Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Adaptasi Perubahan Iklim dengan Biopori

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
 

Berita Balingtan - Perubahan iklim telah dirasakan  dampaknya  tak terkeculai di sektor pertanian. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) telah  menerapkan teknologi biopori sebagai salah satu langkah adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Biopori dianggap sebagai alternatif yang efektif dalam adaptasi perubahan iklim.

“Teknologi ini cukup efektif dan sederhana, bisa dibuat di skala rumah tangga ,” kata Kepala Balingtan Dr. Prihasto Setyanto saat memberikan arahan pembuatan biopori di wilayah kebun percobaan Balingtan.

Di musim  penghujan, biopori berperan sebagai resapan air hujan yang dapat mencegah banjir pada periode tertentu, mengurangi terjadinya pengikisan lapisan tanah bagian atas yang relatif subur. Sebaliknya, biopori pada musim kering berperan  mempertahankan kelembaban dan kelengasan tanah. Seresah tanaman baik segar maupun yang dikomposkan atau sisa pasca biodigister yang diisikan ke dalam biopori  selain memperbaiki sifat fisik tanah seperti terjaganya kelembaban tanah, juga sebagai sumber tersedianya unsur-unsur hara yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman, sumber karbon , dan menyediakan kondisi menguntungkan bagi aktivitas mikroba yang berperan dalam kesuburan tanah. Seresah tanaman yang dibakar akan mengemisi CO2.

Biopori ini dapat sebagai sarana meningkatkan partisipasi masyarakat terkait dalam adaptasi perubahan iklim. (Admin Balingtan)