Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian Resiko Dampak Paparan Pestisida Terhadap Petani di Sentra Sayuran Wonosobo

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu sentra sayuran di Jawa Tengah, terutama di dataran tinggi Dieng dan sekitarnya. Budidaya tanaman sayuran secara intensif berimplikasi pada perkembangan berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT). Sebagian besar petani mengandalkan pestisida untuk mengendalikan OPT.  

 Petani sebagian besar kurang memperhatikan keamanan pada waktu mengaplikasi pestisida di lapangan misalnya penggunaan pakaian kerja yang aman, sehingga mereka potensial terpapar pestisida.

 Monitoring resiko paparan pestisida dalam darah petani dapat menjadi pembelajaran bagi petani cara aplikasi pestisida yang tepat dan aman sekaligus sebagai upaya preventif untuk menjaga kesehatan mereka.

 Balai Penelitian Lingkungan Pertanian bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian kabupaten Wonosobo melakukan edukasi terhadap petani dengan kegiatan pengambilan contoh darah dan penyuluhan resiko penggunaan pestisida. Kegiatan dilaksanakan di Desa Jengkol dan kayugiyang, Kecamatan Garung.

 Jumlah petani sentra sayuran di Wonosobo yang diambil sampel darahnya adalah 35 orang di Desa Jengkol dan 30 orang di Desa Kayugiyang. Didampingi oleh beberapa peneliti Balingtan, pengambilan sampel darah dilakukan oleh tim Dinkes Kabupaten Wonosobo, yang dipimpin oleh Ibu Sumarwati, SKM sekaligus narasumber penyuluhan resiko penggunaan pestisida, dan didampingi oleh beberapa peneliti dari Balingtan. Sebagian sampel darah dianalisis untuk pengujian kadar kholinesterase dalam darah petani atau untuk mendeteksi tingkat keracunan dalam darah.

 Sebagian lainnya, darah dipisahkan antara serum dan plasma dan dibawa ke Laboratorium Balingtan untuk analisis kandungan senyawa organoklorin dan organofosfat dalam darah petani. Hasil uji kholinesterase menunjukkan bahwa 15 petani di Desa Jengkol (42,8%) dan 14 petani di Desa Kayugiyang (46,7%) mengalami keracunan kategori ringan, dan sisanya berada dalam kisaran normal.  (Admin Balingtan)