Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Sosialisasi Potensi Pertanian untuk Diplomat RI di Negara Mitra

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Indonesia mempunyai peran yang strategis di dunia internasional baik di bidang ekonomi, sosial budaya maupun sistem pertahanan dan keamanan. Peran tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang sinergis dengan negara-negara mitra.

Beberapa isu internasional yang melibatkan Indonesia sebagai pemeran utama, sebut saja permasalahan GRK dan alih fungsi lahan menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Indonesia. Terlebih tudingan internasional terhadap Indonesia sebagai penyumbang emisi GRK terbesar ketiga akibat kebakaran hutan yang didorong oleh meningkatnya pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit.

Ekspektasi internasional dianggap spektakuler oleh pemerintah Indonesia karena hal ini berdampak terhadap industri kelapa sawit dan industri pertanian lainnya. Sebagai contoh, negative statement dari negara-negara di Eropa untuk menolak ekspor minyak kelapa sawit dari Indonesia karena ditanam di lahan gambut atau dari alih fungsi lahan.

Hal inilah yang mendorong Biro Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri mengundang 50 diplomat muda untuk mengikuti acara “ pembekalan potensi pertanian bagi para diplomat RI”.

Pembekalan dilaksanakan di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dan Dinas Pertanian Kota Semarang. Tujuan dari pembekalan tersebut adalah memberikan pencerahan berkaitan dengan peran pertanian dalam menjawab isu-isu internasional sehingga para diplomat muda dapat memberikan klarifikasi mengenai permasalah tersebut di negara-negara mitra.

Materi pembekalan yang disampaikan sangat menarik bagi para diplomat muda. Hal ini terlihat dari respon dan diskusi dua arah dari pemateri dan peserta. Materi yang disampaikan antara lain adalah (1). Penerapan teknologi pertanian yang tahan perubahan iklim dan ramah lingkungan, (2). Green campaign kelapa sawait, (3). Pengelolaan lahan gambut berkelanjutan, (4). Kebijakan ketahanan pangan Indonesia, (5). Potensi ekspor komoditi pertanian Indonesia (hortikultura, perkebunan dan peternakan) dan (6). Prosedur kerjasama luar negeri. Selain mendapatkan materi, para diplomat muda juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi kawasan pertanian ramah lingkungan yang ada di Balingtan. (Admin Balingtan)