Berbagi Informasi Tentang Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan Bersama Universitas Brawijaya

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Balingtan menerima kunjungan dari Universitas Brawijaya. Dalam kunjungan tersebut membahas tentang pertanian ramah lingkungan dan kunjungan lapang tentang penerapan sistem integrasi tanaman dan ternak. Acara dipimpin  Bapak Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Si dan dan para peneliti Balingtan. Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 5 orang yang terdiri dari Wakil Rektor dan Dosen. Pertanian Ramah Lingkungan (PRL) atau Eco-Farming merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumberdaya pertanian dan input usahatani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan serta diterima secara sosial budaya dan berisiko rendah atau tidak merusak/mengurangi fungsi lingkungan.

Berbagai konsep dan pemahaman tentang ramah lingkungan didiskusikan pada kegiatan ini. Menyadari pentingnya masalah lingkungan, Balingtan mempunyai m-AP2RL2 (model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari), yang mencakup 9 unsur, yakni peningkatan produktivitas, rendah emisi gas rumah kaca, adaptif terhadap perubahan iklim, penerapan pengendalian hama terpadu, rendah cemaran logam berat, zero waste, pemanfaatan sumberdaya lokal, terjaganya biodiversitas, dan integrasi tanaman-ternak. Pada dasarnya konsep PRL adalah memadukan dan mengintegrasikan sektor produksi, lingkungan dan sosial-ekonomi.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, menambah pengetahuan dan pengenalan pada mahasiswa mahasiswi secara langsung tentang pertanian ramah lingkungan melalui pengalaman kunjungan lapang secara langsung. Setelah diskusi dilanjutkan kunjungan lapang antara lain: melihat produk Balingtan, kunjungan ke tempat visitorplot SITT (Sistem Integrasi Tanaman-Ternak), kunjungan ke Laboratorium Terpadu, dan kunjungan ke Laboratorium GRK (Gas Rumah Kaca). Dengan adanya kunjungan ini maka penerapan pertanian cerdas ramah lingkungan bisa memberi wawasan yang positif bagi generasi muda agar bisa menjaga lingkungan tetap asri dan lestari. (Admin Balingtan)