Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Peluang Pengendalian Hama secara Hayati pada Pertanaman Cabai Merah di Lahan Tadah Hujan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Balai Penelitian Lingkungan Pertanian mendukung program Kementerian Pertanian percepatan peningkatan produktivitas cabai merah. Petak percontohan pertanaman cabai merah merupakan bagian dari kegiatan yang dikembangkan dalam Taman Sains Pertanian di lahan kering beriklim kering seperti lahan tadah hujan. Didukung oleh teknologi panen air hujan (embung), lahan tadah hujan dapat dimanfaatkan untuk budidaya komoditas sayuran yaitu cabai merah. Namun kenyataan di lapangan, pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai merah di lahan tadah hujan kurang baik meskipun telah dilakukan pemulsaan, penyiangan, dan sistem tanam yang sesuai. Hal ini disebabkan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada pertanaman cabai merah seperti Kutu Kebul, Kutu Daun, dan Thrips. Serangan hama-hama ini menyebabkan pertumbuhan cabai terhambat. Aplikasi biopestisida untuk pengendalian OPT diharapkan mampu menekan tingkat serangan OPT sekaligus menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Ada banyak penelitian terkait penggunaan biopestisida sebagai pengendali OPT tanaman cabai yang dinilai efektif, antara lain:

  1. Ekstrak daun pepaya 20 g/l mampu menekan populasi kutu daun hingga 91,99%
  2. Minyak serai yang diaplikasian dengan predator Menochilus sexmaculatus mampu menekan serangan nimfa Bemisia tabaci instar I-IV
  3. Tepung daun sirih hutan (Piper aduncum L) yang diaplikasikan tanpa penyimpanan mampu menekan Myzus persicae hingga 89%.
  4. Ekstrak rimpang jeringau (Acorus calamus L) 50 g/l (5%) mampu menekan populasi Myzus persicae hingga 90,83%.
  5. Ekstrak daun sirsak 10% dapat diaplikasikan untuk mengendalikan Thrips.
  6. Aplikasi ekstrak nabati mampu menekan serangan Bemisia tabaci dari eceng gondok, rumput laut, bunga pukul empat, dan bayam duri sekitar 92,86%
  7. Nicotiana tabacum (tembakau) dan Melia azedarach (mindi) mampu mengendalikan hama Trips palmi dan Aphis gossypii, serta mampu menggantikan insekti­sida sintetik pirethroid.

(Ria Fauriah M, SP/Balingtan)