Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Temu Teknis Okkp-D Dan Laboratorium Pengujian Lingkup Pertanian

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Temu Teknis Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D) dan Laboratorium Pengujian lingkup Pertanian di laksanakan pada tanggal 15 – 17 Oktober 2015 di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta dihadiri oleh 95 orang peserta yang berasal dari 32 OKKP-D dan 35 laboratorium lingkup pertanian termasuk Laboratorium Balingtan yang diwakili oleh Manajer Mutu.

Narasumber dalam Pertemuan Teknis tersebut, antara lain: Badan Standardisasi Nasional (BSN)/ Komite Akreditasi Nasional (KAN), Direktorat Standardisasi-Kemendag, Direktorat Standardisasi Produk Pangan-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BPMSOH), Badan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan- Badan Ketahanan Pangan (BKP), Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman dan  PT. Saraswanti Indo Genetech.

Berdasarkan arahan/sambutan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan paparan narasumber, diskusi dan masukan peserta, bahwa OKKP-D dan laboratorium pengujian adalah dua lembaga yang tidak bisa dipisahkan khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan keamanan pangan.

Beberapa poin penting hasil dari pertemuan ini antara lain :

  1. Guna meningkatkan peran dan fungsinya dalam pengawasan keamanan pangan, laboratorium pengujian lingkup pertanian diharapkan bersinergi dan bekerja sama dengan laboratorium dari lembaga akademisi (perguruan tinggi) dalam rangka pengembangan inovasi terkait ruang lingkup maupun sumber daya manusia;
  2. Perlu dimulainya penguatan SDM pendukung laboratorium pengujian maupun OKKP-D dalam bentuk pengakuan melalui sertifikasi personel, hal ini sangat penting untuk mendukung peningkatan kompetensi dan kredibilitas lembaga penilai kesesuaian (OKKP-D dan laboratorium pengujian);
  3. Mengingat jumlah laboratorium pengujian lingkup pertanian cukup banyak sekitar 552 laboratorium yang tersebar di Indonesia dengan ruang lingkup yang beragam maka perlu dibentuk jejaring laboratorium sebagai wadah untuk melakukan pertukaran informasi, peningkatan kompetensi personel maupun pengembangan metode yang pada tentunya akan memberi manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kredibilitas laboratorium pengujian.

Penguatan OKKP-D dan Laboratorium pengujian sebagai infrastruktur mutu dan standardisasi dalam melakukan pengawasan keamanan pangan perlu dukungan dari berbagai instansi terkait lainnya seperti Badan Standardisasi Nasional, Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan dan tentunya laboratorium swasta. Di sisi lain pemerintah dan swasta perlu membangun sinergitas dalam memanfaatkan segala bentuk jejaring yang mendukung pengawasan dalam upaya penyediaan pangan yang aman dan bermutu. (Ali Pramono, SP, M.Biotech/Admin Balingtan)