Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

SMK Terpadu Nusantara - Margoyoso, Kabupaten Pati Belajar Pengembangan Sistem Integrasi tanaman-Ternak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Pada hari selasa, tanggal 6 Oktober 2015 Balingtan menerima kunjungan dari SMK Terpadu Nusantara Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sejumlah 85 siswa dan 10 orang guru pendamping. Tujuan kunjungan adalah mengenalkan sains peternakan siswa jurusan peternakan (ruminansia).  Acara dimulai dengan pemutaran video pertanian ramah lingkungan dan pengenalan Taman Sains Pertanian di Balingtan. Materi integrasi tanaman dan ternak disampaikan oleh Ibu Triyani Dewi, SP., M.Si. Sistem Integrasi Tanaman Ternak (SITT) merupakan intensifikasi sistem usahatani melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara terpadu dengan komponen ternak sebagai bagian kegiatan usaha.

Kegiatan fieldtrip dimulai dengan pengenalan taman sains pertanian yang ada dan yang sedang dibangun di Balingtan. Selanjutnya, siswa SMK terpadu diarahkan menuju gudang alsintan untuk diperkenalkan berbagai peralatan mekanisasi pertanian untuk mengolah tanah, menanam, dan mesin pemanen. Kemudian siswa SMK Terpadu Nusantara berjalan menuju ke tempat SITT. Komponen usahatani yang ada di SITT meliputi tanaman pangan (padi & palawija), hortikultura (sayuran), tebu, perikanan, ternak sapi, kambing, bebek, dan itik.

Ada 2 kegiatan praktek yang didemonstrasikan, yaitu: pembuatan kompos dan silase. Kompos sebagai pupuk organik yang digunakan pada tanaman berasal dari limbah ternak (kotoran sapi). Ciri utama integrasi tanaman ternak adalah adanya keterkaitan yang saling menguntungkan antara tanaman dan ternak. Petani dapat memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik dan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Limbah pertanian seperti jerami padi, batang dan daun jagung, pucuk tebu dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Silase adalah perbaikan kualitas pakan yang berbahan baku hijauan dan hasil samping pertanian yang diawetkan dengan cara disimpan dalam tempat kedap udara selama kurang lebih tiga minggu. Silase sangat berguna untuk menjaga cadangan pakan hijauan di saat musim kemarau. Pengenalan sains peternakan ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan tentang sistem pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan kepada siswa SMK Terpadu Nusantara. (Admin Balingtan)