Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Pembangunan Nasional Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) Balitbangtan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Haryono, MSc dalam kesempatan membuka Workshop Nasional Pembangunan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) Balitbangtan menyampaikan arahannya agar setiap Taman Sains Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang ada di 22 lokasi benar-benar memperhatikan local wisdom dimasing-masing wilayah. Selain itu dalam pengelolaan TSP maupun TTP perlu menerapkan empat ciri pertanian modern yaitu penguasaan bio-science, penguasaan inovasi teknologi yang merespon dinamika iklim, mekanisasi pertanian, serta aplikasi IT dalam hulu hilir pengembangan pertanian, tegas Kepala Balitbangtan.

Tujuan pelaksanaan workshop nasional ini sesuai dengan arah Nawa Cita Presiden Republik Indonesia dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dalam era Pemerintahan 2014 - 2019, Kementerian Pertanian, melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian di tahun 2015 akan membangun dan mengembangkan TSTP sebagai sarana akselerasi impact recognition inovasi pertanian, sekaligus terobosan untuk memperderas arus inovasi pertanian kepada masyarakat. Pembangunan TSTP di 22 lokasi adalah tempat pengembangan invensi untuk menjadi inovasi, yang dilengkapi dengan unit percontohan berskala pengembangan, berwawasan agribisnis hulu-hilir, bersifat holistik dan komprehensif untuk pengembangan, penerapan teknologi pra produksi, produksi, panen, pasca panen, dan pengolahan hasil, dan pemasaran. Selain itu, TSP juga merupakan wahana pelatihan dan inkubator bagi pelaku agribisnis (penyuluh, petani dan pelaku usaha). TSP bisa berfungsi menjadi ajang kegiatan pengkajian perbaikan teknologi dan perekayasaan kelembagaan pendukung usaha agribisnis untuk mengantisipasi perubahan lingkungan bio-fisik dan sosial ekonomi yang berkembang sangat dinamis, serta penyedia solusi-solusi teknologi pertanian. Sedangkan TTP adalah tempat untuk pengembangan dan penerapan inovasi pertanian yang telah dikaji, dalam skala ekonomi. TTP juga dapat menjadi tempat pelatihan, pemagangan, pusat diseminasi teknologi, dan pusat advokasi bisnis ke masyarakat luas, tegas Kepala Balitbangtan.

TTP merupakan suatu kawasan implementasi inovasi yang telah dikembangkan di TSP, berskala ekonomi, dan berwawasan agribisnis hulu-hilir yang bersifat spesifik lokasi. Kegiatan TTP meliputi penerapan teknologi pra produksi, produksi, panen, pasca panen, pengolahan hasil, dan pemasaran, serta pelatihan dan pembelajaran bagi masyarakat dan pengembangan kemitraan agribisnis dengan swasta. Pada tahun 2015 ini Balitbangtan akan membangun 16 TTP, yaitu tiga lokasi di Sumatera, tujuh lokasi di Jawa, tiga lokasi di Kalimantan, dua lokasi di Sulawesi, dan satu lokasi di NTT. Masing-masing lokasi diharapkan sudah dapat mengakomodir local wisdom dari masing-masing wilayah. Untuk mewujudkan hal tersebut, pembangunan TSP-TTP akan melibatkan unsur Akademisi, kalangan Bisnis (swasta), Pemerintah dan Masyarakat. (Admin Balingtan)