Kelompok Tani Daerah Kudus Menambah Wawasan Tentang Konsep Ramah Lingkungan Berkelanjutan

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Dalam rangka menambah wawasan para kelompok tani kabupaten kudus, maka kelompok tani mengadakan kunjungan ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 70 orang yang terdiri dari petani, pemimpin kelompok tani dan anggota kelompok tani. Balingtan mengadakan sosialisasi pertanian ramah lingkungan dan kunjungan lapang tentang penerapan sistem integrasi tanaman dan ternak ramah lingkungan lestari.

Pertanian Ramah Lingkungan (PRL) atau Eco-Farming merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumberdaya pertanian dan input usahatani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai peningkatan produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan serta diterima secara sosial budaya dan berisiko rendah atau tidak merusak/mengurangi fungsi lingkungan. Balingtan mempunyai m-AP2RL2 (model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari), yang mencakup 10 unsur, yakni 1) Konservasi tanah dan air, 2) Konservasi keanekaragaman hayati, 3) Pengawasan terhadap residu pestisida dan logam berat, 4) Penerapan teknologi rendah emisi Gas Rumah Kaca (GRK), 5) Peningkatan Produktivitas tanaman, 6) Penanaman varietas padi rendah emisi GRK, 7) Penanaman varietasi yang adaptif terhadap perubahan iklim, 8) Penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), 9) Penerapan teknik irigasi yang efektif dan efisien, 10) Peningkatan produktifitas lahan melalui Sistem Integrasi Tanaman-Ternak (SITT) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pada dasarnya konsep PRL adalah memadukan dan mengintegrasikan sektor produksi, lingkungan dan sosial-ekonomi bagi petani.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, menambah pengetahuan dan pengenalan pada kelompok tani tentang pertanian ramah lingkungan melalui pengalaman kunjungan lapang secara langsung. Setelah diskusi dilanjutkan kunjungan lapang antara lain: melihat produk Balingtan, kunjungan ke tempat visitorplot SITT (Sistem Integrasi Tanaman-Ternak), Lysimeter, FIO (Filter Inlet Outlet), embung, dan tempat pembuatan kompos. Kunjungan kelompok tani kabupaten Pati tersebut bertujuan untuk memperoleh ilmu tambahan, mudah-mudahan banyak bermanfaat dan dapat memotivasi kelompok tani lainnya untuk lebih maju. (Admin Balingtan)