Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Pengambilan Sampel Tanah Sentra Hortikultura Di Indonesia

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Semakin intensifnya penggunaan pestisida di tingkat petani menyebabkan tingginya  residu pestisida pada  tanah, tanaman, air dan juga pengguna/petani. Permasalahan akibat penggunaan pestisida terhadap kesehatan masyarakat/petani perlu perhatian serius dan berkesinambungan untuk mengetahui dampak negatif dari bahan pencemar khususnya pestisida. Balingtan tahun ini mendapatkan dana dari SMART-D Balitbangtan untuk melakukan identifikasi status pencemaran residu pestisida pada lahan pertanian di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode survei pengambilan contoh tanah sentra hortikultura di 8 provinsi yakni Jawa Barat (86 sampel), Jawa Tengah (152 sampel), Jawa Timur (138 sampel), Sumatera Barat (28 sampel), Jambi (23 sampel), Sumatera Utara (44 sampel), Sulawesi Selatan (24 sampel), dan Nusa Tenggara Barat (25 sampel) dengan sistem purposive sampling. Contoh tanah dianalisis kandungan residu pestisidanya di Laboratorium Balingtan dengan metode baku.  Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan tim dari masing-masing BPTP tiap provinsi. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah informasi cemaran residu pestisida dan peta sebaran residu pestisida di sentra hortikultura di Indonesia skala 1:250.000. (Triyani Dewi, SP, M.Si-Balingtan)