Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Teknologi Biopori dan Bioslurry

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Pemadatan tanah di lahan budidaya sering menyebabkan air menggenang dan menghambat resapan air baik melalui perkolasi atau infiltrasi. Biopori merupakan salah satu solusi konservasi untuk memperlancar resapan air dan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan hayati bagi pertumbuhan tanaman budidaya.

Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal kedalam tanah.

Lubang resapan biopori merupakan teknologi konservasi tanah dan air yang tepat guna dan beraspek lingkungan untuk mengurangi resiko banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air, dan mengisi lubang biopori dengan sampah organik yang telah dikomposkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metana) dan untuk meningkatkan peran biota tanah dan akar tanaman.

Biopori dapat menghindari genangan air sebagai sarang nyamuk penyakit demam berdarah dan  malaria

Biopori di Kebun Percobaan Jakenan diisi dengan bioslurry.

Bioslurry atau limbah biogas merupakan produk sampingan dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air dalam biodigester.

Bioslurry cair maupun padat dapat berfungsi sebagai pupuk organik untuk memperbaiki kesuburan tanah baik fisik, kimiawi, dan hayati.

Pemanfaatan teknologi biopori dengan bioslurry tentu akan mempercepat tersedianya unsur hara bagi tanaman seperti tanaman buah-buahan di pekarangan. (Admin Balingtan)