Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Bimbingan Teknis Sistem Perkebunan Rendah Emisi Gas Rumah Kaca

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Bimbingan teknis sistem perkebunan rendah emisi gas rumah kaca (GRK) dilaksanakan di Semarang pada tanggal 04 sd. 08 Mei 2015. Pertemuan dibuka oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, dan dihadiri oleh Kepala BALINGTAN, Kepala BPTP Provinsi Jawa Tengah serta wakil-wakil dari Dinas yang membidangi perkebunan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Banten, DIY, Jawa Tengah, Kalimanatan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku Utara, NTB, Papua serta Direktorat Perlindungan perkebunan. Narasumber kegiatan ini berasal dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian.

Hasil Bimbingan Teknis Sistem Perkebunan Rendah Emisi Gas Rumah Kaca Tahun 2015 antara lain adalah bahwa upaya penurunan emisi GRK subsektor perkebunan dapat dilakukan melalui perbaikan regulasi dalam budidaya, pemanfaatan kesesuaian lahan, penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dengan memperhatikan capaian produktivitas secara optimal, rendah emisi, ramah lingkungan, berkelanjutan dan inventarisasi data emisi. Mitigasi emisi GRK pada sub sektor perkebunan dapat dilakukan dengan cara: Penerapan pemupukan yang baik dan benar dalam GAP, perluasan lahan perkebunan di lahan tidak produktif/terdegradasi, rehabilitasi, reklamasi dan revitalisasi lahan gambut terlantar dan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dengan tata kelola air yang baik dan pemberian amelioran, pembukaan lahan tanpa bakar, pengembangan Indonesian Carbon Efficient Farming (ICEF), penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk perusahaan perkebunan dan pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Dalam kaitan dengan upaya penurunan emisi GRK ini maka pada unit-unit kerja lingkup perkebunan untuk melakukan inventarisasi data sejarah penggunaan lahan perkebunan dan perlakuan yang diberikan pada lahan perkebunan yang ada diwilayah kerjanya sebagai bahan menghitung C-Stok dan penghitungan Emisi GRK. Pemerintah Daerah menyusun dan melaksanakan program RAD GRK dan menginventarisir emisi GRK yang selanjutnya digunakan sebagai bahan Laporan Inventarisasi GRK Nasional yang merupakan kewajiban semua negara pihak yang telah meratifikasi Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peserta Bimtek diharapkan dapat mensosialisasikan dan mengaplikasikan metode penghitungan emisi GRK dan stok karbon di unit kerjanya masing-masing. Dinas provinsi yang membidangi perkebunan dapat bekerjasama dengan BALINGTAN dalam menginventarisir data aktivitas (luas lahan perkebunan, jumlah dan jenis pupuk organik dan non organik yang diaplikasikan) subsektor perkebunan terkait perhitungan emisi GRK. (Ali Pramono, SP, M.Biotech)