Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Kunjungan ke lokasi gelar teknologi Balingtan di arena Gelar Teknologi HPS ke 36

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Kontribusi Balingtan dalam kegiatan HPS ke 36 diragakan pada areal gelar teknologi (geltek) dengan penanaman jagung ramah lingkungan pada lahan seluas 1700 m2. Untuk mengontrol kegiatan tersebut, Bapak Kepala Balingtan berkesempatan langsung terjun ke lapangan untuk memonitor aktivitas penanaman jagung di lahan kering yang dipersiapkan untuk geltek inovasi teknologi ramah lingkungan Balingtan dalam rangka merespon perubahan iklim.

Dalam kunjungannya tersebut, Ka Balingtan didampingi tenaga Balingtan yang didetasir di lokasi HPS. Kunjungan dilakukan pada saat pertanaman jagung berumur 40 setelah tanam. Diskusi mengenai kendala di lapangan dan cara pemecahannya dilakukan langsung di area geltek Balingtan.

Pada saat kunjungan tersebut, di lokasi geltek Balingtan sedang ada kegiatan perbaikan jembatan yang akan digunakan untuk masuknya mobile environmental service vehicle (MES-V) Balingtan dan juga dilakukan pembangunan saung.

Pada saat acara puncak HPS, Balingtan selain akan menampilkan informasi inovasi teknologi ramah lingkungan, juga akan menampilkan fasilitas mobile Balingtan yang dapat digunakan untuk merespon cepat permasalahan lingkungan yang ada dimasyarakat dan untuk menunjang penelitian yang jauh dari laboratorium berupa MES-V yang didukung dengan beberapa peralatan seperti mikro GC untuk analisis gas rumah kaca, perangkat uji cepat logam berat dan residu pestisida serta beberapa perangkat uji hara tanah lainnya.

Respon positif disampaikan oleh bapak kepala Balingtan atas pertumbuhan tanaman jagung dan antisipasi permasalahan yang muncul di lapangan. Beberapa masukan juga disampaikan untuk pertumbuhan tanaman jagung lebih baik lagi. (Helena Lina Susilawati dan A. Wihardjaka-Balingtan)