Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Pengendalian Keong Mas Tanpa Pestisida

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Dalam legenda Jawa, Putri Sekartaji dari kerajaan Kediri pernah menjelma menjadi keong mas dalam pengembaraannya mencari suaminya Panji Inu Kertapati. Namun kini, keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman padi di awal fase pertumbuhannya pada kondisi air tersedia melimpah. Serangan keong mas tersebut akan membahayakan upaya percepatan pencapaian swasembada pangan khususnya beras, termasuk di agroekologi sawah tadah hujan di Jawa Tengah.

Dalam konsep pengembangan pertanian ramah lingkungan, pengendalian hama dilakukan dengan menerapkan PHT dan penggunaan pestisida kimia menjadi pilihan terakhir. Namun penggunaan pestisida kimia tersebut dapat meninggalkan residunya dalam tanah dan terbawa produk pertanian, sehingga jika memungkinkan dihidari. Penggunaan biopestisida telah dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap hama utama tanaman padi termasuk keong mas. Tampaknya, biopestisida yang bersumber pada tanaman potensial sebagai pestisida dan tersedia melimpah di sekitarnya tersebut kurang efektif mengendalikan serangan keong mas. Serangan keong mas dapat menghabiskan tanaman padi usia muda dalam waktu yang singkat.

Alternatif lain untuk mencegah serangan keong mas yang lebih parah dilakukan secara manual. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) mengerahkan semua karyawan baik peneliti, teknisi, analis, staf ketata-usahaan beramai-ramai memunguti keong mas di areal persawahan terutama pada tanaman padi di awal pertumbuhan. Cara ini lebih efektif mengurangi populasi dan serangan keong mas. Keong mas yang terambil tersebut digunakan sebagai pakan itik. (Dr. Ir. A.Wihardjaka, M.Si/Balingtan)