Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Balingtan berpartisipasi pada Hari Pangan Sedunia 2016

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-36 tahun 2016 akan dilaksanakan di Boyolali, Jawa Tengah  pada tanggal 28-30 Oktober 2016. Tahun ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balingtan) ditunjuk sebagai panitia pusat yang berkoordinasi dengan pemerintah daerah provinsi Jawa Tengah dan kabupaten Boyolali.

Tema HPS national adalah "Membangun kedaulatan pangan berkelanjutan di era perubahan iklim, dan gelar teknologi yang dirancang bertemakan inovasi pertanian lahan kering merespon perubahan iklim dalam rangka kedaulatan pangan dan kemandirian pangan".

 Gelar teknologi (geltek) melengkapi peringatan HPS sebagai sarana desiminasi inovasi teknologi yang telah dihasilkan Balitbangtan dan lembaga penelitian lain agar dapat dilihat dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Balai Penelitian Lingkungan Pertanain (Balingtan) sebagai salah satu UPT Balitbangtan akan berpartisipasi dalam HPS ke-36 dengan menampilkan geltek inovasi pertanian ramah lingkungan sebagai antisipasi perubahan iklim. Geltek dari Balingtan akan diragakan pada areal seluas 1700 m2.

Areal tersebut sebelum digunakan untuk geltek merupakan lahan kering dengan pertanaman ketela pohon, yang sumber pengairannya hanya tergantung pada curah hujan. Sebagai area geltek, Jagung varietas Bima 9 telah ditanam tanggal 13 Agustus 2016 dengan jarak tanam jajar legowo. Jagung varietas Bima 9 tersebut merupakan salah satu varietas produk Balai PenelitianTanaman Serealia. Varietas ini mempunyai potensi hasil 13,4 ton pipilan kering/ha dengan hasil rata-rata 11,2 ton/ha.

Adapun inovasi Balingtan yang diragakan adalah penggunaan biokompos dan urea berlapis biochar yang merupakan salah satu produk yang mampu menurunkan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global sekaligus memperbaiki kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

Biokompos dari balingtan terbuat dari campuran pupuk kandang, blotong tebu, bekatul, kapur dan biochar dengan pemanfaatan biodekomposer. Fungsi arang hayati atau biochar adalah sebagai penambat karbon, media untuk substrat mikroba, pembenah tanah dengan memperbaiki struktur tanah, dan berfungsi sebagai penyerap kontaminan dalam tanah, sedangkan kompos digunakan sebagai pembenah tanah.

Pupuk kandang yang digunakan untuk pembuatan kompos merupakan pupuk yang telah matang dengan nisbah C/N sesuai Permentan nomor 70 tahun 2011.

Selama pemeliharaan tanaman di lokasi geltek, Balingtan menugaskan staf-nya untuk memantau, merawat dan sekaligus mendesiminasikan ke masyarakat sekitar mengenai inovasi teknologi yang diterapkan. (Helena Lina Susilawati, A. Wihardjaka-Balingtan)