Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Potensi Lumpur Sidoarjo Sebagai Media Budidaya Tanaman Pangan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

 

Berita Balingtan - Semburan lumpur Sidoarjo sejak 2006 hingga kini masih terjadi dan diperkirakan akan berlangsung sampai 25-30 tahun kedepan. Dalam penelitian pendahuluan, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) tertantang untuk mengetahui potensi pemanfaatannya untuk budidaya tanaman.

Tahun 2016, Balingtan melalui Taman Sains Pertanian mengkaji pemanfaatan lumpur Sidoarjo sebagai media tanam atau bahan amelioran untuk budidaya tanaman pangan (padi dan jagung). Varietas padi yang ditanam adalah Dendang yang toleran salinitas tinggi.

Hasil penelitian sementara menunjukkan bahwa Lumpur Sidoarjo mengandung unsur hara makro seperti K, P, Ca dan Mg dan hara mikro seperti Fe, Na, Si, Cu, Zn dan Mn. Namun, kandungan garam (Na) tinggi dalam lumpur Sidoarjo merupakan tantangan dalam pengelolaan lumpur sebagai media tanam tanaman.

Proses pencucian lumpur Sidoarjo dilakukan pada saat olah tanah dan selama pertanaman tanaman untuk mengurangi kadar garam, agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Tanaman padi yang ditanam pada media tanam lumpur Sidoarjo tidak dapat tumbuh di awal pertanaman, sehingga diperlukan penyulaman hingga3 kali. Pada tanah yang diberi 50% dan 25% lumpur sidoarjo pada umur tanaman 40 HST, tanaman dapat tumbuh hijau. Namun, pada media tanam dengan menggunakan 100% dan 75% lumpur Sidoarjo, tanaman tidak dapat tumbuh optimal dan cenderung mengalami layu permanen.

Monitoring pertumbuhan tanaman padi dengan menggunakan lumpur Sidoarjo sebagai media tanam dan atau bahan ameliorant masih berlangsung di Taman Sains Pertanian Balingtan. (Admin Balingtan)