Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Modernisasi Tanam Padi dengan Indo Jarwo Transplanter Di Lahan Sawah Tadah Hujan

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Air merupakan komponen yang sangat vital di lahan tadah hujan. Kecepatan dan pemilihan saat tanam yang tepat akan mempengaruhi hasil yang diperolah. Datangnya awal musim hujan menandai dimulainya tanam padi di sawah tadah hujan.

Namun sayangnya, jika waktu itu tiba permintaan tenaga buruh tanam sangat tinggi sehingga berpotensi mundurnya waktu tanam dan meningkatnya biaya tanam. Untuk mengatasi hal tersebut, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) telah mulai menggunakan alat tanam indo jarwo transplanter, sehingga kompetisi penggunaan buruh tanam dapat diminimalisir.

Keuntungan menggunakan Indo Jarwo Transplanter yaitu (i) minim tenaga kerja, 2-3 orang/ha (manual perlu 20 orang/ha) (ii) kapasitas kerja lebih cepat, 5,5 jam/ha (tanpa alat 8 jam/ha), (iii) total biaya tanam lebih murah, turun 65-75%.

Kekurangan menggunakan Indo Jarwo Transplanter, yaitu (i) perlu penyemaian bibit secara khusus, (ii) perlu operator yang sudah terlatih, (iii) perlu investasi untuk pembelian alat tanam Indo Jarwo Transplanter.

Balingtan memiliki luas lahan sawah efektif yang ditanami padi seluas 8,3 ha dapat diselesaikan selama 6 hari kerja dengan Indo Jarwo Transplanter. Petakan-petakan sawah yang kecil di Balingtan menurunkan kecepatan tanam Indo Jarwo Transplanter. (AdminBalingtan)