Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Budidaya Azolla Berguna untuk Pakan Ikan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Azolla adalah paku air yang mempunyai manfaat luar biasa untuk ketahanan pangan berbasis penggunaan lahan sawah. Manfaat Azolla adalah: menurunkan volatilisasi amoniak dari perairan dan tanah sawah, menambat N2 atmosfer, kandungan hara makro dan mikro biomassnya tinggi sampai cukup tinggi, mudah menggandakan diri dalam 2 malam, prospek produksi biomass maksimal di tropika bisa mencapai 20-30 ton/ha kering tiris dalam 20 hari, tumpangsari dengan padi bermanfaat pengelolaan keharaan autogenik in-situ, meningkatkan produksi padi, dan prospek tinggi biomasanya untuk pembuatan pupuk organik di tingkat petani maupun industri.

Azolla micropylla mampu menghasilkan N dalam ekosistem perairan karena dalam rongga-rongga kamar daunnya tersimpan hidup Anabaena Azollae secara mutualistik yang mampu memfiksasi N2 udara (Lumpkin dan Plucknett, 1982).  Oleh karena itu, Azolla-Anabaena Azollae mampu menyumbang N-BNF bagi padi sawah (Lumpkin, 1987; Mabbayad, 1987; Johal, 1986; Roger dan Ladha, 1992).  Di samping itu Azolla juga dilaporkan oleh banyak peneliti mampu meningkatkan efisiensi pemupukan urea (Moeller, 1994; Vlek et al., 1995; Widyasunu, 1997; Widyasunu et al., 1998). Di Thailand (Loudhapasitiporn dan Kanareugsa, 1987), Filipina (Roger dan Watanabe, 1977; Mabbayad, 1987), India (Kannaiyan, 1987), Cina (Zhang et al., 1987), dan banyak negara lainnya (IRRI, 1987), Azolla telah lama dikembangkan dan hasilnya mendongkrak produksi padi nasional negara-negara tersebut karena tingginya efisiensi pemupukan nitrogen-urea, bahkan masih berlangsung hingga saat ini.  Di Indonesia Azolla juga pernah dikembangkan namun belum mendapatkan perhatian serius.

Budidaya Azolla ternya mudah dan murah. Biomassa Azolla microphylla dapat diproduksi dengan cara dual cropping (tumpangsari) dengan padi atau padi-mina-Azolla atau dibudidayakan khusus, agar akhirnya sebagian atau keseluruhan biomassnya dapat dipanen untuk pembuatan pupuk organik dan pakan ikan/ternak. Di Kebun Percobaan Balingtan, Azolla dibudidayakan secara khusus dengan menggunakan media air dan pupuk kandang yang menggunakan wadah terpal dan memperoleh penyinaran yang cukup. Budidaya Azolla sederhana tersebut dapat ditingkatkan secara intensif untuk memperoleh biomasa yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Selain itu, hasilnya dapat digunakan untuk mensubstitusi pakan ternak ikan gurameh, lele dan grass carp serta hewan ternak. Kalau manfaat luar biasa Azolla microphylla bagi dunia pertanian dan lingkungan tidak segera dikaji lebih lanjut, maka hal itu akan menunda keputusan kita untuk segera memandirikan petani dan pertanian serta menunda upaya kita melindungi planet bumi kita dari cepatnya peningkatan pemanasan global. (Ali Pramono, SP, M.Biotech/Balingtan)