Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Panen Perdana Kedelai di Lahan Tadah Hujan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Panen perdana kedelai yang diselenggarakan di Balingtan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 11 September 2015. Panen kali ini merupakan panen perdana selama hampir 30 tahun terakhir tidak pernah dilakukan penanaman kedelai di lahan tadah hujan. Aacara panen perdana ini di hadiri oleh para petinggi yang berasal dari pusat dan Kabupaten Pati, yaitu Bapak Prof. Budi Indra Setiawan selaku Tenaga Ahli Menteri (TAM), Bapak  Dr. Ir. I Made Jana Miejaya, M.Sc selaku Kapuslitbang tanaman pangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Kapolsek Jaken, Kapolsek Jakenan, Danramil Jaken, Danramil Jakenan, Bapak Camat Jaken, dan Bapak Camat Jakenan. Selain dihadiri para petinggi pemerintah, panen kali ini juga dihadiri oleh para penyuluh dari dinas pertanian Kabupaten Pati.

Kedelai yang ditanam di Balingtan tidak hanya terdiri dari satu varietas saja, namun ada lebih dari 10 varietas kedelai yang diuji coba di lahan tadah hujan di wilayah Balingtan. Pada panen kali ini, varietas yang siap panen adalah varietas Grobogan, Dering 1, Anjasmoro, dan Mahameru. Meskipun hasil produksi kedelai ini hanya sekitar 1,1 hingga 1,2 ton/ha, namun penanaman kedelai ini tetap di apresiasi oleh para tamu undangan yang hadir, salah satunya adalah Tenaga Ahli Menteri yang diwakili oleh Bapak Prof. Budi Indra Setiawan, karena adanya keberanian dari Balingtan untuk turut serta membantu terwujudnya swasembada pangan dengan menanam kedelai di lahan tadah hujan pada musim kemarau, yang diketahui bersama kondisi lingkungannya kurang mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan kedelai secara optimal. Untuk mengatasi kekeringan, maka salah satu strategi yang paling murah, cepat, dan efektif serta hasilnya langsung terlihat adalah dengan memanen aliran permukaan dan air hujan di musim penghujan melalui daerah tangkapan air. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan limpahan air hujan adalah dengan membangun embung. Embung sangat berperan aktif terhadap kekeringan, maka sebab itu air menjadi emas bila di musim kering lahan tadah hujan. (Admin Balingtan)