Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Pengkomposan Jerami Padi dengan Cara In-Situ Bisa Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Saat panen, selain gabah juga menghasilkan biomassa jerami. Jerami melimpah, petani sawah tadah hujan memanfaatkannya sebagian untuk pakan ternak dan sebagian dikembalikan lagi ke dalam tanah. Namun pengembalian jerami segar ke dalam tanah sawah dikhawatirkan justru menghasilkan gas rumah kaca terutama metana dalam jumlah yang besar. Bilamana jerami dibakar juga sebagai sumber emisi gas rumah kaca dan sebagian hara yang terkandung dalam jerami akan hilang. Kandungan hara dalam jerami padi adalah 4-7% Si; 1,2-1,7% K; 0,5-0,8% N; 0,07-0,12% P; dan 0,05-0,10% S. Solusi yang terbaik, Kebun Percobaan Jakenan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian menerapkan pengkomposan jerami padi in situ untuk dapat dimanfaatkan untuk musim tanam berikutnya. Jerami padi yang telah dikomposkan nantinya dibenamkan ke dalam tanah bersamaan dengan pengolahan tanah, sehinggga tujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan produktivitasnya tercapai sekaligus sebagai opsi mitigasi emisi gas rumah kaca dari lahan sawah. (Dr. Ir. A.Wihardjaka, M.Si/Balingtan)