direktur PLA Kementan menyatakan bahwa program GP3K dilaksanakan melalui intensifikasi pertanian yaitu paket teknologi terekomendasi dan ekstensifikasi pertanian yaitu pencetakan areal persawahan baru (Kabupaten Ketapang, Kalimantan Selatan seluas 2000 ha dari target total 40000 ha pada tahun 2014). Semua kegiatan di atas perlu mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat baik dadri petani, penyuluh, TNI-AD maupun pemerintah untuk dapat mewujudkan swasembada pangan sehingga kedaulatan pangan Indonesia dapat terwujud. (Eni Yulianingsih, SP, MP/Balingtan)