Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Teknologi Embung untuk Adaptasi Perubahan Iklim

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Ketersediaan air pada lahan sawah tadah hujan sangat tergantung dari curah hujan. Pada saat musim kemarau umumnya lahan tidak dapat ditanami, karena air tidak tersedia. Embung merupakan salah satu teknologi adaptasi ketidakpastian iklim khususnya untuk lahan tadah hujan. Untuk mengatasi kekeringan, maka salah satu strategi yang paling murah, cepat, dan efektif serta hasilnya langsung terlihat adalah dengan memanen aliran permukaan dan air hujan di musim penghujan melalui daerah tangkapan air. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan limpahan air hujan adalah dengan membangun embung.

Manfaat embung antara lain: (1) Irigasi lahan-lahan tadah hujan saat musim kemarau; (2) Memenuhi kebutuhan air bersih di daerah tadah hujan; (3) Sebagai tempat untuk memelihara ikan. Mengingat pembangunan embung ini merupakan kegiatan pendukung usaha agribisnis pertanian, khususnya dalam antisipasi penyediaan air untuk pertanian pada saat musim kemarau maka seluruh jajaran yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung diharapkan dapat bekerjadengan penuh tanggungjawab yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat pertanian. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk diperoleh pembangunan yang lebih baik dan besar. (Admin Balingtan)