Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Regional workshop on improvement and development of methane emission factor rice cultivation

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

 

lead-2

lead-1

lead-3
lead-4
lead-5

lead-6

lead-7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Balingtan. Perubahan iklim dari tahun ke tahun adalah sebuah fenomena alamyang pastiterjadi seiring dengan perkembangan peradaban dan pertambahan jumlah manusia di bumi. Oleh karena itu pelestarian lingkungan akibat perubahan iklim bukan hanya menjadi tanggung jawab salah satu negara saja, akan tetapi semua negara di dunia. The US Agency for International Development Low Emissions Asian Development (USAID LEAD) Program adalah program regional yang mendukung aktivitas negara-negara berkembang untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Asia dengan mengembangkan strategi rendah emisi gas rumah kaca.  Program ini didukung oleh 11 negara mitra, antara lain : Bangladesh, Filipina, India, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Nepal, Papua Nugini, Thailand, dan Vietnam.

USAID LEAD Program bekerjasama dengan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (BALINGTAN) telah mengadakan sebuah workshop dengan tema “Regional workshop on improvement and development of methane emission factor rice cultivation”. Workshop ini bertujuan membantu negara-negara berkembang untuk mengetahui Country Spesific Emission Factors (CSEF) gas metana yang berasal dari budidaya tanaman padi. Kegiatan ini diselenggarakan selama empat hari (1 – 4  Februari 2016) di Hotel New Merdeka Pati dan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian yang diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari enam negara yaitu Bangladesh, Filipina, Indonesia, Kamboja, Nepal, dan Vietnam.

Workshop dipandu dan dibimbing oleh dua lecturers yaitu Mr. Leandro Buendia yang berasal dari Filipina dan Dr. Prihasto Setyanto (Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian). Materi yang disampaikan dalam workshop meliputi 1) Panduan tentang cara menyiapkan pengukuran emisi metana, 2) Panduan tentang cara melakukan analisis sampel gas di laboratorium, 3) Panduan untuk melakukan sampling gas CH4 secara manual di lahan sawah, dan 4) Perhitungan fluks emisi CH4 berdasarkan data yang diperoleh dalam praktek di lapangan dan di laboratorium. Melalui workshop ini,  para peserta diharapkan dapat menerapkan  dan memahami metodologi pengambilan, pengukuran fluk metana, dan  perhitungan/perkiraan emisi metana dari budidaya padi secara akurat, dan memberikan kontribusi nyata bagi inventarisasi gas rumah kaca di negaranya masing-masing, terutama terkait emisi metana dari budidaya tanaman padi sawah. Admin Balingtan