Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Balingtan diundang dalam Kegiatan Kaji Ulang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
   
 
 
       

Berita Balingtan - Negara Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari berbagai sektor. Pemerintah melalui Presiden RI pada COP 21 di Paris menyampaikan komitmen untuk menurunkan emisi GRK sebanyak 26% dengan upaya sendiri atau 41% dengan bantuan dari dunia internasional.

Komitmen tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan GRK (RAN-GRK) yang diikuti oleh Pemerintah Daerah dalam Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi GRK (RAD-GRK). Lima (5) sektor menjadi prioritas dalam pengurangan emisi GRK, yaitu sektor berbasis lahan (lahan pertanian dan kehutanan), energi, industri dan pengolahan limbah. Untuk mendukung kelima sektor prioritas tersebut ditetapkan beberapa kegiatan pendukung yang bertujuan untuk memperkuat kerangka kebijakan, meningkatkan kapasitas dan penelitian yang relevan.

Rencana aksi yang disusun oleh daerah berfungsi sebagai pedoman bagi pemerintah daerah untuk merumuskan rencana aksi dalam mengurangi emisi GRK. Dokumen RAD-GRK tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi rencana aksi praktis, terukur dan terpadu untuk periode 2010-2020. Pada dasarnya, dokumen RAN-GRK dan RAD-GRK telah disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap komitmen yang telah ditetapkan.

Namun seiring dengan perubahan-perubahan yang berkembang, dokumen RAN-GRK dan RAD-GRK perlu dikaji ulang. Perubahan tersebut di antaranya adalah Perubahan struktur organisasi pemerintahan; perubahan kebijakan pembangunan nasional (RPJMN 2015-2019); adanya metode perhitungan dan faktor emisi baru; perkembangan dinamika internasional yang mengharuskan peningkatan upaya penurunan emisi GRK Pasca 2020; dan rekomendasi dari proses pembelajaran pelaksanaan RAN GRK.

Sejak berkembangnya isu pemanasan global di tingkat nasional, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) ikut berperan dalam mendukung RAN-RAD GRK melalui pendampingan pada inventarisasi dan penurunan emisi GRK dari lima sektor prioritas serta penyusunan dokumen RAN-RAD-GRK. Dalam kaji ulang penyusunan RAN-RAD GRK, Balingtan juga turut serta dalam pendampingan kaji ulang RAD-GRK yang diselenggarakan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasioanal (BAPPENAS) dan dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah provinsi/kota hampir di seluruh Indonesia bertujuan untuk menyusun draft 0 dokumen RAD-GRK dan selain itu memperkenalkan sistem online untuk Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan RAD-GRK (PEP RAD-GRK). (Admin Balingtan)