Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Pengambilan Sampel Darah Petani Pada Kegiatan Asesmen Dampak Pencemaran Residu Pestisida Di Kota Batu

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Kota Batu merupakan salah satu sentra sayuran dan buah apel di Jawa Timur. Budidaya buah dan sayuran dilakukan secara intensif sehingga bermacam-macam organisme pengganggu tanaman (OPT) bermunculan. Untuk mengendalikan OPT sebagian besar petani masih mengandalkan pestisida. Saat aplikasi pestisida di lapangan banyak petani yang kurang memperhatikan penggunaan pakaian kerja yang aman, sehingga terjadinya paparan pestisida saat melakukan aplikasi peluangnya cukup besar.

Untuk mendukung upaya penataan lahan pertanian dan lingkungan dengan berfokus pada peningkatan kesehatan ekosistem pertanian yang merupakan salah satu visi-misi Kota Batu dan salah satu tupoksi Balingtan, maka Balai Penelitian Lingkungan Pertanian bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kota Batu melakukan edukasi terhadap petani dengan kegiatan pengambilan contoh darah dan penyuluhan resiko penggunaan pestisida. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji mewakili komoditas sayuran dan di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo mewakili komoditas padi sekaligus sebagai pengembangan kawasan organik. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret-2 April 2015. Jumlah petani yang diambil sampel darahnya di Desa Sumber Brantas yaitu 48 orang sedangkan di Desa Pendem 22 orang. Pengambilan sampel darah dilakukan oleh tim kholinesterasi Dinkes Kota Batu, yang dipimpin oleh drg Kartika Trisulandari, sekaligus narasumber penyuluhan resiko penggunaan pestisida. Sebagian kecil sampel darah digunakan untuk pengujian kadar kholinesterase dalam darah petani untuk mendeteksi tingkat keracunan dalam darah. Selebihnya, darah dipisahkan antara serum dan plasma dan dibawa ke Laboratorium Balingtan untuk dianalisis kandungan senyawa organoklorin dan organophospat dalam darah petani. (Anik Hidayah, S.Si dan Sukarjo, S.TP, MP/Balingtan)